29 Januari 2023 - 07:15 7:15
728x90

Jelang Pemilu 2019, Media Forum Kemendagri Angkat Isu Pancasila dan Hoax

WartaPenaNews, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menyelenggarakan Kemendagri Media Forum (KMF) untuk pertama kalinya di Tahun 2019. Mengangkat Topik yang sedang hangat di masa kampanye, yaitu Pancasila, Hoax, dan Toleransi : Ancaman Pemilu 2019 (Ekspose Hasil Riset Sindikasi Pemilu dan Demokrasi bersama Founding Father House). Acara ini diselenggarakan di Pers Room Kemendagri Jakarta, Jum’at (1/2/2019) lalu.

KMF tersebut menghadirkan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Bahtiar Baharuddin, peneliti senior Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) Daniel Zuchron, dan peneliti senior Founding Fathers House (FFH) Dian Permata.

Berdasarkan hasil survei kerjasama LSM Sindikasi Pemilu dan Demokrasi bersama Founding Father House, yang melibatkan 300 sampel responden mahasiswa dan organisasi pemuda di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat dengan teknik puposive sampling melalui metode Q, ditemukan beberapa hal yang menarik untuk diperbincangkan.

Dian permata memamparkan hasil risetnya, berdasarkan survei kepada 300 responden ditemukan bahwa politik uang dan Sara menjadi ancaman yang paling mengkhawatirkan. Tercatat ancaman politik uang di wilayah DKI Jakarta menjadi yang paling besar dengan mengumpulkan 52 poin disusul dengan Provinsi Banten 37 dan Jawa Barat 34 poin. Sedangkan ancaman Sara, menjadi ancaman paling mengkhawatirkan kedua, terutama di Provinsi Banten dengan 51 poin, disusul dengan DKI 29 dan Jawa Barat 25 poin.

Hasil survei tersebut menjelaskan bahwa politik uang masih menjadi hal yang lumrah bahkan tidak asing di masyarakat perkotaan, dan Sara masih menjadi dilema perkembangan toleransi di Indonesia.

Terlepas dari hasil survei, Dian turut mengkhawatirkan resiko ancaman penyalahgunaan tekhnologi informasi yang bahkan di Negara lain juga mengalami hal yang serupa. Ia menilai kemampuan memanipulasi data digital yang berisikan fitnah yang berujung hoax kini semakin mudah. “Kemampuan tekhnologi dalam memanipulasi video ril melalui rekayasa digital menjadi video yang berisikan hoax semakin berkembang luas dan mudah dipelajari”, jelas Dian sembari menunjukkan video yang dijadikan contoh.

Ironisnya, berdasarkan survei tersebut diketahui kemampuan mahasiswa sebagai kaum yang seharusnya menjadi kaum intelektual dan bernalar tinggi masih kurang dalam memvalidasi berita.terdata mahasiswa DKI Jakarta yang tidak mampu membedakan hoax mencapai 69 poin, diikuti Provinsi Banten dengan 50 poin dan Jawa Barat dengan 34 poin. Sangat berbanding terbalik dengan mahasiswa yang dianggap mampu membedakan hoax, dimana DKI hanya 21 poin, Banten 43 dan Jawa Barat 34 poin.

Melalui data tersebut, Daniel Zuchron yang juga adalah mantan komisioner.Bawaslu RI tahun 2012 sd 2017, mengaku sedih dengan kemampuan mahasiswa masa kini. Ia menganggap akan mudah bagi mahasiswa tersesat berita hoax terlebih dikarenakan kemampuan nalaritas mahasiswa milenial dalam memahami Pancasila yang semakin rendah.

“Kemampuan logika dan filsafat mahasiswa sebagai kaum yang seharusnya intelektual masih kurang mampu membedakan hoax, dan bisa tersesat”, ujar daniel.

Daniel beranggapan Soekarno sebagai Founding Fathers telah membentuk Pancasila sebagai nilai fundamental Negara Indonesia, hasil serapan nilai kehidupan bangsa pada saat itu yang hingga kini masih relevan. Secara normatif, menurutnya Pancasila telah dikunci dalam pembukaan UUD 1945 sehingga yg penting adalah bagaimana cara membawa membumikan nilai Pancasila secara konkrit masuk ke dalam hidup dan kehidupan masyarakat.

Menanggapi hasil riset tersebut, Kapuspen Kemendagri Bahtiar mengungkapkan semakin minimnya tingkat pastisipasi masyarakat sipil, mahasiswa serta kaum intelektual yang biasanya menjadi tokoh inspirator yang membuat suasana hajatan Pemilu menjadi hajatan pesta demokrasi yg menarik dan nikmat diikuti . Menurutnya ajang Pemilu biasanya menjadi arena diskusi publik yang paling hangat untuk perbincangkan hal2 substantif kenegaraan, namun kali ini yang terjadi berdasarkan hasil survei tersebut menunjukkan turunnya nalar rekan mahasiswa dan semakin keringnnya tema2 diskusi publik yang substantif, yang berdampak pada subur berkembangnya hoax. Ruang publik sangat kering gagasan kebangsaan dan kenegaraan.

Bahtiar mengingatkan akan pentingnya dunia pendidikan baik formal maupun informal. Pendidikan sebagai tempat melatih penalaran terhadap fenomena, gejala dan peristiwa.

Bahtiar tidak lupa menjelaskan bahwa Kemendagri adalah lembaga yang sangat menjunjung nilai demokrasi dan selalu terbuka akan perbedaan gagasan. Ia membuktikan dengan adanya fasilitasi #KMF# sbg ruang publik yang difasilitasi oleh Puspen Kemendagri terhadap Lembaga Non Pemerintahan (NGO) dan Pers untuk berinteraksi dgn kemendagri.

“Kemendagri selalu terbuka terhadap berbagai masukan publik. Namun, juga kami memiliki posisi yang jelas untuk siap melawan racun2 demokrasi, seperti yang sering disampaikan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo dalam.berbagai forum”, pungkasnya. (sol/rob)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Pelaku Pembunuhan Ojol di Tangerang Ternyata Bukan Ojol
garis polisi
Dibakar Hidup-hidup, Wanita Paruh Baya di Sorong Meregang Nyawa
film
Deretan Film Semi China Terbaik
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
ahy
Usung Anies Capres, AHY Ajak NasDem-PKS Segera Bentuk Sekretariat Perubahan
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
bharada e
Tuntutan Terhadap Richard Eliezer Dinilai Janggal
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
satu 1
Ketua Komite Yudisial Asprov PSSI Sulut Dorong Devanda Aditya Putra Jadi Sekjen PSSI

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
28 Januari 2023 - 21:36
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak

wartapenanews.com -  " Saat dunia krisis energi tak terbaharukan, sejumlah kebijakan dan upaya dilakukan pemerintah dan staken holder dengan menghadirkan alternatif energi alam yang ramah lingkungan. Energi alam terbaharukan ini

01
|
28 Januari 2023 - 21:31
Rayakan Hari jadi ke 110 Tahun Sharp Gaungkan Kampaye Pelestarian Lingkungan ke Siswa Sekolah

wartapenanews.com - Berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama tahun 2022 volume sampah di Indonesia mencapai 17.729.071 sampah per tahunnya. Sebesar 18,3%-nya adalah sampah plastik. Saat

02
|
28 Januari 2023 - 12:40
Biaya Haji Naik Jangan Panik, Arrum Haji Pegadaian Jadi Solusi Wujudkan Niat Baik

wartapenanews.com -  Usulan kenaikan biaya haji tengah menjadi perbincangan publik. Tak hanya memakan waktu tunggu keberangkatan yang semakin lama, melainkan biaya haji yang nyaris naik dua kali lipat dibandingkan tahun

03