23 June 2024 - 14:10 14:10

Dihadapan DPR, Kementerian PUPR Berkomitmen Lanjutkan Pembangunan Rumah Bagi Korban Bencana

WartaPenaNews, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas publik dan rumah masyarakat yang rusak akibat bencana di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tengah (Sulteng), Banten, dan Lampung.

Hal tersebut disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Tim Pengawas Penanggulangan Bencana Nusa Tenggara Barat, Palu, dan Lampung DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon di Ruang Nusantara II Gedung MPR/DPR, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2019).

Dalam rapat tersebut, Menteri Basuki menyampaikan progres rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR. Di Provinsi NTB, rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan fasilitas umum dilakukan dengan pembangunan kembali. Hal ini dikarenakan masih adanya lahan yang luas sebagai lokasi baru fasilitas umum.

Untuk rekonstruksi fasilitas publik, dari total yang dilaporkan sebanyak 1.317 bangunan yang rusak akibat gempa di NTB terdiri dari bangunan pendidikan, rumah ibadah, rumah sakit, pasar dan bangunan lainnya, sebanyak 1.230 bangunan sudah terverifikasi untuk diperbaiki.

“Untuk fasilitas publik ini saya tidak khawatir. Yang ditangani oleh Kementerian PUPR sebanyak 517 fasilitas publik, dengan rincian yang sedang proses pembangunan sebanyak 145 dan 332 fasilitas publik sudah selesai dibangun. Sedangkan sisanya sebanyak 713 fasilitas publik dibangun oleh pihak lain seperti melalui CSR, Swadaya, dan sumbangan organisasi lainnya,” ujar Menteri Basuki.

Sementara rehab dan rekon rumah yang rusak dilakukan secara gotong royong melibatkan kelompok masyarakat dengan model Rekompak (Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis Komunitas). Dengan demikian masyarakat yang rumahnya rusak tidak hanya menjadi penonton.

Dari hasil verifikasi BNPB sebanyak 75.138 rumah rusak berat dan telah ditetapkan oleh Surat Keputusan Bupati sebanyak 74.092 rumah. Masyarakat yang memilih membangun RISHA ada 3.873, Rumah Instan Kayu (RIKA) sebanyak 7.832, Rumah Instan Konvensional (RIKO) sebanyak 6.318, Rumah Cetak Indonesia (RCI) sebanyak 56, dan Rumah Instan Sederhana Baja (RISBA) sebanyak 333 unit. Dari total 18.412 unit, sudah dibangun sebanyak 4.670 unit dimana sebagian sudah selesai.

Dalam membangun rumah tahan gempa, masyarakat didampingi oleh fasilitator. Saat ini terdapat 766 orang fasilitator termasuk CPNS PUPR, sementara kebutuhannya diperkirakan sebanyak 2.700-3.000 fasilitator. ““Kita berupaya untuk mempercepat, diantaranya dengan meningkatkan jumlah tenaga kerja dan pasokan bahan bangunannya. Saat ini kami sedang melatih 600 CPNS PUPR sehingga nanti akan menjadi 1.366 Fasilitator. Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menyampaikan dukungan dari TNI sebanyak 1.500 orang sehingga total sebanyak 2.866 fasilitator,” Kata Menteri Basuki

Berbeda dengan NTB, rehab dan rekon di Palu, Donggala dan Sigi di Provinsi Sulteng dilakukan dengan merelokasi tempat tinggal penduduk, terutama untuk permukiman warga yang terdampak tsunami dan likuifaksi. “Untuk relokasi itu dibutuhkan proses, termasuk penentuan lokasi dan pengadaan lahan yang saat ini masih diproses di Kementerian ATR/BPN. Untuk itu kita bangunkan Hunian Sementara (Huntara),” katanya.

Dikatakan Menteri Basuki, dari rencana Huntara sebanyak 699 unit yang tersebar di 72 lokasi, saat ini sebanyak 691 unit di 72 lokasi sudah dikerjakan, dimana 231 unit sudah selesai dan 26 unit sudah dihuni. Ditargetkan seluruh huntara yang dibangun dapat rampung selambat-lambatnya pada akhir Februari 2019.

“Tugas kami adalah menyediakan huntara, sementara untuk proses penghunian akan diatur lebih lanjut oleh Pemerintah Daerah,” jelas Menteri Basuki.

Sedangkan untuk penanganan pasca bencana di Provinsi Lampung Selatan dan Banten, Menteri Basuki menyatakan juga akan menggunakan konsep relokasi dengan tujuan untuk mengatur ulang penataan ruang di Pandeglang dan Lampung dimana masih ada beberapa permukiman yang berada langsung di bibir pantai.

Sebanyak 558 unit rumah di Kabupaten Lampung Selatan dilaporkan rusak berat, dengan rencana akan diganti lewat pembangunan Rumah Khusus (Rusus) dan 714 unit rumah rusak berat di Pandeglang akan dibantu lewat skema BSPS dan 308 unit rumah akan dibangun Rusus. (rob)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
23 June 2024 - 09:25
Sharp Semarakan Jakarta Fair Kemayoran 2024 Hadirkan Promo Menarik

WARTAPENANEWS.COM – Sharp kembali ramaikan Jakarta Fair Kemayoran 2024 yang akan berlangsung selama satu bulan penuh dari tanggal 12 Juni – 14 Juli 2024 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Menempati area

01
|
22 June 2024 - 12:05
Kominfo Belum Bisa Pulihkan Usai 55 Jam Server PDN Eror

WARTAPENANEWS.COM –  Server Pusat Data Nasional (PDN) Kominfo masih mengalami gangguan hingga Sabtu (22/6) pukul 11.00 WIB. Gangguan server ini pertama kali diketahui pada Kamis (20/6) pukul 04.00 WIB yang

02
|
22 June 2024 - 11:16
Usai Pandemi, Bisnis Sepeda Lesu hingga Banting Harga

WARTAPENANEWS.COM – Bisnis sepeda usai era pandemi Covid-19 kini lesu. Seperti dialami toko-toko sepeda di berbagai penjuru AS yang menghadapi kesulitan setelah penjualan yang marak pada awal pandemi lalu. Menurut

03