HUT Ke-39 YDBA, Dorong Mitra Binaan Naik Kelas & Mandiri

104

WartaPenaNews, Jakarta–Memperingati usia ke-39 tahun, YDBA menyelenggarakan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 dengan tema “Menuju 5 Dekade Pengabdian”. Acara yang terselengara
tepat dengan hari berdirinya, yaitu 2 Mei 2019 di Ruang Catur Dharma Hall, Menara Astra. Menghadirkan berbagai acara menarik dan bermanfaat bagi UMKM mitranya.

Yakni diantaranya Selebrasi HUT Ke-39 YDBA, Seminar Makro Ekonomi, YDBA Award, serta Kick Off Kick Off Kompetisi 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), K3L (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan), Kontes Mekanik, dan QCC (Quality Control Circle / Gugus Kendali Mutu). Tak hanya itu, para hadirin juga dapat melihat informasi seputar Profil UMKM Pemenang YDBA Award di depan Ruang Catur Dharma Hall.

Dalam sambutannya, Ketua Pengurus YDBA, Henry C. Widjaja, menjelaskan tentang hubungan YDBA dengan UMKM yang sekarang sudah berubah, bukan sebagai objek yang dibina, tetapi sebagai mitra yang bekerja sama untuk mencapai sejahtera bersama bangsa.

Sebagai perwujudan tujuan YDBA sebagai mitra yang dipercaya bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mencapai kemandiriannya, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) terus melakukan improvement dalam mengembangkan UMKM mitranya.

Sektor Unggulan (Sekung) menjadi fokus pengembangan UMKM yang dilakukan saat ini agar UMKM bersama dengan UMKM lain yang sejenis dapat berproduksi sesuai dengan standar Quality, Cost dan Delivery (QCD) dari industri besarnya. Melalui 6 tahapan Sekung, YDBA mengajak UMKM secara perlahan menyongsong UMKM yang mandiri, naik kelas, awet, gres, dan go international.

“Kedepan kami akan lebih intensif lagi mengembangkan sektor unggulan yaitu komunitas industri kecil yang ada diderah-daerah terutama dipedesaan. Sentra-sentra industri tersebut akan kami dorong untuk naik kelas dan mandiri. Naik kelas disini minimal bisa berproduksi secara massal dan konsisten,” imbuh Henry.

Ia melanjutkan, jika sebelumnya UMKM tersebut hanya melaksanakan sampai after market yang dikerjakan, kedepan mereka akan bisa menjadi industri yang lebih besar dan mandiri. “Harapannya industri-industri kecil ini nantinya mampu memanage produksinya sendiri dan bisa awet. Sehingga, kami mengarahkan sentra ini mau berkolaborasi atau berkoperasi”.

Selain itu, Henry juga menjelaskan keseriusan YDBA dalam mengembangkan Sektor Unggulan
(sekung), mulai dari tahapannya hingga progress sekung yang kini telah tersebar di berbagai
daerah di Indonesia.

“Hingga saat ini ada 15 sektor unggulan yang kami bina, dan yang masih aktif kami bina ada 12 sektor unggulan. Tiga sektor lainnya kami kategorikan sudah lulus, dengan kata lain mereka sudah naik kelas dan mandiri,” jelas Henry kepada wartapenanews.com.

Terkait era industri 4.0 yang tengah gencar digaungkan, YDBA tambah Henry turut mendongkrak beberapa binaan industri kecilnya agar turut pula berkembang sesuai era industri 4.0.

“Yang kami perhatikan adalah bagaimana era industri 4.0 ini dapat diterima pula dalam industri kecil, dimana kenyataan dilapangan peralatan dan kemampuan alat-alat mereka sesungguhnya masih terbatas. Contoh, binaan YDBA di Tegal. Dengan kemampuan produksinya dan mereka sudah banyak terlibat sebagai pemasok tier 2 dan tier 3 di Astra, maka mau tidak mau mereka harus mampu mendorong dirinya sendiri untuk mampu menyesuaikan perkembangan seiring dengan era industri 4.0 ini,” saran Henry.

YDBA sendiri lanjut Henry, berprinsip memandirikan UMKM binaannya. YDBA akan mendorong mereka untuk menolong diri mereka sendiri. Yang akan terus diberikan adalah bantuan ilmu dan pendampingan.

“Maka kedepan kami mendorong mereka untuk dapat berkoperasi, sehingga semua mitra binaan tidak berjalan individual. Kita inginkan mitra YDBA mampu menolong diri mereka sendiri dengan berkoperasi,” tutupnya.

Ditempat yang sama, YDBA juga mengadakan Seminar Makro Ekonomi untuk UMKM Mitra YDBA. Seminar yang diisi oleh Guru Besar dan Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia, Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D ini menerangkan kondisi ekonomi Indonesia terkini perlu yang diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para penggiat usaha agar mereka dapat mengatur strategi usaha mereka.

Ari menjelaskan tiga poin utama, antara lain gambaran kondisi ekonomi tahun 2019, peluang-peluang yang bisa diraih dan tantangannya bagi UMKM, serta strategi yang bisa diterapkan UMKM dalam menyiasati kondisi ekonomi tahun 2019. Melalui materi ini, diharapkan UMKM Mitra YDBA bisa lebih up-to-date dan siap berkolaborasi
menciptakan peluang usaha bersama.

Peraih YDBA Award 2019

Setiap tahunnya, YDBA memberikan apresiasi kepada UMKM dan instruktur YDBA yang telah berprestasi. YDBA Award dapat menginspirasi instruktur dan UMKM lain agar semakin semangat mengembangkan usahanya ke arah yang lebih baik.

Berikut adalah 9 penerima YDBA Award.
1. UKM Mandiri Manufaktur Terbaik: PT Isra Presisi Indonesia, 2. UKM Mandiri Bengkel Terbaik: Bengkel Sumber Cahaya. 3. UMKM Mandiri Kerajinan/Kuliner Terbaik: UD Rinjani 4. UMKM Mandiri Usaha Tani/Perikanan Terbaik: Usaha Tani Rusli. 5. Instruktur Karyawan Aktif Terbaik: Eddy Susilo. 6. Instruktur Pasca Karyawan Terbaik: Agung Sungkowo. 7. QCC Terbaik: PT Nandya Karya Perkasa (LUPUS). 8. LPB Terbaik: LPB Pama Bessai Berinta. Serta 9. LKM Terbaik: LKM Pesona Mitra Makmur Lestari, Waringin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here