27 April 2024 - 17:35 17:35

149 Gempa Susulan Guncang Tuban hingga Pagi Ini

WARTAPENANEWS.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 149 gempa susulan mengguncang Tuban, Jawa Timur sejak kemarin hingga pagi ini, Sabtu (23/3/2024).

“149 gempa hingga jam 5 pagi ini, dengan magnitudo terbesar M6,5 dan terkecil M2,6,” ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya.

Sebelumnya, gempa kekuatan M6,0 mengguncang Tuban pada Jumat 23 Maret 2024 pukul 11:22:45 WIB. Kemudian, terjadi gempa lagi dengan kekuatan M6,5 atau lebih besar dari sebelumnya, pada sore harinya pukul 15.52.58 WIB.

Daryono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di Laut Jawa.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser ( strike slip),” katanya.

Berdasarkan laporan dari masyarakat gempa bumi ini menimbulkan kerusakan di Pulau Bawean. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. (mus)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
27 April 2024 - 13:12
Lokasi Bunuh Diri Brigadir Ridhal di Mampang Didatangi Keluarga

WARTAPENANEWS.COM – Keluarga Brigadir Ridhal, anggota Polresta Manado yang ditemukan tewas dengan luka tembak di dalam mobil Alphard di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, mendatangi lokasi kejadian peristiwa. Brigadir Ridhal diduga

01
|
27 April 2024 - 12:36
Bule Australia yang Aniaya Sopir Taksi di Bali Dibekuk

WARTAPENANEWS.COM – Maika James Folauhola (24), warga negara (WN) Australia, ditangkap terkait kasus penganiayaan terhadap sopir taksi bernama Putu Arsana. Penganiayaan tersebut terjadi di Jalan Area Central Parkir Kuta, Kuta,

02
|
27 April 2024 - 12:10
BMKG: Waspada, Potensi Cuaca Ekstrem Masih Mengintai di Peralihan Musim

WARTAPENANEWS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang masih bisa mengintai di periode peralihan musim hujan ke kemarau. BMKG memonitor masih terjadinya hujan

03