Benarkah Terlalu Sering Kena Asap Knalpot Bikin Disfungsi Ereksi?

6
Ilustrasi Pria Foto: Alodokter

WartaPenaNews, Jakarta – Polusi udara yang terjadi sekian waktu belakangan di sejumlah wilayah di Indonesia berefek pada masalah kesehatan pernapasan. Akan tetapi tidak hanya hanya itu, polusi udara yang tidak baik mempunyai pengaruh pada kehidupan seksual seseorang karena mengalami disfungsi ereksi.

Perihal itu tersingkap dalam sebuah kajian yang dilakukan oleh periset di Universitas Guangzhou, China dan diluncurkan di Journal of Sexual Medicine tentang resiko knalpot kendaraan bermotor pada kemampuan ereksi. Hasil kajian tunjukkan kalau polusi udara secara negatif pengaruhi peranan ereksi dan kesehatan secara umum .

Diberitakan laman World of Buzz, para periset menentukan untuk menggunakan knalpot kendaraan bermotor karena biasanya itu merupakan sumber utama polusi udara. Studi ini dilakukan pada tikus sehat berusia 12 minggu yang dibagi berubah menjadi empat kelompok. Yg mana dalam sebuah kelompok terbagi dalam 10 tikus dengan tingkat paparan knalpot pada level yang tidak sama.

Banyak tikus ini diinkubasi selama tiga bulan untuk mengukur interaksi di antara polusi udara dan impotensi. Dari kajian itu ditemukan kalau bertambah lama tikus terkena knalpot, makin banyak masalah yang muncul.

Dalam kajian ini ada kelompok kontrol yang tidak terkena knalpot sekalipun dan tiga kelompok yang lain yang masing-masing terkena knalpot selama dua jam, empat jam, dan enam jam sehari, selama lima hari seminggu.

Setelah tiga bulan, para periset mengetes peranan ereksi menggunakan stimulasi listrik dan peranan paru-paru dengan Metode Manuver Paru-paru Paksa. Menurut hasilnya, periset menemukan kalau tikus yang terkena knalpot selama empat atau enam jam memiliki ‘pengurangan peranan ereksi’ yang relevan dalam soal tekanan intracavernous (ICP).

Untuk tikus dalam kelompok yang terkena knalpot selama empat jam, ICP mereka menyusut sejumlah 38,6 persen. Sesaat tikus dalam kelompok enam jam tunjukkan penurunan 45,6 persen dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Tim beralasan kalau penurunan kemampuan seksual ini kemungkinan dipicu oleh peradangan sistemik, disfungsi paru, dan menyusutnya kadar oksida nitrat sintase dalam jaringan ereksi yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi. Diluar itu, kemampuan paru-paru menyusut, alveoli hancur dan ada pergantian abnormal pada jaringan penis juga.

Di sisi lainnya, periset mengatakan ada kemungkinan interaksi di antara polusi udara dari knslpot ke peranan seksual. Banyak periset mengaku membutuhkan tambah banyak kajian yang dilakukan terutama karena tes dilakukan pada tikus.

“Keterbatasan utama dari studi pendahuluan kami merupakan model paparan knalpot kami, meskipun knalpot lalu lintas merupakan sumber utama pencemaran udara perkotaan, [kami] tidak bisa seluruhnya menyontoh situasi alami situasi pencemaran udara. Di sisi lainnya, kami mengaku kalau konsentrasi polutan dalam kajian kami terlalu tinggi dan tidak memiliki ‘respons dosis’,” kata klub periset. (mus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here