Atasi Kemacetan, PUPR Bangun Flyover Purwosari di Perlintasan Kereta Jalan Slamet Riyadi Solo

Dok. PUPR

Solo, WartaPenaNews – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah membangun Flyover Purwosari di Kota Solo guna mengatasi kemacetan akibat adanya perlintasan sebidang rel kereta Solo-Yogyakarta. Pembangunan flyover ini guna mendukung proyek The Java Northline Upgrading Project.

“Kami ditugasi untuk memperbaiki atau mensterilkan kurang lebih sekitar 500 perlintasan sebidang dengan jalan raya di sepanjang perlintasan rel kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Kami akan membangun fly over dan underpass hingga jembatan penyeberangan orang (JPO) termasuk perbaikan jalan lingkungan di sekitarnya,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran persnya, beberapa waktu lalu.

Pembangunan Flyover Purwosari dilakukan untuk mengatasi masalah kemacetan yang kerap terjadi pada jam sibuk di Jalan Slamet Riyadi yang dilalui arus lalu lintas dari arah Kartosuro (Yogyakarta/Semarang) menuju pusat Kota Solo. Flyover ini memiliki panjang 700 meter dengan jalan pendekat 202.40 meter (Barat) dan 240.68 meter (Timur).

Pembangunan fly over dikerjakan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan biaya Rp104,672 miliar. Total penanganannya sepanjang 2.475 meter dengan 2 lajur 2 arah dengan bahu jalan yang masing-masing lajur memiliki lebar 3,5 meter, lebar marka double di median 0,30 meter, lebar bahu 2 meter, dan lebar trotoar 0,60 meter.

Hingga 14 Februari 2020, progres kontruksi mencapai 0,877 % dari rencana 0,377%, dengan masa pelaksanaan 348 hari kalender sampai dengan 20 Desember 2020.

Underpass Kenthungan Lancarkan Akses Wisata Kaliurang
Upaya meningkatkan kelancaran lalu lintas juga dilakukan Kementerian PUPR dengan menyelesaikan pembangunan Underpass Kenthungan yang berada di simpang empat Jalan Kaliurang-Ringroad Utara. Kehadiran underpass sepanjang 900 meter tersebut telah memberikan manfaat untuk mengurai simpul kemacetan akibat pertemuan lalu lintas dari empat arah antara Jalan Kaliurang dengan Jalan Padjajaran.

Pembangunannya dilaksanakan sejak tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp 110 miliar dikerjakan kontraktor PT. Istaka Karya (Persero). Konstruksi underpass terdiri dari 2 lajur berupa terowongan (slab tertutup) sepanjang 224 meter, jalan pendekat arah Timur dan Barat masing-masing sepanjang 386 meter dan 288 meter. (rob)