Andi Muhyiddin, Kiat Membuat Video Viral dengan Mengedepankan Kaidah Jurnalistik

oleh -
Andi Muhyiddin, Video Digital Spesialist, ajak kaum muda untuk menjadi konten kreator profesional dari materi dan teknis. Foto: Istimewa

WartaPenaNews, Jakarta – Berkecimpung selama 19 tahun di dunia jurnalistik Tv dan media online, Andi Muhyiddin memiliki banyak pengalaman berharga dan menjadi salah satu aset di industri jurnalistik.

Berbagai pengalaman kerja telah dilalui, mulai dari reporter tv, videography dan video editing, hingga produser executive. Kekinian, ia memutuskan untuk menjadi video digital spesialist dan jurnalis lepas dengan sharing ilmu, serta pengalaman ke calon dan konten kreator agar menghasilkan video berkualitas dari sisi teknis dan materi.

Sesi sharing dengan rekan Media pada online Camp #MoreUp yang diselenggarakan oleh Acer untuk jurnalis, menjadi momen berharga bagi para jurnalis yang keseharian nya sangat lekat dengan foto dan videography.

Viral Saja Tidak Cukup, Harus Mengedepankan Aspek Materi, Teknis, dan Kaidah Jurnalistik.

“Orang Indonesia sangat gemar mengabadikan momen dengan video. Lihat saja situs web yang booming dengan beragam konten yang dibuat masyarakat. Walau sebagian masih jauh dari kaidah produk jurnalistik, namun di Indonesia konten-konten tersebut justru lebih mudah viral, “ujar mantan wartawan yang sering mendapat beasiswa dan penghargaan atas karya jurnalistiknya.

Menurut Andi,” Ada tiga tahapan krusial dalam pembuatan videography. Pre production (persiapan) production (pengerjaan) dan post production, (pengumpulan, pengolahan dan editing lalu di tayangkan). Kesemuanya merupakan satu kesatuan. Masing-masing tahapan tersebut memiliki aturan-aturan tersendiri, yang harus dipahami dengan baik, serta dikerjakan secara profesional dengan koordinasi yang baik dengan seluruh team. ”

Lebih lanjut Andi menjelaskan,  “Industri media mengenal jenis video straight news dan ficer. Straight news adalah video berisi kejadian yang tidak terduga dan tidak bisa direka ulang, seperti peristiwa kebakaran, kecelakaan atau bencana alam.

Sedangkan ficer, konsepnya lebih ke dokumenter dan lebih mendalam. Biasanya dibuat dengan perencanaan terlebih dahulu.

Ikhwal lain yang tak kalah krusial adalah komposisi. Ada dua cara mengambil gambar melalui kamera, landscape (horizontal) dan potret (vertikal). Landscape bisa memberikan tangkapan bidang lebih luas. Cocok digunakan untuk mengambil gambar seperti pemandangan, sekelompok orang.

Untuk potret lebih cocok digunakan untuk mengambil video satu objek tunggal, “kata Andi.

Masih banyak lagi sharing ilmu yang diberikan Andi, yang harus dikuasai oleh konten kreator untuk menghasilkan karya jurnalistik.

Andi berharap, kedepannya akan lahir banyak konten-konten kreator muda yang handal, dengan ragam video news viral, yang mengedepankan kaidah jurnalistik. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.