7 Aturan Diet Ibu Menyusui Menurut Anjuran Dokter

oleh -
Ilustrasi ibu menyusui bayi Foto: Popmama.com

WartaPenaNews, Jakarta – Ibu menyusui tentu dituntut untuk bisa mengonsumsi makanan bergizi guna memperlancar ASI sebagai nutrisi utama si kecil. Namun, tak sedikit juga para wanita yang mengalami masalah berat badan usai hamil dan ingin menurunkannya menjadi lebih ideal.

Dokter spesialis gizi klinik, dr. Juwalita Surapsari SpGK, dalam acara virtual bersama RS Pondok Indah, menuturkan bahwa ibu menyusui boleh menjalani diet dengan beberapa aturan. Berikut aturan yang patut dilakukan agar ASI tetap lancar namun berat badan pun ideal.

Usia anak 3 bulan

Dokter Juwalita tidak menyarankan diet dilakukan jika si kecil masih menjalani ASI Eksklusif yakni 0-6 bulan. Menurutnya, menyusui secara eksklusif pun dapat menurunkan berat badan secara tidak langsung.

BACA JUGA:   Polri Perlu Gelar Perkara Internal untuk Tetapkan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung

“Jadi ketika suplai ASI sudah stabil, jika mau turunkan berat badan bisa di usia anak 3-4 bulan,” kata dia.

Momen tepat diet

Menurut dokter Juwalita, saat anak sudah berusia lebih dari 6 bulan atau mulai bisa mengonsumsi makanan dengan rutin, maka itu momen terbaik untuk diet. Apalagi jika usia anak sudah lebih dari 12 bulan, di mana asupannya sudah sama seperti makanan keluarga.

“Sebetulnya balita usia 15 bulan, makanan anak sudah harus seperti makanan keluarga. Untuk bisa lakukan weight loss diet kesempatannya sudah tinggi. Tapi ada aturan diet jika ingin tetap lancar asi dan bisa lanjut pumping,” tuturnya.

BACA JUGA:   Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf selama Setahun: Politik Tanpa Beban di Periode Kedua

Aktivitas fisik

Tetap rutin menjalani aktivitas fisik, sangat baik untuk menurunkan berat badan. Disarankan hanya menjalani aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai selama 30-45 menit setiap hari.

Pola makan

Dia menyarankan tetap rutin makan 3 kali sehari dan tidak melewatkan jadwal makan rutin. Namun yang perlu dibatasi adalah pilihan dan jumlah karbohidrat.

“Pengertian makan besar jangan selalu asumsikan makan nasi. Coba liat lagi karbohidrat ada macem-macem. Bisa pilih karbohidrat lain misal ganti 3x makan yang 1x ganti dengan jenis karbohidrat lain yang tinggi serat seperti umbi jagung,” kata dia.

Pilih protein rendah lemak

Makan secara teratur agar ASI tetap banyak. Disarankan memilih protein yang rendah lemak. Seperti ikan, ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, atau telur. Lalu kombinasi dengan protein nabati.

BACA JUGA:   Kopi Kenangan dan Pipiltin, Duo Pemain Lokal, Dukung Produk Asli Indonesia

Cemilan sehat

Cemilan bisa menjadi celah untuk kurangi kalori dalam sehari. Namun, pilih cemilam yang mengandung nutrisi lebih seperti edamame, kacang hijau, dan buah.

Makanan manis dibatasi

“Pemanis buatan aman buat dikonsumsi tapi apakah perlu? Jika bisa edukasi lidah untuk kurangi rasa manis maka bisa minimalisir,” paparnya.

Ia pun menyarankan minuman manis dihentikan dulu dalam program diet. Lalu tetap makan secara teratur, batasi selingan, serta cari asupan dengan intensitas kalori rendah agar ASI lancar dan berat badan turun. (mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *