29 Januari 2023 - 05:36 5:36
728x90

Alasan Mata Pelajaran PMP Tak Perlu Diajarkan Lagi

WartaPenaNews, Jakarta – Wacana diajarkannya lagi mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) di sekolah mendapat penolakan dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Wakil Sekjen FSGI Satriawan Salim mengatakan, wacana tersebut seperti membangunkan kembali memori tentang Orde Baru.

PMP adalah mapel wajib di sekolah sejak 1975-1994, mulai dari SD-SMA. Bagi FSGI mewacanakan kembali PMP, baik sebagai mapel sendiri dalam kurikulum, maupun sebagai nama program adalah keliru secara filosofis, pedagosis, sosiologis, akademis dan yuridis.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam proses pembelajaran, iklim sosial yang pancasilais di sekolah dan terpenting keteladanan dari para elite dan pemerintah,” ujar Satriawan, Rabu (2/1).

Jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tetap memberlakukan PMP baik sebagai mapel sendiri (yang berbeda dari PPKn yang sudah ada), diintegrasikan ke dalam PPKn, maupun sebagai sebuah program ekstrakurikuler/tambahan di sekolah, FSGI menilai dua pilihan pertama di atas akan mengubah struktur kurikulum 2013 secara radikal.

Pastinya akan banyak pekerjaan baru bagi Kemendikbud yang dipersiapkan. Mulai nomenklatur yang harus diubah (lagi), regulasi permendikbud, persiapan buku teks, pelatihan guru, perubahan standar isi, perubahan standar proses, perubahan standar penilaian dan terpenting adalah perubahan mindset para guru.

“Kurikulum 2013 saja belum secara nasional diimplementasikan dan belum dipahami dengan baik oleh para guru, ini sudah mau menambah yang sudah ada, akan sia-sia rasanya jika terus dipaksakan,” bebernya.

Satriawan menambahkan, Kemendikbud tidak sabar dan kurang tekun memberikan penguatan-penguatan kepada guru. Padahal pendidikan itu sebuah proses sepanjang hayat, tidak langsung jadi.

“Seolah-olah setelah ada mapel PMP di sekolah, para siswa dan guru akan langsung toleran, moderat dan cinta NKRI. Ya tidak mungkin,” sergahnya.

FSGI menilai, sekolah dan pendidikan nasional sudah sangat penuh beban muatan nilai-nilai moral yang normatif. Sekolah dan pendidikan sudah surplus nilai karakter yang bersumber dari Pancasila, yang diajarkan dan dipraktikkan dalam proses pembelajaran.

Bahkan dalam Kurikulum 2013, Kemendikbud sudah punya empat cara/program/model penanaman karakter moral Pancasila di sekolah.

Pertama, melalui pelajaran PPKn sebagai matpel wajib (SD-perguruan tinggi). Kedua, program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang saat ini gencar disosialisasikan.

Ketiga, melalui ekstrakurikuler wajib, Pramuka yang semua nilai-nilai moral Pramuka bersumber dari Pancasila dan ekstrakurikuler lainnya seperti Paskibra.

Keempat, melalui pembiasaan/habituasi penanaman nilai-nilai karakter di sekolah yang diformulasikan menjadi budaya sekolah seperti senyum, salam, sapa, gotong-royong, saling menghormati, tenggang rasa, toleran dan nilai karakter moral lainnya. Semua itu sedang dijalankan oleh para guru dan siswa di sekolah.

“Empat program penanaman dan pengembangan karakter itulah yang mestinya diperkuat pemerintah. Jadi, nilai karakter dan moral macam apa lagi yang diinginkan negara? Perkuat yang sudah ada, jangan tambah dengan beban yang baru,” pungkasnya. (dbs)

 

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Pelaku Pembunuhan Ojol di Tangerang Ternyata Bukan Ojol
garis polisi
Dibakar Hidup-hidup, Wanita Paruh Baya di Sorong Meregang Nyawa
film
Deretan Film Semi China Terbaik
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
ahy
Usung Anies Capres, AHY Ajak NasDem-PKS Segera Bentuk Sekretariat Perubahan
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
bharada e
Tuntutan Terhadap Richard Eliezer Dinilai Janggal
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
satu 1
Ketua Komite Yudisial Asprov PSSI Sulut Dorong Devanda Aditya Putra Jadi Sekjen PSSI

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
28 Januari 2023 - 21:36
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak

wartapenanews.com -  " Saat dunia krisis energi tak terbaharukan, sejumlah kebijakan dan upaya dilakukan pemerintah dan staken holder dengan menghadirkan alternatif energi alam yang ramah lingkungan. Energi alam terbaharukan ini

01
|
28 Januari 2023 - 21:31
Rayakan Hari jadi ke 110 Tahun Sharp Gaungkan Kampaye Pelestarian Lingkungan ke Siswa Sekolah

wartapenanews.com - Berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama tahun 2022 volume sampah di Indonesia mencapai 17.729.071 sampah per tahunnya. Sebesar 18,3%-nya adalah sampah plastik. Saat

02
|
28 Januari 2023 - 12:40
Biaya Haji Naik Jangan Panik, Arrum Haji Pegadaian Jadi Solusi Wujudkan Niat Baik

wartapenanews.com -  Usulan kenaikan biaya haji tengah menjadi perbincangan publik. Tak hanya memakan waktu tunggu keberangkatan yang semakin lama, melainkan biaya haji yang nyaris naik dua kali lipat dibandingkan tahun

03