Disability Corner Malang Kuliner Dapat Dukungan Penuh Perusahaan Marketplace

oleh -
malang kuliner
Peresmian disability corner Malang Kuliner. Foto: IST

WartaPenaNews, Malang – Acara  launching disability corner Malang Kuliner disambut baik oleh Wakil Ketua I TP PKK Kota Malang Elly Estiningstyas Edi Jarwoko yang juga istri Wakil Wali Kota Malang.

Menurut Elly, galeri komunitas Malang Kuliner yang di dalamnya terdapat penyandang disabilitas Malang Raya dan bergabungnya Dinas Sosial Jawa Timur lewat program JANETA dinilai sangat bermanfaat karena bisa saling bersinergi.

“Saya kira ini sangat baik karena bisa untuk membantu saudara-saudara kita penyandang difabel,” kata Elly.

Acara grand opening disability corner Malang Kuliner dengan nama Pusat Oleh-Oleh Nusantara ini disponsori manajemen Malang Kuliner berkolaborasi dengan DFP USAID Mitra Kunci.

Sementara itu, pengurus sekaligus pemilik Malang Kuliner Sukrisni Handayani mengatakan, galeri komunitas itu juga memajang hasil UMKM para penyandang difabel. Mulai dari kriya sampai pada makanan-minuman olahan.

BACA JUGA:   SP Ketenagalistrikan Tolak Holdingisasi dan Privatisasi Sektor Usaha Ketenagalistrikan

 

“Termasuk testimoni pembuatan keset dan pijat refleksi dengan harapan bahwa teman” difabel setelah diberikan pelatihan akan mempunyai skill sehingga mereka bisa mandiri dalam hidup tidak bergantung atau menjadi beban keluarga,” kata Sukrisni yang juga akrab disapa Mbak Yani itu.

Yang lebih menggembirakan, galeri komunitas ini juga mendapat atensi dari marketplace seperti tokopedia, shopee, dan blibli.

Menurutnya, kepedulian dari para komunitas dan swasta dapat menambah semangat para penyandang difabel untuk berkarya dan menyongsong hari depan agar lebih baik.

“Sehingga keberadaan mereka (penyandang difabel) justru membawa manfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitar,” katanya.

Yani mengatakan, awalnya dia membuka galeri komunitas Malang Kuliner ini untuk membantu para pelaku UMKM di Kota Malang yang terdampak pandemi. Yani berharap bisa mengkoordinir pelaku UMKM dan membantu pemasarannya dengan menyalurkan ke beberapa toko, termasuk toko di luar Kota Malang.

BACA JUGA:   Wisma Atlet Si Jalak Harupat Akan Digunakan Sebagai Tempat Isolasi

“Sejauh ini, sudah ada sekitar 30 toko yang ada di Jawa. Ke depan, nanti pemasarannya juga merambah ke luar Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera. Bahkan kalau perlu, ke depannya kita bisa ekspor ke luar negeri,” kata dia.

Menurutnya, disebut Pusat Oleh-Oleh Nusantara karena produknya dari hasil UKM seluruh Indonesia. Dia sangat berharap, platform ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku UMKM, terutama para penyandang difabel.

“Sebenarnya saya pembina disabilitas. Jadi kemarin, kebetulan bertemu dengan Bu Titing Rara Wulansari (district fokal point wilayah Malang atau pendamping kaum difabel). Beliau kemudian minta tolong untuk membantu membina seluruh anggota belia. Karena selama ini belum ada yang membantu memasarkan produk teman-teman disabilitas,” katanya.

BACA JUGA:   Polres Trenggalek Raih Tiga Rekor MURI dan Terima Penghargaan Komnas PA

Sementara itu, District Fokal Point Kota Malang Titing Rara Wulansari memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap apa yang dilakukan Yani, utamanya untuk kaum difabel.

“Ini adalah bentuk kepedulian yang luar biasa terhadap penyandang difabel. Apalagi, ini dilakukan di tengah situasi pandemi yang berdampak di semua sektor, dan menurut saya apa yang dilakukan Mbak Yani sangat membantu saudara kita penyandang disabilitas. Ini sangat luar biasa,” kata perempuan yang cukup lama menjadi pendamping penyandang Disabilitas PPD Kemensos Wilayah Malang Raya itu.(sak)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.