Pengamat Nilai Aksi People Power Gagal Total

102
Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo

WartaPenaNews, Jakarta – Pakar Politik dari Indonesian Publik Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai upaya aksi people power gagal total. Sebab sejatinya people power itu alamiah atau natural. Tidak bisa dibuat-buat, sebagaimana aksi 21 dan 22 Mei yang menewaskan delapan orang.

“Saya katakan, upaya people power gagal total. Sebab sejatinya people power itu adalah fenomena sosial yang natural. Mau melakukan apa pun, bahkan sampai menewaskan delapan orang pun, kalau tidak ada prasyarat alamiah untuk people power, maka tidak akan terjadi,” kata Karyono di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Dia menambahkan, ada benang merah, antara wacana people power yang dihembuskan sebelum Pemilu 17 April dengan aksi demonstrasi 21 dan 22 Mei 2019 yang menewaskan delapan orang.

Karyono menambahkan, aksi 21 dan 22 Mei bisa jadi dibuat untuk meledakkan amarah publik, yang tujuannya adalah chaos, hingga ketidakpercayaan pada pemerintahan negara yang sah.

“Demo dan kerusuhan 22 Mei bisa jadi dibuat sebagai martir untuk memperluas spektrum deligitimasi kepada pemerintah negara. Dan upaya deligitimasi ini memang masih terus dilakukan,” jelasnya.

Karyono sendiri mendukung jika dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam mengusut tewasnya delapan orang dan ratusan luka-luka pada aksi 21 dan 22 Mei. Tim ini terdiri atas lembaga-lembaga masyarakat, LSM, Komnas HAM, TNI, Polri, dan unsur masyarakat agar komprehensif.

“Tapi sebelum ke sana, kita perlu tunggu dulu aparat kepolisian mengungkap kasus meninggalnya delapan orang tersebut dalam tempo sesingkat-singkatnya. Kalau itu tidak terungkap, baru perlu bentuk tim gabungan pencari fakta,” jelas Karyono Wibowo. (rob)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here