26 May 2024 - 03:32 3:32

BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Bulan Agustus

WartaPenaNews, Jakarta – Bidang Klimatologi Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis puncak musim kemarau tahun ini berlangsung pada bulan Agustus-September. Perkiraan ini didasari atas fenomena peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi angin Timuran (Monsun Australia).

Depuit Bidang Klimatologi BMKG Herizal menjelaskan, dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 79 ZOM di wilayah Nusa Tenggara, Bali dan Jawa. diprediksi akan mengawali musim kemarau lebih dulu pada bulan April nanti.

“Sementara itu 96 ZOM di Sumatra, sebagaian Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua akan masuk awal musim kemaraunya di bulan Juni,” jelasnya, Kamis (7/3).

Ia menambahkan, BMKG mengingatkan masyarakat bahwa perlu diwaspadai wilayah-wilayah yang akan mengalami musim kemarau lebih awal yaitu di sebagian wilayah NTT, NTB, Jawa Timur bagian Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat bagian tengah dan Selatan, Sebagian Lampung, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan dan Riau serta Kalimantan Timur dan Selatan.

“Kewaspadaan dan antisipasi dini juga diperlukan untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya yaitu di wilayah NTT, NTB, Bali, Jawa bagian Selatan dan Utara, Sebagian Sumatra, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Merauke,” jelasnya.

Secara umum, puncak musim kemarau 2019 diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus-September. “Kita juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk bersiap terhadap kemungkinan dampak musim kemarau seperti kebakaran hutan dan lahan dan ketersediaan air bersih,” terangnya.

Terpisah, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan, sepekan ke depan, potensi curah hujan tinggi masih akan terjadi di beberapa wilayah Indonesia. “Kapal-kapal yang melewati perairan barat Sumatra, wilayah Samudra Hindia di Selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga wilayah perairan Laut Arafuru bagian Barat untuk meningkatkan kewaspadaan karena tinggi gelombang diperkirakan antara 2.5 meter 4 meter,” jelasnya.

Mulyono menambahkan, pada bulan ini, Indonesia memasuki periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga potensi hujan cukup rendah terutama di wilayah Pantai Timur Sumatra, utamanya wilayah Riau dan sekitarnya. “Maka perlu diwaspadai adanya peningkatan potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, dari hasil Fire Danger Rating System (FDRS) per 5 Maret 2019,potensi kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi. Seperti di wilayah Sumatra Utara bagian Timur, Riau bagian Timur, Kep. Riau, Jambi bagian Timur, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Sulawesi bagian Utara dan Maluku Utara. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
25 May 2024 - 12:41
Terjadi Lagi, Bus Rombongan Study Tour Alami Kecelakaan di Sumsel

WARTAPENANEWS.COM – Kecelakaan bus rombongan study tour kembali terjadi, kali ini dialami oleh bus membawa rombongan study tour Sekolah Dasar (SD) yang diduga dari Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Sumatera

01
|
25 May 2024 - 11:38
Di Wilayah Ini, Kendaraan Tanpa Pelat Nomor Makin Marak

WARTAPENANEWS.COM –  Kendaraan bermotor baik sepeda motor maupun mobil tanpa pelat nomor (TNKB) kembali marak di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Ironisnya, para pengemudi kendaraan ini rata-rata mengemudi secara ugal-ugalan

02
|
25 May 2024 - 10:39
Makin Meluas, Ada 47 RT di Jakarta yang Terendam Banjir

WARTAPENANEWS.COM – Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya mulai Jumat (24/5), menimbulkan genangan dan banjir di sejumlah wilayah, Sabtu (25/5). BPBD DKI melaporkan, banjir siang ini meluas hingga ke

03