Gejala yang Mungkin Menandakan Anda Belum Siap Menikah Saat Ini

6
Ilustrasi menikah

WartaPenaNews, Jakarta – Satu diantara hal yang membuktikan loyalitas Anda dan pasangan di depan kebanyakan orang ialah pernikahan. Tetapi, bayangan untuk hidup bersama bersama seseorang “sampai maut memisahkan” tidak ayal bisa menimbulkan perasaan resah dan takut. Di luar sana, reaksi semacam ini kata orang menandakan jika Anda belum siap menikah. Apa benar demikian? Sebetulnya, apa saja beberapa ciri orang yang belum siap untuk berumah tangga?

Tanda-tanda Anda mungkin belum siap menikah
Merasakan tidak meyakini atau bahkan dikit kuatir membayangkan membentuk keluarga dan berumah tangga ialah hal yang lumrah. Tetapi jika kekalutan itu sampai merasuki relung hati Anda yang terdalam dan mengacaukan pikiran Anda, mungkin saja mungkin Anda memang belum siap menikah.

Coba lihat dahulu beberapa tanda berikut ini. Bila pas dengan apa yang Anda alami selama ini, mungkin semestinya pikir-pikir dahulu seribu kali sebelum cepat-cepat memastikan hari-H

1. Menyayangi, tetapi tidak jatuh hati

Bila Anda ingin menikah dengan seseorang karena merasakan mereka akan jadi pasangan yang baik untuk Anda dan seorang calon orangtua yang baik, tetapi Anda tidak jatuh hati pada pasangan Anda, semestinya Anda pikirkan kembali apa Anda siap untuk menikah atau tidak.

Diluar itu, bisa jadi Anda sudah pernah mencintainya tetapi seiring waktu berjalan justru terlalu banyak berkelahi dan merasakan tidak bisa berkomunikasi secara baik, hingga perasaan itu menyusut dan habis.

Oleh karena itu, coba dipikirkan apa Anda betul-betul sudah siap untuk menikah atau tidak. Ingat, saat menikah akan ada semakin banyak masalah yang hadir mengetes pernikahan Anda.

2. Menaruh rahasia

Satu diantara arah kenapa orang menaruh rahasia, terutama di jalinan mereka, ialah supaya pasangannya tidak sakit hati atau jadi memperburuk kondisi. Akan tetapi, ternyata kebiasaan itu bisa merusak jalinan Anda dan jadi satu diantara tanda Anda belum siap menikah.

Rahasia yang tidak disampaikan lalu terbongkar, bisa merusak keyakinan. Bila Anda merusak keyakinan itu, akan susah untuk membangunnya kembali.

Meskipun mungkin Anda bisa jaga rahasia itu secara baik, bukan bermakna selamanya pasangan Anda tidak akan tahu hal tersebut. Apabila rahasia Anda diketahui, baik itu untuk melindungi pasangan ataulah bukan, bukan tidak mungkin mereka akan merasakan dikhianati.

Oleh karena itu, sikap yang tidak terbuka pada pasangan bisa membuat mereka susah untuk tahu karakter Anda yang sebenarnya dan dapat merusak jalinan Anda. Bila Anda dan pasangan masih suka menaruh rahasia, mungkin membuat rumah tangga belum dapat Anda mulai.

3. Prinsip Anda dan pasangan tidak searah

Menurut American Psychological Association, hadapi dan kuasai kritis dan perselisihan yang tidak dapat dijauhi salah satu “keterampilan” yang harus saling dipunyai kedua sebelah pihak sejak sebelum dan selama menikah.

Akan tetapi, jika ketidaksamaan opini yang remeh atau perselisihan yang sepele saja tidak sudah pernah teratasi secara baik selama pacaran, yang akan datang akan muncul skema yang sama selama Anda berdua berumah tangga. Pada akhirnya, masalah yang muncul akan makin berlarut-larut dan mungkin tidak akan selesai terselesaikan.

Saat prinsip Anda dan pasangan tidak searah dan tidak dapat menemukan solusinya, mungkin ini pertanda Anda belum siap menikah. Ditambah lagi saat Anda berdua tidak mencapai persetujuan setelah berdiskusi tentang cara mendidik anak atau keuangan. Karena itu akan susah untuk hadapi perselisihan yang lain.

4. Menikah dengan alasan yang salah

Coba menanyakan pada diri kita, kenapa Anda ingin menikah dengan pasangan Anda saat ini. Apa memang Anda betul-betul mencintainya atau sebatas perasaan bersalah dan tidak enak jika tidak menerimanya?

Tidak hanya tidak menggenggam prinsip yang sama, pemicu perceraian yang lain ialah karena pernikahan itu dilakukan berdasarkan alasan yang kurang tepat. Contohnya, Anda menikah karena ingin memperlihatkan Anda sudah move on dari mantan Anda. Atau, Anda ingin tunjukkan pada orangtua Anda jika Anda dapat mandiri.

Pada akhirnya, pernikahan dengan alasan itu tidak akan membuktikan apa-apa. Alasan-alasan yang Anda bikin untuk menikah justru tunjukkan jika Anda memang tidak siap langsungkan pernikahan.

Ingat, pernikahan bukan sebuah permainan rumah-rumahan yang dapat Anda tuntaskan setiap saat Anda ingin. Sebagian besar orang mengatakan pernikahan ialah ikatan yang suci. Bila Anda memang belum siap untuk menikah, mungkin jujur tentang perasaan Anda pada pasangan ialah jalan paling baik. (mus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here