Benarkah Pakai Kacamata Bisa Mencegah Penyebaran COVID-19?

oleh -
Seorang pendukung Kerajaan Thailand mengenakan beragam atribut dalam demonstrasi menyokong pemerintah dan kerajaan

WartaPenaNews, Jakarta – Sebuah studi yang dirilis baru-baru ini mengatakan bahwa ada kemungkinan pemakai kacamata lebih terlindungi dari virus corona ketimbang mereka yang tidak memakai kacamata.

Ini merupakan studi pertama yang menyorot kaitan antara penggunaan kacamata dan tingkat penyebaran virus corona, kata peneliti.

Menurut sejumlah ilmuwan tersebut, persentase pasien Covid-19 di rumah sakit tersebut lebih kecil dibandingkan dengan penderita miopi, yang tercatat sebesar 31,5% dari populasi keseluruhan di Provinsi Hubei, China.

“Ini mengindikasikan bahwa pemakai kacamata sehari-hari mungkin kurang rentan terhadap penularan Covid-19,” kata peneliti.

Tim peneliti itu terdiri dari delapan dokter dan periset di sejumlah rumah sakit dan universitas di China, seperti Universitas Nanchang, Universitas Kedokteran Gannan di Ganzhou, dan rumah sakit Suizhou Zengdu.

BACA JUGA:   Pangandaran Diguncang Gempa 5,9 Magnitudo, Warga Panik

Penelitian itu mendapati dari 276 pasien Covid-19 hanya 16 pasien, atau kurang dari 6%, yang mengenakan kaca mata selama lebih dari delapan jam per hari karena rabun jauh atau miopi.

Studi ini dilakukan terhadap pasien yang dirawat di sebuah rumah sakit di Suizhou, China, dari periode 27 Januari sampai 13 Maret,

Lantas, apakah ini berarti semua orang harus memakai kacamata atau perlindungan mata lainnya guna mencegah penularan virus corona?

Mengapa hasil penelitian ini disebut `sangat provokatif`?

Riset tersebut dirilis di jurnal ilmiah The Journal of the American Medical Association (JAMA) Ophthalmology pada 16 September lalu.

BACA JUGA:   Khasiat Tersembunyi Bawang Merah Mentah

Laporan ini juga disertai komentar Dr Lisa L Maragakis, spesialis penyakit menular dari Departemen Kedokteran, Universitas Johns Hopkins, yang berbasis di Baltimore, Amerika Serikat.

Dr Lisa mengatakan bahwa masih dibutuhkan “lebih banyak” data sebelum mengambil kesimpulan bahwa pemakai kacamata lebih terlindungi dari virus corona ketimbang mereka yang tidak memakainya.

Ia juga mengatakan metode perbandingan dalam penelitian tersebut bisa lebih diperbaiki.

“Artikel yang ditulis oleh Weibiao [Zeng] dan koleganya di China tersebut berasal dari masa-masa awal pandemi, bulan Maret.”

“Dan mereka memiliki observasi yang menarik bahwa dari semua pasien yang dirawat di rumah sakit [Suizhou] karena covid-19, jumlah pasien yang memakai kacamata lebih sedikit, jika dibandingkan dengan pemakai kacamata di populasi umum.

BACA JUGA:   Libur Panjang, Bogor Akan Lakukan Rapid dan Swab Test Secara Massal

“Mereka mencapai kesimpulan bahwa kacamata mungkin dapat melindungi publik dari penyakit ini.

“Studi ini sangat provokatif. Ini mengatakan bahwa mungkin kacamata dapat melindungi kita dari terjangkit Covid-19.

“Namun saya mewanti-wanti bahwa… ini hanyalah satu studi, kita membutuhkan lebih banyak data sehingga kita bisa mencapai kesimpulan bahwa memakai kacamata di ruang publik akan memberi perlindungan tambahan,” kata Dr Lisa saat dihubungi BBC Indonesia lewat sambungan telpon. (mus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *