17 June 2024 - 00:23 0:23

Bryan Wijaya, Jatuh Cinta Pada Digital Marketing

Bryan Wijaya, Jatuh Cinta Pada Digital Marketing

WartaPenaNews, Jakarta – Sukses meraup keuntungan dari bisnis properti hingga Rp 1 Miliar di usia muda, membuat Bryan Wijaya semakin mantap untuk membesarkan bisnis property yang kembangkan. Terbukti entrepreneur muda kelahiran Perth, 21 Februari 1994 ini, kini menjadi komisaris dua perusahaan yang bergerak di sektor ini.

Bryan  berterus terang keberhasilannya di sektor property tak lepas karena memanfaatkan teknologi digital yang dikuasainya sejak mengikuti program diploma bidang properti di Australia. Mengambil sedikit kutipan co-founder Alibaba, Jack Ma yang menyebut hal penting dalam lini bisnis adalah “Big Data”, internet of things, dan cloud computing. Bryan pun mengiyakan bahwa Big Data telah diyakininya menjadi penunjang dalam lini bisnis perumahan. Terutama bagaimana memanfaatkan data tadi dalam digital marketing.

Bryan mengaku kemampuannya berbisnis properti banyak ditempa saat belajar di Australia, bahkan di negara tersebut dirinya sudah menjalankan bisnis properti serta kembali mampu menghasilkan miliaran. “Saya melihat penjualan produk properti di Indonesia masih menggunakan cara-cara konvensional dengan menyodorkan spesifikasi teknis bangunan. Padahal banyak hal yang dapat ditawarkan agar pasar bisa menyerap,” jelas dia.

Raup Rp 1 Miliar di Usia Muda

Marketing merupakan dunia yang sangat akrab dengan Bryan Wijaya. Sejak kecil Bryan sangat cemerlang dalam pelajaran Matematika, hal ini menjadi alsan mengapa, ayahnya seorang Trader Saham, mulai mengajarkan Bryan bagaimana cara bermain saham sejak ia berumur 10 tahun.

Diakuinya dari sanalah, ia banyak belajar mengenai ilmu trading dan beberapa industri finance lainnya. Dan ketertarikannya di dunia property dimulai pada saat ia berumur 15 tahun. Saat itu ia bertemu dengan mentor pertamanya, yang berpengalaman dalam strategi property dan finance di beberapa Negara termasuk Australia, Amerika, dan Eropa.

“Sekitar tahun 2009, saya memulai bisnis property pertamanya bersama keluarga. Saat itu baru lulus SMP, dan memang saya mengerjakan bisnis ini sambil bersekolah, berbekal itu dlam waktu kurang dari 4 tahun saya berhasil mempunyai lebih dari 25 properti di Australia. Dan melalui bisnis ini pula saya berhasil mengumpulkan Rp 1 Miliar pertama saya di usia 18 tahun,” ceritanya bangga.

Namun, Bryan sadar, kapasitasnya harus dikembangkan. Itu sebabnya di 2012 Bryan nekat untuk keluar dari bisnis keluarga dan mendirikan usaha sendiri dengan jual beli property yang sudah direnovasi. Dan selang setahun kemudian, di 2013, Bryan berhasil mengumpulkan Rp 1 Miliar yang kedua.

Digital Marketing Jadi Cara Jitu Jualan Properti di Zaman Now

Kepiawaiannya dalam berjualan, tak ayal membuat Bryan semakin yakin dengan bisnis yang ia kembangkan. Ia sadar bahwa Marketing tak sekedar pandai berbicara, tetapi harus menggunakan strategi. Inilah awal mula Bryan berkenalan dengan digital marketing.

Perkenalannya dengan digital marketing dimulai sewaktu ia ingin menjual property miliknya. Seperti layaknya pemilik property pada umumnya, ia menjual propertinya melalui melalui situs online seperti Gumtree.com dan realestate.com.au dan juga media konvensional seperti iklan koran, spanduk dan poster.

Sedikit teknik dibagiakan oleh Bryan  yakni awal yang harus diterapkan di bisnis properti yakni membuat target pasar, hanya saja jangan berharap dari target tersebut 100 persen dapat dicapai. Sebut tercapai 50 persen sudah bagus, namun dari target tersebut data harus sudah dipegang. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui kebiasaan dari konsumen sebagai contoh saat ini populasi di Indonesia mayoritas diisi usia 20 sampai 30 tahun yang akan memegang peranan dalam pembangunan ke depannya.

“Data yang telahkita punya, kemudian dipecah-pecah sesuai kelasnya seperti untuk kelas menengah bawah maka yang menjadi prioritas masih di sektor asuransi kesehatan, sedangkan di kelas menengah masih berkaitan dengan gadget, sedangkan untuk menengah atas lebih mengarah kepada gaya hidup seperti mobil dan jam tangan. Intinya, di sini harus menguasai pasar siapa yang akan dituju. Saya bisa berhasil seperti sekarang karena bisa memberikan uang muka dan angsuran yang terjangkau bagi pembeli,” ujar lelaki yang mengawali bisnis propertinya di di Australia dijalankan dengan membeli rumah-rumah yang masih dalam masa angsuran bank.

Bryan mengatakan  bisnis properti  yang dijalankan tersebut semuanya berbasis teknologi informasi dengan memfanfaatkan website dan media sosial atau dikenal sebagai digital marketing. “Semakin lama saya menyadari bahwa banyak dari rumah-rumah yang saya itu lebih banyak yang terjual itu pembelinya melalui media internet dibandingkan dengan media konvensional. Meskipun begitu, semakin kesini saya merasa biaya untuk memasang listing iklan property di situs online semakin lama makin naik harganya. Oleh karena itu pulalah pada akhirnya saya berfikir untuk mempelajari digital marketing,”

Dari situ Iah kemudian Bryan mempraktekkan ilmu yang dimiliki dengan membuat sendiri campaign ads, video marketing, social media dan copywriting, dan pada akhirnya mampu membuatnya bisa menjual ratusan unit tanah dan rumah tanpa menggunakan iklan lain.

Banyak dari strategi-strategi marketing yang ia gunakan berawal dari metode yang telah di kembangkan melalui berbagai ratusan split-testing ads campaign.  “Yang utama adalah content. Dalam dunia marketing, kita tak sekedar bicara mengenai keunggulan produk, namun bagaimana agar orang tertarik untuk membeli produk kita, maka konten yang kita sajikan haruslah menarik dan menghibur,” ujar pemilik strategi yang terinspirasi oleh Top digital marketer dari Amerika, Inggris dan Australia.

Tangan dingin Bryan terbukti sukses menularkan digital marketing di Indonesia.  Sejak memulai debutnya di Indonesia, di tahun 2016,ia telah sukses menggunakan strategi digital marketing miliknya untuk menarik minat lebih dari 25.000 orang dalam data basenya, menarik minat lebih dari 5000 orang untuk menghadiri acara live eventnya dan juga seminar untuk menjual berbagai macam proyek di seluruh Indonesia, mulai dari Villa Exotic di Gili Trawangan dan Bali, hingga proyek perumahan di Surabaya dan Bandung, serta berbagai event di Jakarta.

“Baru saja beberapa waktu lalu saya berhasil menjual habis tanah kavling di kawasan Nagrek Jawa Barat dengan harga hanya Rp40 juta saja untuk tanah seluas 60 meter persegi. Terkait kesusksesan saya melalui strategi digital marketing ini pun, saya sudah menyiapakan perangkatnya bagi masyarakat yang ingin menggelutinya bisa bergabung termasuk mempraktekan berjualan,” tutup penggemar Game Online ini. (Olf)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
15 June 2024 - 13:16
Libur Iduladha, Penumpang Kereta di Yogyakarta Meningkat

WARTAPENANEWS.COM – Jelang Idul Adha 2024, penjualan tiket kereta api jarak jauh keberangkatan awal stasiun di Daop 6 mengalami peningkatan. Total ada 88.401 tiket yang terjual untuk tanggal 13 Juni

01
|
15 June 2024 - 12:37
Sepanjang 2024, 1.008 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Bantul

WARTAPENANEWS.COM – Polres Bantul mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2024 ini ada 1.008 kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bantul. Dari jumlah itu, 1.258 orang luka ringan dan 71 orang meninggal

02
|
15 June 2024 - 12:14
Jalanan di Jakarta Lengang saat Libur Panjang Idul Adha

WARTAPENANEWS.COM – Long weekend Hari Raya Idul Adha membuat sejumlah ruas jalan di Jakarta tampak lengang dari padatnya kendaraan. Idul Adha akan dirayakan pada Senin (17/6) mendatang. Libur panjang digunakan

03