Babak Baru Sinergi

oleh -

Oleh : Hari Utomo

Tadi pagi ada dering telpon di HP ketika sedang siap siap mau kekantor. ” Selamat ya Mas, alhamdulillah saya dengar ventilatornya sdh lolos uji Kemenkes RI”, sapa Mayor Jendral Nugroho Budi, Pangdam 3 Siliwangi. Alhamdulillah, terimakasih pak Jendral. Beberapa kali saya menyampaikan perkembangan terbaru Ventilator Vent-I kepada beliau.

Mayjen TNI Budi Nugroho Wiryanto adalah perwira TNI tertinggi yg menyempatkan hadir untuk melihat bagaimana para inventor dan mahasiswa sedang sibuk mempersiapkan prototype ventilator di awal bulan April kemarin.

Ditemani oleh beberapa pengawal, direktur RS Dustira serta Kepala Kesehatan Kodam Siliwangi hadir untuk melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana prototype Vent- I di kerjakan. Saat itu terlihat beliau sangat antusias mendengar penjelasan Dr. Syarif Hidayat yg CPAP ventilator dan fungsinya. Sesekali nampak terjadi diskusi yg seru.

Tidak puas hanya mendengarkan penjelasan saja, Mayjen TNI Budi Nugroho penasaran untuk mencoba secara langsung bagaimana kinerja ventilator tersebut.

Dengan sigap tim engineer menyiapkan masker ventilator dan memasangkan pada muka pak Jendral. Terlihat beliau nampak puas dengan fungsi ventilator tersebut. Kemudian meminta kepada direktur RS Dustira untuk ikut mencoba juga ventilator tersebut.

Perhatian pemerintah juga tidak kalah besarnya. Beberapa kali tim inventor dan tim dokter di undang untuk ikut Vicon bersama Wamen BUMN 1 yg diikuti oleh para inventor dari perguruan tinggi dan lembaga penelitian terkemuka seperti BPPT dan LIPI.

Kementerian Kesehatan pun tidak ketinggalan mengundang untuk Vicon yg diikuti juga oleh para stake holder uji peralatan serta ijin edar di Kemenkes.

Bahkan Menteri Pertahanan, Jendral Parbowo Subianto juga tidak lupa mengajak Vicon untuk mengetahui progres update terbaru pembuatan prototype ventilator kepada tim pengembang ventilator. Mengetahui salah satu kesulitan tim inventor dari Bandung untuk melakukan testing kinerja ventilator karena tidak memiliki peralatan gas Flow analyzer, beliau langsung membelikan alat tersebut walaupun harganya setara dengan 1 buah mobil Expander. Luar biasa.

Banyak pejabat tinggi, para mantan rektor PTN, Mantan Mendiknas Prof. Dr M Nuh yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Wakaf Indonesia ikut bangga dan mengucapkan selamat atas prestasi Masjid Salman ITB, ITB dan Unpad atas lolosnya uji ventilator Vent-I oleh BPFK Jakarta.
Ada juga teman saya yg pendeta kristen dan pimpinan umat Budha Tsu Chi yg bangga dan mengucapkan selamat atas keberhasilan Inventor Masjid Salman ITB-Institut Teknologi Bandung dan Universitas Padjadjaran membuat ventilator CPAP ini.

Sore tadi Kang Ridwal Kamil, Gubernur Jabar juga menyempatkan mengunjungi Vent-I yg sedang disiapkan produksi massal di PT Dirgantara Indonesia. Kang Emil bangga industri industri di Jawa Barat bisa membantu produksi ventilator yg akan menolong banyak penderita Covid19.

Tidak lupa Kang Emil berjanji untuk membeli 105 unit ventilator Vent- I untuk rumah sakit rujukan Covid19 di Jawa Barat. Semoga bukan janji kampanye.

Suasana kebersamaan, persaudaraan, kerjasama dan saling pengertian antara komponen bangsa ini akan menjadi modal sosial bagi bangsa ini untuk maju menjadi yg terdepan.

Kita tidak perlu membeda bedakan asal usul kita, golongan kita ketika ingin membantu saudara saudara yg sedang mengalami musibah covid19. Semoga dgn musibah Covid19 ini menjadi babak baru untyk berkolaborasi dan bersinergi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *