Tol Seksi I Serang-Panimbang Rampung November 2019

22

WartaPenaNews, Serang-Di dapuk sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), Tol Serang-Panimbangan menjadi salah satu fokus utama Direktorat Jendral Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan.

Pentingnya proyek itu tercermin dari upaya yang dilakukan Direktorat Jenderal Pembiayaan
Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan (DJPI) saat melakukan kunjungan lapangan untuk
mengetahui progres pembangunannya.

Kunjungan yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D Heripoerwanto bersama Direktur Utama PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) Entus Asnawi Mukhson tersebut dilakukan untuk
meninjau sekaligus mendiskusikan berbagai hal terkait percepatan proyek Tol Serang-Panimbang.

“Jalan tol seksi I sudah mulai dibangun sejak Januari 2018 dan saat ini progres pembangunan
sudah mencapai 36,69% per Maret 2019. Kami menargetkan akan rampung di bulan November
2019,” kata Entus di Serang.

Percepatan pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang tersebut dilakukan Pemerintah melalui
Kementerian PUPR dengan pola Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta
menggunakan skema Pembiayaan Supported-Build-Operate-Transfer (SBOT).

PT WSP, selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dibentuk oleh konsorsium yang terdiri dari PT
Wijaya Karya (porsi saham 80%), PT Pembangunan Perumahan (porsi saham 15%), dan PT
Jababeka Infrastruktur (porsi saham 5%).

Terkait jalur, Jalan Tol Serang-Panimbang memiliki total panjang lintasan 83,6 km dan dibagi
menjadi tiga seksi, yakni seksi I Serang-Rangkasbitung (26,5 km), Seksi II Rangkasbitung-Cileles (24,1 km), Seksi III Cileles-Bojong ( 8,6 km), dan Seksi III Bojong-Panimbang (24,4 km).

Dalam pengerjaannya, PT WSP menggarap Seksi I dan Seksi II, sementara Seksi III dikerjakan
Pemerintah dengan total nilai investasi sebesar Rp.11,38 triliun. Di sisi lain, tujuan utama
pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang adalah untuk mempermudah akses menuju Kawasan
Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon.

“Jalan tol ini diperkirakan mampu memangkas waktu tempuh dari Jakarta menuju Tanjung Lesung,” tutup Entus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here