Bika Bukittinggi, Citarasa Legit Beraroma Smokey

24
Bika Bukittinggi di FKS 2019, Kuliner klangenan lintas generasi. Foto: Budi.

WartaPenaNews, Jakarta – Bika Bukittinggi merupakan jenis kue tradisional masyarakat Sumatera Barat yang hadir di Festival Kuliner Serpong 2019 (FKS) dengan atraksi menarik.

Kuliner Klangenan Lintas Generasi

Aroma sedap dari adonan bika yang sedang dipanggang tercium di area FKS. “Sebaskom besar adonan bewarna putih yang terbuat dari campuran tepung beras, gula pasir, kelapa parut, dan ragi, di letakkan di atas meja, siap untuk dipanggang.

Disamping baskom, berjejer cetakkan bika dari alumunium berbentuk bundar bergelombang di bagian pinggir, menyerupai bentuk bunga.

Harun, salah satu pekerja terlihat sibuk melapis cetakkan menggunakan daun pisang yang telah dibentuk bundar, lalu menuang adonan menggunakan sendok sayur kecil.
Di tengah kesibukannya, sesekali dia mengecek adonan yang sedang dipanggang di dalam oven. Menurutnya, proses pemanggangan harus dikontrol karena bagian pinggir adonan mudah hangus. Adonan yang diletakkan di bagian pinggir lebih mudah matang, dari adonan yang diletakkan di tengah. Kapasitas oven bisa memanggang 100 buah bika, dengan waktu memanggang selama 30 menit.

Bika yang sudah matang bewarna kuning kecokelatan, beraroma harum sedap dengan efek smokey (asap). Teksturnya kenyal lembut, sangat menggoda selera.
Bika yang baru matang, langsung ludes dibeli pembeli yang antri dan sudah memesan sebelum adonan matang.

Adonan bika yang mendekati matang. Foto: Bud

Nelly, pengunjung milenial yang berasal dari Tebet – Jakarta terlihat tidak sabar untuk mencicipi bika yang baru matang. “Rasanya lebih lezat jika disantap dalam keadaan hangat, manisnya pun terasa pas, tidak berlebihan seperti yang dijual di tempat lain,”katanya sambil bergegas memasukkan sisa bika yang dibeli.

Atraksi Wisata Kuliner Di FKS

Pembuatan Bika Bukittinggi yang dilakukan di tempat, menjadi salah satu strategi pelaku kuliner untuk memikat pembeli, selain menjadi atraksi kuliner menarik, menghadirkan pengalaman bersantap yang tidak akan terlupakan.
Pembeli dapat melihat proses produksi yang mengutamakan kebersihan.

Selama berlangsung acara FKS, di waktu week end bisa terjual 700 Bika Bukittinggi, sedangkan pada hari biasa terjual 200 hingga 300 bingka, dengan harga jual perpotong Rp. 5,000,-

Dahulu, tradisi membuat Bika Bukittinggi dilakukan dengan menggunakan pemanggang kaleng berbentuk bundar. Tutup pemanggang berfungsi sebagai tempat meletakkan bara arang, batok, dan sabut kelapa, media penghantar panas untuk mematangkan bika. Aroma dan rasa Bika Bukittinggi klasik, harum dan lezat, sangat istimewa.

Agar tidak penasaran, yuk…ke FKS 2019. (Bud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here