20 May 2024 - 00:26 0:26

Hingga Hari Ini 34 Korban Longsor di Sulut Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan

WartaPenaNews, Sulut – Hingga Rabu, 6 Maret 2019, pukul 07.00 WITA sebanyak 34 orang korban penambang emas ilegal yang tertimbun longsor di Desa Bakan Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolang Mongondow, Sulawesi Utara telah berhasil dievakuasi, di mana 18 orang selamat dalam kondisi luka-luka dan 16 orang meninggal dunia.

Bupati Bolaang Mongondow telah menetapkan Surat Keputusan Tanggap Darurat selama 14 hari mulai 27 Februari 2019 hingga 12 Maret 2019. Sampai saat ini angka korban tertimbun belum ada data yang pasti.

“Operasi SAR ditambah 3 hari dan akan diperpanjang kembali bila masih memungkinkan atas kesepakatan dan permintaan Pemkab. Bolaang Mongondow serta keluarga korban,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho
dalam siaran persnya, Rabu (6/3/2019).

Hingga saat ini tim SAR gabungan bekerja 24 jam penuh terus melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun material longsor dengan menggunakan alat berat 2 unit excavator. (rob)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
18 May 2024 - 12:19
Sosok Ayah Pacar Vina Cirebon Ternyata Seorang Perwira Polisi

WARTAPENANEWS.COM –  Ternyata sosok ayah pacar Vina Cirebon yang tewas dibunuh seorang Perwira Polisi. Diketahui, kasus Vina kembali jadi perhatian masyarakat setelah diangkat ke layar lebar pada 2024 dengan judul

01
|
18 May 2024 - 11:17
Gegara Perang Gaza, Ada Perpecahan Dalam Kabinet Israel

WARTAPENANEWS.COM –  Satu demi satu perpecahan dalam kabinet Israel terkait perang di Gaza mulai terungkap. Menteri Pertahanan Yoav Gallant secara terbuka menuntut strategi yang jelas dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu,

02
|
18 May 2024 - 10:15
Pejabat Kemenhub yang Buat Sumpah Sambil Injak Al-Quran, Dilaporkan ke Polisi

WARTAPENANEWS.COM – Pejabat Kementerian Perhubungan bernama Asep Kosasih dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. Laporan itu dibuat berdasarkan sebuah video viral yang menampilkan Asep sedang melakukan sumpah

03