Chef Devi Octavia Hadirkan Tren Kue Perancis di Indonesia

oleh -
ki-ka : Evan Rahmansyah (Marketing), Andrye Setiawan (pemilik dan CEO) dan Devi Octavia, Executive Pastry Chef. Foto: Istimewa

WartaPenaNews, Jakarta – Budaya Perancis menjadi acuan lifestyle masyarakat dunia.

Bagi yang pernah singgah di Paris, pastinya belum bisa move on dong dengan gaya hidup Parisien yang kerap dijumpai di cafe-cafe mungil nan artistik tengah menikmati kue klasik Perancis yang lezat.

Lama bekerja di Perancis sebagai pastry Chef, Devi memilih pulang dan bergabung di Exquise Patisserie. Misinya menyebarkan gairah hidup melalui kue-kue premium Perancis nan otentik agar masyarakat Indonesia bisa segera move on, agaknya telah berhasil.

Masyarakat Jakarta memasukan Exquise Patisserie sebagai tempat kongkow terdepan.
Tiga gerai yang dikonsep dengan interior klasik Perancis, kental dengan unsur floral yang tak lekang zaman sukses memikat pengunjung.

Exquise Patisserie menjadi semacam kanvas kuliner ragam kue-kue klasik Perancis, yang di Indonesia dikenal sebagai kue dengan image mewah.

Devi melihat perbedaan budaya antara masyarakat Perancis dengan Indonesia seputar selera serta kebiasaan bersantap, lalu membuat pendekatan melalui ‘diplomasi’ kuliner dari varian, rasa, penampilan serta harga yang membumi!

Walau premium dengan cita rasa prima, bahan baku yang digunakan sebagian besar berasal dari Indonesia. “Ragam buah segar dengan musim yang silih berganti menghadirkan inspirasi buat saya untuk banyak berkreasi. Kandungan bahan lokal lain seperti lemak, gula pasir serta terigu dipilih dari kualitas premium,” katanya.

Flower Tart, salah satu varian ‘Summer Series’ Foto: Istimewa

Summer Series, Perayaan Rasa Trio Kue Klasik

Menyebarkan semangat hidup di masa pandemi, serta ungkapan syukur atas kehadiran gerai baru di Kelapa Gading, Devi menghadirkan varian kue baru “Summer Series” yang isinya berupa eclairs, sus berisi krim manis berbentuk lonjong, flower tart yang mengedepankan cokelat Belgia premium dan St. honore, kue berbentuk bundar menawarkan kelembutan sejati dari rasa manis yang pas di lidah.

Walau masih harus belajar banyak soal selera, serta kebiasaan masyarakat Indonesia ketika menikmati kue, menurut Devi sebagian besar telah mampu mengapresiasi
tatanan masyarakat Perancis dengan baik. Indikasinya dari selera pengunjung yang menginginkan cita rasa real dari bahan alami premium. Dan, mereka tahu itu!

Perancis menjadi negara yang membawa pengaruh besar bagi keahliannya dalam mengolah kue-kue klasik. Kepercayaan diri, serta pengetahuan yang cukup tinggi mampu menghadirkan tim produksi yang konsisten menghadirkan puluhan produk premium di Exquise Patisserie.

Tak ingin hanya dikenal sebagai Pastry Chef Perancis, ke depan, Devi
ingin mengembangkan kue-kue klasik Indonesia seperti jajan pasar menjadi ikon di tingkat global.

Penggemar citarasa gurih terpuaskan dari hadirnya varian Quiche. Foto: istimewa.

“Saya masih melihat masih banyak peluang untuk mengeksplor keberagaman pangan lokal Indonesia menjadi produk berdaya saing tinggi. Salah satunya potensi jajan pasar pasar yang menjadi konsen dan planning ke depan. Jajan pasar Indonesia memiliki poin selling dari keberagaman, rasa, keunikan serta cerita yang jika di up-grade secara maksimal mampu menghadirkan ikon baru kuliner Indonesia.”

Kiranya upaya Devi Octavia sebagai diplomat kuliner, selayaknya diapresiasi oleh masyarakat Indonesia. (bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.