29 Januari 2023 - 06:04 6:04
728x90

BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Bulan Agustus

WartaPenaNews, Jakarta – Bidang Klimatologi Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis puncak musim kemarau tahun ini berlangsung pada bulan Agustus-September. Perkiraan ini didasari atas fenomena peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi angin Timuran (Monsun Australia).

Depuit Bidang Klimatologi BMKG Herizal menjelaskan, dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 79 ZOM di wilayah Nusa Tenggara, Bali dan Jawa. diprediksi akan mengawali musim kemarau lebih dulu pada bulan April nanti.

“Sementara itu 96 ZOM di Sumatra, sebagaian Jawa, Sulawesi, Maluku dan Papua akan masuk awal musim kemaraunya di bulan Juni,” jelasnya, Kamis (7/3).

Ia menambahkan, BMKG mengingatkan masyarakat bahwa perlu diwaspadai wilayah-wilayah yang akan mengalami musim kemarau lebih awal yaitu di sebagian wilayah NTT, NTB, Jawa Timur bagian Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat bagian tengah dan Selatan, Sebagian Lampung, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan dan Riau serta Kalimantan Timur dan Selatan.

“Kewaspadaan dan antisipasi dini juga diperlukan untuk wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami musim kemarau lebih kering dari normalnya yaitu di wilayah NTT, NTB, Bali, Jawa bagian Selatan dan Utara, Sebagian Sumatra, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Merauke,” jelasnya.

Secara umum, puncak musim kemarau 2019 diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus-September. “Kita juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk bersiap terhadap kemungkinan dampak musim kemarau seperti kebakaran hutan dan lahan dan ketersediaan air bersih,” terangnya.

Terpisah, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan, sepekan ke depan, potensi curah hujan tinggi masih akan terjadi di beberapa wilayah Indonesia. “Kapal-kapal yang melewati perairan barat Sumatra, wilayah Samudra Hindia di Selatan Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga wilayah perairan Laut Arafuru bagian Barat untuk meningkatkan kewaspadaan karena tinggi gelombang diperkirakan antara 2.5 meter 4 meter,” jelasnya.

Mulyono menambahkan, pada bulan ini, Indonesia memasuki periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga potensi hujan cukup rendah terutama di wilayah Pantai Timur Sumatra, utamanya wilayah Riau dan sekitarnya. “Maka perlu diwaspadai adanya peningkatan potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, dari hasil Fire Danger Rating System (FDRS) per 5 Maret 2019,potensi kebakaran hutan dan lahan masih cukup tinggi. Seperti di wilayah Sumatra Utara bagian Timur, Riau bagian Timur, Kep. Riau, Jambi bagian Timur, Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Sulawesi bagian Utara dan Maluku Utara. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Pelaku Pembunuhan Ojol di Tangerang Ternyata Bukan Ojol
garis polisi
Dibakar Hidup-hidup, Wanita Paruh Baya di Sorong Meregang Nyawa
film
Deretan Film Semi China Terbaik
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
ahy
Usung Anies Capres, AHY Ajak NasDem-PKS Segera Bentuk Sekretariat Perubahan
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
bharada e
Tuntutan Terhadap Richard Eliezer Dinilai Janggal
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
satu 1
Ketua Komite Yudisial Asprov PSSI Sulut Dorong Devanda Aditya Putra Jadi Sekjen PSSI

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
28 Januari 2023 - 21:36
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak

wartapenanews.com -  " Saat dunia krisis energi tak terbaharukan, sejumlah kebijakan dan upaya dilakukan pemerintah dan staken holder dengan menghadirkan alternatif energi alam yang ramah lingkungan. Energi alam terbaharukan ini

01
|
28 Januari 2023 - 21:31
Rayakan Hari jadi ke 110 Tahun Sharp Gaungkan Kampaye Pelestarian Lingkungan ke Siswa Sekolah

wartapenanews.com - Berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama tahun 2022 volume sampah di Indonesia mencapai 17.729.071 sampah per tahunnya. Sebesar 18,3%-nya adalah sampah plastik. Saat

02
|
28 Januari 2023 - 12:40
Biaya Haji Naik Jangan Panik, Arrum Haji Pegadaian Jadi Solusi Wujudkan Niat Baik

wartapenanews.com -  Usulan kenaikan biaya haji tengah menjadi perbincangan publik. Tak hanya memakan waktu tunggu keberangkatan yang semakin lama, melainkan biaya haji yang nyaris naik dua kali lipat dibandingkan tahun

03