Pengacara: Proses Hukum Terhadap Direktur Legal BTN Yossi Istanto Sudah Clear

25
Foto : Ist

Jakarta, WartaPenaNews.com – Kuasa hukum Bank BTN Handika menduga masih ada pihak-pihak yang akan memainkan isu terkait permasalahan hukum yang saat ini sedang ditanganinya.

Menurutnya, masalah hukum yang dipercayakan kepadanya clear merupakan produk hukum yang harus diluruskan dan diuji kebenarannya di pengadilan. Handika pun mengajak kepada seluruh pihak untuk secara bijaksana menanggapi permasalahan hukum apapun itu secara positif dengan prinsip-prinsip azas praduga tidak bersalah.

“Biarlah proses hukum itu berjalan dan mari sama-sama kita hormati,” kata Handika kepada wartawan di Jakarta, Minggu (29/9/2019).

Terkait pemberitaan yang beredar menurutnya sangat menyudutkan kliennya.

Handika menerangkan, masalah pemalsuan deposito sudah diputus dalam perkara perdata dan pidana oleh pengadilan yang berkekuatan hukum tetap untuk dijadikan pegangan siapa saja terkait dengan masalah itu.

“Bahwa masalah tersebut saat ini sedang dalam pengembangan perkara, silakan proses itu berjalan dan saya meminta semua pihak untuk menghormatinya,” tegasnya.

Sejak awal, lanjutnya, pihaknya mengawal masalah ini dan bersikap kooperatif untuk menyelamatkan dana nasabah dengan membantu melaporkan terduga komplotan kejahatan perbankan ke Polda Metro Jaya. “Proses proaktif klien kami ini menyelamatkan sebagian besar dana nasabah,” katanya.

Dia menerangkan keputusan pengadilan terhadap masalah tersebut sudah incracht. Handika menuturkan, klientnya baik secara institusi maupun perorangan dalam hal ini Yossi Istanto, dari hasil audit internal maupun penyidikan di Bareskim clear & clean.

Namun sayangnya, dia melihat perkembangan pemberitaan, mulai memasukkan isu baru seperti kredit bermasalah dan novasi yang tidak ada kaitannya. “Kita sedang menyiapkan cadangan hak untuk melakukan langkah hukum pelaporan pidana terhadap dugaan tindakan para pihak yang merugikan nama baik klien kami,” tegasnya.

Seperti diberitakan, Yossi Istanto terjerat kasus dugaan pembobolan bank bermodus pemalsuan deposito alias deposito bodong. Yossi dilaporkan lima nasabah BTN yakni SAN Finance, Asuransi Jiwa Mega Indonesia, Asuransi Umum Mega, Global Index Investindo, dan seorang nasabah individual. (rob)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here