KPAI Minta PB Djarum Ganti Logo Audisi, Bukan Menghentikan

4
Ilustrasi audisi atlet bulutangkis PB Djarum

WartaPenaNews, Jakarta – Yayasan Perlindungan Customer Indonesia (YLKI) ungkap jika Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI dan Yayasan Lentera Anak Indonesia tidak meminta audisi penelusuran talenta olahragawan badminton yang digelar PB Djarum untuk di stop.

Mereka cuma meminta perusahaan rokok di Indonesia itu ganti simbol. “KPAI dan Yayasan Lentera Anak Indonesia bukan meminta hentikan audisinya. Mereka meminta audisi itu tidak menyertakan simbol merk rokok,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Ikhlas Kekal dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (9/9).

Ia mengatakan, penggunaan simbol Djarum itu melanggar peraturan yang ada yaitu PP No. 109/2012. “Apapun alasannya simbol itu citra dari produk itu ialah rokok, walau berkedok yayasan,” kata Ikhlas.

Menurutnya, dalam praktik olahraga di level internasional sekali juga termasuk di badminton, memang dilarang untuk menyertakan industri rokok berbentuk apapun.

YLKI mengomentari sikap Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang seperti mendukung audisi itu dengan sponsor PB Djarum. Ia memperjelas, audisi untuk cari bibit unggul di bidang badminton ialah hal yang positif, tetapi menyertakan industri rokok dan anak sebagai objeknya ialah tindakan yang tidak patut dan melanggar peraturan.

Berdasar laporan Southeast Asia Tobacco Control Atlas, Daerah Asia Tenggara tunjukkan Indonesia merupakan negara dengan jumlahnya perokok paling banyak di ASEAN, yakni 65,19 juta orang, angka itu sama dengan 34 persen dari keseluruhan penduduk Indonesia pada 2016.

Analisa Kesehatan Basic pada 2013 menyatakan sekitar 12 juta perokok pasif ialah anak berumur 0-4 tahun. Diluar itu data yang diedarkan Tobacco Control dan Dukungan Center – IAKMI pada 2014 tunjukkan adanya kenaikan perokok di umur dini. Trend kenaikan relevan kelihatan pada mereka yang mengawali merokok pada umur anak dengan tenggang umur 5-14 tahun.

Bila pada 1995 ada sekitar 9,6 persen penduduk Indonesia mengawali rokok ada umur 5-14 tahun, pada 2001 jumlahnya itu naik jadi 9,9 persen dan terus mengalami pelonjakan sampai 19,2 persen pada 2010. (mus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here