Andien dan Unilever Indonesia Ajak Milenial Peduli Gaya Hidup Berkelanjutan

oleh -
Andien sekeluarga, ketika berwisatapun tetap melakukan aksi bersih-bersih. Foto: Istimewa

WartaPenaNews, Jakarta – Gaya Hidup Berkelanjutan merupakan upaya PT Unilever Indonesia Tbk untuk merawat lingkungan dan bumi Indonesia, serta mengedukasi konsumen agar bumi bersih lestari. Isu besar ini digulirkan melalui Unilever Indonesia Foundation di perayaan ke 20 tahun. Hastag #SustainabilityDay2020.

Melalui event webinar Unilever Sustainability Day “Kolaborasi dan Aksi Bersama Menuju Pembangunan Indonesia yang Berkelanjutan: Indonesia Sehat, Indonesia Hijau, Indonesia Maju.
Salah satu tema webinar series ke VI Unilever “Sustainability Day yang mengusung tema “Ayo Jadi Konsumen Bijak untuk Masa Depan Bersih dan Lestari”, menghadirkan Andien sebagai salah satu pembicara yang mewakili, ibu rumah tangga, KOL Duta Lingkungan dan seniman.

Peran Konsumen Dukung Produsen Hadirkan Produk dan Kemasan Ramah Lingkungan

Isu yang menjadi kekhawatiran banyak orang akan dampak nyata dari rusaknya ekosistem darat, perairan dan udara di Indonesia. Pemerintah sudah sangat apik menangani permasalahan ini, upaya pihak swasta untuk mendukung program ini, patut di apresiasi. Walau masih sedikit pihak swasta yang tergerak melakukannya, namun peran dan upaya terencana, serius serta berkesinambungan telah dilakukan oleh PT Unilever Indonesia Tbk. Melalui 5 pilar utama yang menjadi perhatian perusahaan dalam proses produksi. Sudah sepantasnya beragam upaya yang telah dilakukan oleh Unilever Indonesia, diapresiasi masyarakat Indonesia dan menjadi role model bagi perusahaan lain.

Konsumen menjadi pihak utama yang berperan dalam upaya pelestarian bumi. Garda terdepannya, sudah tentu kaum ibu yang memegang kendali utama untuk memberikan pemahaman kepada anggota keluarga, khususnya ke anak-anak mereka.
Hal inilah yang dilakukan oleh Andien, ibu rumah tangga, KOL Duta Lingkungan dan seniman kebanggaan Indonesia.

BACA JUGA:   Studi: Stres Bisa Hilangkan Kemanjuran Vaksin Covid-19

Melalui kiprahnya yang telah dilakukan secara konsisten sejak tahun 2018, Andien Memulai dari hal-hal kecil yang mudah dipahami dan dilakukan oleh anak-anak.
Menurut Andien, konsep dasarnya Reduce – Reuse – Recycle (3R) yang bisa dilakukan dari rumah.
Lebih lanjut Andien menegaskan menjadi konsumen untuk masa depan yang berkelanjutan bukanlah opsi tapi bentuk tanggung jawab.

Ajari anak sedari kecil untuk peduli lingkungan. Foto: Istimewa

Kini, Andien bertanggung jawab sebagai KOL Duta Lingkungan. Sebagai salah satu penggiat gaya hidup ramah lingkungan, ia mulai berpikir untuk berperan dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup, setelah menyadari banyaknya kerusakan yang disebabkan oleh gaya hidup kita sendiri. “Saat traveling keluarga, saya dan keluarga mengambil peran mengamankan sampah dari makanan dan minuman yang saya bawa, juga membersihkan sampah di lokasi wisata bersama suami dan anak saya.

” Di rumah, kami sekeluarga terbiasa memilih dan memilah sampah dan menjadikannya kompos. Selain mengurangi penggunaan plastik. Untuk fashion, saya mendirikan Yayasan Setali yang mengampanyekan produk fashion daur ulang, “ujar Andien.

Upaya Nyata Unilever dan Generasi Milenial

Senada dengan Andien, pendiri Zero Waste Indonesia, Maurilla Imron menyampaikan, “Saat ini kesadaran serupa yang dirasakan Andien sudah mulai berkembang luas atas tengah masyarakat, khususnya generasi milenial yang merasa bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan.” Hampir tiga tahun ini bisa terlihat dari tren yang ada di masyarakat mengenai gaya hidup berkelanjutan, khususnya generasi milenial. Ada sebuah kebanggaan tersendiri mereka melakukan itu. Influencer juga tertarik untuk membahas hidup berkelanjutan,”tegas Maurilla.

BACA JUGA:   Alami Pusing Usai Divaksin, Ini Penjelasan Dokter

Bicara andil dunia bisnis, Unilever sebagai salah satu Fast Moving Consumers Goods (FMCG), dimana produknya digunakan masyarakat sehari-hari, sudah mulai memperkuat konsep keberlanjutan dan meningkatkan produk-produk ramah lingkungannya. Upaya diwujudkan melalui lima pilar utama, yang diperhatikan perusahaan dalam proses produksi, kata Home Care Director PT Unilever Indonesia, Veronika Utama.
September lalu kita mendeclair our product dengan transisi bahan baku yang tadinya 100 persen carbon, secara parsial kami mulai transisi ke bahan baku terbarukan. Hastag #SustainabilityDay2020.

Produk Development R & D Manager Home Care Unilever Indonesia, Effendi Yonatan mengajak konsumen bisa lebih bijak dalam memilih barang-barang yang dipakai. Yang paling dasar dengan membeli produk yang sudah berizin registrasi Kemenkes. Menggunakan kemasan berbahan karbon atau plant base hingga dari segi intruksi penggunaan air.

Refill Station Unilever, cara bijak belanja ramah lingkungan. Foto: Istimewa

Tips Jadi Konsumen Bijak Ala Andien

1. Langkah awal dengan memberi pemahaman kepada anak-anak, karena mereka menjadi ujung tombak suksesnya upaya ini. Perkuat cerita dengan memutarkan audio video
agar mereka mudah tergerak untuk mengikuti tahapan-tahapan berikutnya.

BACA JUGA:   Amankah Pakai Dua Masker? Ini Penjelasannya

2. List barang belanjaan yang akan dibeli dari stok dapur yang tinggal sedikit atau habis. Biasakan tidak memborong apalagi membeli barang dalam jumlah berlebihan. Selain membuat list, usahakan belanja tidak dalam keadaan perut lapar. Ini salah satu yang memicu ibu menjadi pembelanja kalap.

3. Beli beragam produk dari perusahaan yang sudah terbukti memiliki komitmen penuh terhadap pelestarian lingkungan. Bisa disimak dan dilihat dari program, campaign atau langkah nyata mereka dari media tv, online dlsbnya. Atau penggunaan bahan dan kemasan yang ramah lingkungan.

4. Untuk produk bulanan seperti bahan pangan gula, kopi, bumbu, sabun, shampo dlsbnya, belilah produk curah dari merek terpercaya. Unilever telah menghadirkan konsep Refill Station di toko curah Saruga – Bintaro. Konsumen cukup membawa wadah atau botol kosong. Cara ini lebih murah dari segi harga, serta mengurangi dampak sampah kemasan.

5. Batasi membeli dan mengonsumsi makanan dan minuman yang dikemas memggunakan bahan atau plastik yang tidak ramah lingkungan.

6. Bawa plastik belanja ramah lingkungan. Jika sering terlupa, simpan beberapa di dalam kendaraan yang sering digunakan.

7. Sesampai di rumah, ajak anak untuk membenahi barang belanjaan. Dari sini, ibu bisa mengajarkan penggunaannya dalam takaran yang tepat seperti yang tertera pada kemasan. Ingatkan dan ajarkan pula untuk berhemat ketika menggunakan air dan listrik. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *