Hati-hati, Jangan Gunakan Password yang Sama di Tiap Media Sosial

Teknologi

34
Ilustrasi medsos

WartaPenaNews, Jakarta – Media sosial banyak digunakan untuk tetap terjalin dengan kawan, keluarga, dan kawan kerja. Tetapi, beberapa pengguna medsos condong berbagi soal terkait khusus terlalu banyak.

Detil seperti area, tempat liburan atau data pribadi yang lain yang diberikan, membuat mereka rawan pada kejahatan siber, bahkan lebih jelek.

Menurut survey konsumen perusahaan solusi keamanan siber, ESET, di Asia Pasifik sekitar 31 persen responden menyatakan sudah share informasi pribadi dengan orang asing di medsos.

Hal demikian tidak cuma memengaruhi pengguna yang turut serta, tetapi pula sahabat dan keluarga mereka.

“Dengan penambahan jaringan internet, orang memakan lebih banyaknya waktu online. Tetapi benar-benar merisaukan melihat banyak pengguna internet di wilayah Asia Pasifik masih ada yang share informasi secara sukarela pada seseorang asing,” jelas Konsultan Keamanan TI PT Prosperita (ESET Indonesia), Yudhi Kuat, dalam keterangan sah yang diterima wartawan Sabtu (22/6/2019).

Selanjutnya, 68 persen responden survey ESET memakan lebih dari tiga jam sehari di internet, dengan sekitar 10 persen memakan 10 jam sehari.

Bahkan juga, 64 persen responden di tiap-tiap negara Asia Pasifik, terkecuali Thailand (45 persen) memakan banyak waktu sampai enam jam sehari di internet.

Disamping itu, 50 persen responden Indonesia memakan banyak waktu 3 jam atau kurang di internet setiap harinya dan 46 persen memakan 4-6 jam sehari.

Persis dengan hasil survey Forbes yang mengatakan, pengguna Indonesia memakan 206 menit sehari di medsos dibandingkan dengan rata-rata global, yakni 124 menit.

Basis paling atas seperti YouTube, WhatsApp dan Facebook, segalanya digunakan oleh lebih dari 80 persen pengguna Indonesia saat online.

Belum habis masalah penebaran data pribadi, penggunaan password atau kata sandi yang sama pada tiap-tiap akun medsos dan finansial pula jadi masalah di wilayah Asia Pasifik, apalagi Indonesia.

Ada 46 persen responden yang masih menggunakan kata sandi mirip pada tiap-tiap akun daringnya. Anda satu diantaranya?

Yudhi mengatakan, “Karenanya, memerlukan kesadaran untuk tingkatkan praktik keamanan dan khusus terunggul untuk pastikan jika banyak orang aman secara online.”

Kiat Aman untuk Pengguna Internet dan Media Sosial

Untuk menghindari kebocoran kata sandi dan privasi data pribadi, sebaiknya Anda para pengguna internet melakukan hal-hal berikut ini:

• Hindari penggunaan password (kata sandi) yang sama atau serupa di seluruh platform.

Ini menempatkan semua akun Anda dalam risiko, seandainya kata sandi dapat ditebak. Artinya, Anda membuka peluang kepada peretas karena dengan sekali dayung mereka bisa dapatkan semua akun Anda.

Hanya perlu menebak satu kata sandi atau mendapatkan akses melalui salah satu kredensial login dari layanan internet populer, untuk mengakses akun di platform lainnya.

• Hindari penyimpanan kata sandi di peramban (browser)

Peramban tidak memberikan perlindungan jika seseorang menguasai perangkat fisik tersebut. Pengelola kata sandi atau password manager sangat direkomendasikan sebagai cara untuk mengelola kata sandi yang berbeda.

• Berhati-hatilah saat menggunakan Wifi publik

Selalu lakukan beberapa tindakan pencegahan saat login sebagai langkah preventif apabila penjahat siber membuat jaringan palsu untuk memikat orang yang tidak menaruh curiga.

Ada beberapa cara untuk memastikan keamanan, seperti misalnya memeriksa apakah situs web menggunakan https, menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN) atau tidak mengakses informasi sensitif saat terhubung ke publik wifi.(mus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here