Sri Sultan Hamengku Buwono X Tegaskan Tidak Ada Rest Area di Jalan Tol

Sri Sultan Hamengkubuwono X

WartaPenaNews, Jakarta – Gubernur Wilayah Spesial Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X memperjelas tidak akan ada rest ruang di jalan tol yang akan melalui wilayah provinsi yang dipimpinnya itu.

Sri Sultan mengatakan, hal ini untuk selamatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ditempat.

“Aktor UMKM tidak mungkin dapat berjualan di rest ruang. Sepanjang rest ruang itu merupakan sisi dari jalan tol,” kata Sri Sultan seusai resmikan JPO Ambaramarga di Sleman, Selasa (19/11).

Ia mengatakan, jika dibuat rest ruang, yang diuntungkan hanya pengusaha besar karena UMKM diperkirakan tidak akan dapat untuk menyewa tempat.

“Kami tidak sepakat jika semacam itu. Gagasannya rest ruang akan diinvestasikan untuk pemda di luar pandangan tol,” tuturnya.

Sri Sultan menjelaskan, walau tidak ada rest ruang di jalan tol, masih ada jalan yang dapat keluar atau masuk kembali pada jalan tol. Kebijakan itu sekaligus juga sebagai investasi pemda untuk perkembangan UMKM.

“Pokoknya kami tidak ingin seperti lain tempat. Demikian ada tol, mati semua,” tuturnya.

Sultan memperjelas, faksinya ingin adanya tol dapat jadi pengungkit untuk perkembangan ekonomi di Yogyakarta.

Pada triwulan ketiga 2019 ini, perkembangan ekonomi di Yogyakarta mencapai 7,5 persen. Tambah tinggi dari tahun lalu yang dikatakannya cuma mencapai 5,4 persen.

“Kami ingin ambil kebijakan supaya perkembangan ekonomi itu dapat dipertahankan pada tahun mendatang,” tuturnya.

Petinggi Pembuat Loyalitas (PPK) Satker Penerapan Jalan Bebas Kendala (PJBH) Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen Wijayanto mengatakan tidak akan ada rest ruang di Yogyakarta. “Rest ruang kelak ada di Klaten. Rest areanya tidak di tol,” tuturnya.

Dikatakan, selama ini masih ada warga yang salah persepsi. Ditekankan jika rest ruang hanya tempat istirahat sementara.

“Ini tidak bisa. Misalnya saat mudik itu jika terlalu lama di rest ruang akan disuruh pergi,” tuturnya.

Ditekankan jika faksinya menghargai ide yang diserahkan Gubernur DIY.

“Dengan tidak adanya rest ruang, orang yang melalui Yogyakarta dapat keluar tol untuk belanja dan istirahat, hingga yang dipercantik justru di luar tol dan bukan di tol. Tidak akan ada rest ruang tetapi ada on off dan itu menyatu di ring road,” tuturnya. (mus)

ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here