7 Februari 2023 - 08:29 8:29

Alasan Bank Dunia Belum Bayar Uang Karbon ke Kaltim

wartapenanews.com – Pembayaran hasil perdagangan karbon untuk Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) dari Bank Dunia masih tahap verifikasi dan validasi. Harusnya Kaltim terima US$25 juta untuk tahap pertama.

“Tim dari World Bank (Bank Dunia) hari ini masih melakukan validasi, sedangkan pekan depan mereka akan datang ke Kaltim untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi lapangan,” ujar Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim, Daddy Ruhiyat di Samarinda, Senin (17/10/2022).

Ia belum bisa memastikan kapan pembayaran di lakukan, apakah akhir tahun ini atau awal tahun depan, namun yang jelas, katanya, pembayaran akan dilakukan ketika tim sudah mencocokkan antara data administrasi dan kondisi lapangan.

Sesuai dengan kontrak antara Kaltim dengan Bank Dunia, lanjutnya, Kaltim harus mampu menurunkan emisi gas sebanyak 22 juta ton selama 18 bulan, yakni mulai Juli 2019 hingga Desember 2020 dengan nilai kontrak sebesar 5 dolar AS per ton.

Penurunan emisi sebanyak 22 juta ton tersebut, ujar dia, dibagi menjadi tiga tahap, pertama sebanyak 5 juta ton emisi karbondioksida (CO2), sehingga pembayaran yang akan diterima sebesar 25 juta dolar AS.

Tahap kedua sebanyak 8 juta ton karbon atau dengan nilai 40 juta dolar AS, dan untuk tahap ketiga dengan target penurunan emisi 9 juta ton atau dengan pembayaran senilai 45 juta dolar AS.

“Verifikasi dan validasi yang dilakukan World Bank saat ini merupakan validasi untuk tahap pertama. Setelah tahap ini selesai dan dibayar, maka akan dilanjutkan untuk validasi tahap kedua dan seterusnya,” ujar Daddy.

Perdagangan karbon ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPC), atas upaya Kaltim yang turut serta menurunkan emisi karbon dengan cara pengelolaan hutan dan perkebunan secara lestari.

Program FCPC di Kaltim berjalan selama 18 bulan sejak Juli 2019, namun untuk peluncuran penandatanganan Emission Reduction Payment Agreement (ERPA) baru dilaksanakan pada Oktober 2021.

Ia menjelaskan, pembayaran dari Bank Dunia tersebut akan masuk dalam batang tubuh APBD Kaltim, sedangkan peruntukkan anggaran dilakukan secara khusus, yakni bagi mitra kerja pemerintah yang selama ini telah terbukti turut menurunkan emisi gas rumah kaca. (mus)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

Presiden Rusia Vladimir Putin
Pasok Tank untuk Ukraina, Putin Ancam Jerman Pakai Nuklir
film
Deretan Film Semi China Terbaik
satu 1
Viral, Siswa Teladan di SMA Kotamobagu Dianiaya hingga Babak Belur
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
tni
Sedihnya, 30 Calon Taruna Akmil Positif Corona
Sarah Viloid
5 Gamer Paling Cantik dan Seksi di Indonesia

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
6 Februari 2023 - 12:17
Diduga Sebabkan Gagal Ginjal, BPOM Setop Sementara Produksi-Distribusi Obat Sirop

wartapenanews.com - Dua anak di Jakarta dilaporkan mengidap Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) pada awal Februari 2023, setelah kasus serupa tak ditemukan sejak Desember 2022. Satu meninggal dan satu

01
|
6 Februari 2023 - 11:08
Ecky Kuras Harta Senilai 1,1 Miliar, Usai Bunuh dan Mutilasi Angela

wartapenanews.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkapkan tersangka M Ecky Listiantho (34) atau MEL menguras harta korban usai melakukan pembunuhan terhadap Angela Hindriati (54) atau AHW

02
|
6 Februari 2023 - 10:11
Gempa 7,8 Magnetudo Robohkan Bangunan di Turki

wartapenanews.com -  Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,8 magnitudo menggetarkan Provinsi Osmaniye di Turki, pada Senin (6/2). Getaran gempa terasa hingga negara tetangganya, Suriah, dan berlangsung pada pagi buta — ketika

03