Alumni Taruna Nusantara Sidang Online 15 Jam Pilih Ketua

oleh -

WartaPenaNews, Jakarta – Pandemi Covid-19 tidak menghalangi organisasi perkumpulan Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara atau IKASTARA untuk melakukan suksesi kepengurusan pada akhir pekan lalu, Sabtu, 27 Juni 2020.

Dengan command centre di Hotel Aston TB Simatupang Jakarta Selatan, Musyawarah Nasional IX IKASTARA yang dilakukan secara daring selama hampir 15 jam dan juga dihadiri oleh anggota IKASTARA yang tesebar tidak hanya di dalam negeri, namum juga di beberapa negara lainnya. Ditetapkan Teuku Faisal Fathani (Alumni Angkatan ke-1) dan Hafif Assaf (Alumni Angkatan ke-7) sebagai dwitunggal pemimpin IKASTARA secara musyawarah mufakat. Keduanya melanjutkan kepemimpinan David Ratadhi (Alumni Angkatan ke-3).

Ketua Panitia Pengarah Musyawarah Nasional, Priscillia Waworuntu mengatakan bahwa pandemi Covid-19 ini mendorong kreativitas dalam melaksanakan kegiatan tanpa meninggalkan substansi dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Media daring dianggap efektif dan sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah Indonesia.

Faisal Fathani merupakan seorang Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan Hafif Assaf merupakan seorang profesional di bidang Industri Hulu Migas. Kolaborasi keduanya yang memiliki latar belakang profesi beragam diyakini dapat membawa IKASTARA untuk berkancah secara strategis di tingkat nasional dan internasional

“Sebagai sekolah yang berdiri pada 1990, Taruna Nusantara jelas masih lebih muda dibandingkan banyak sekolah lainnya. Namun alumni Taruna Nusantara tidak bisa dipungkiri menyebar ke berbagai sektor dan posisi strategis di dalam serta di luar negeri. Potensi inilah yang sejak awal akan dimaksimalkan salah satunya lewat IKASTARA,” jelas Faisal.

Di kancah nasional sendiri, sejumlah anggota Ikastara telah menempati beberapa posisi strategis, antara lain Rachmat Kaimuddin – CEO Bukalapak, Agung Wicaksono – Mantan Direktur Utama TransJakarta, Febrio Kacaribu – Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, dan Ari Juliano Gema –Staf Ahli Menteri bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Beberapa ajudan dan asisten ajudan Presiden Joko Widodo dari TNI/POLRI diketahui juga merupakan alumni Taruna Nusantara.

“5 sampai 10 tahun mendatang kami berharap anggota IKASTARA bisa memberikan kontribusi terbaiknya untuk tanah air. Karena sebagian alumni sudah memasuki usia di puncak karir. Semoga IKASTARA menjadi salah satu solusi bagi Indonesia ke depannya. Karena memang sejak berdirinya SMA Taruna Nusantara tujuan utamanya adalah untuk berbakti pada ibu pertiwi,” terang Guru Besar Fakultas Teknik UGM ini.

Selain itu, dalam Munas tersebut, Faisal dan Hafif menyampaikan IKASTARA harus mampu memperkuat pondasi organisasi dan kompetensi alumni, sebagai basis untuk berkarya untuk bangsa dan negara. Regenerasi harus terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan organisasi. Semangat regenerasi tersebut ditandai dengan penunjukan Willy Sakareza yang masih berusia 32 tahun (Alumni Angkatan ke-13) sebagai Sekretaris Jenderal IKASTARA.

IKASTARA adalah badan hukum perkumpulan yang beranggotakan alumni SMA Taruna Nusantara yang didirikan pada tahun 1994 dengan tujuan di bidang sosial dan pendidikan. Selama 26 tahun, IKASTARA memiliki latar belakang lebih dari 8000 anggota yang beragam dan tersebar di berbagai sektor seperti aparatur sipil negara, profesional BUMN, BUMD, dan swasta, TNI/POLRI, pengusaha di berbagai bidang, hingga dokter, akademisi, arsitek, dan bidang profesi lainnya baik di dalam dan luar negeri. (cim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *