25 May 2024 - 04:44 4:44

Kadin Apresiasi Langkah Pertamina Masuk ke Industri Petrokimia

WartaPenaNews, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai positif masuknya PT Pertamina (Persero) dalam industri petrokimia bahkan BUMN tersebut seharusnya juga mengintegrasikan industri itu dari hulu sampai hilir

“Tentu saja kita sambut gembira. Jadi, meski sebenarnya Indonesia sudah tertinggal dalam industri ini satu dekade, paling tidak kita bisa berharap bahwa lima tahun ke depan kita akan lebih baik,” kata Wakil Komisi Tetap Industri Hulu dan Petrokimia Kadin Indonesia, Achmad Widjaya seperti dikutip dari kantor berita Antara, Senin (23/12/2018).

Menurut dia, saat ini Indonesia tertinggal jauh dibandingkan negara-negara lain di bidang industri petrokimia, hal itu dikarenakan sebagian besar bahan baku petrokimia diperoleh melalui impor, termasuk di antaranya adalah Nafta.

“Jadi kalau tidak dimulai dari sekarang, kita akan lebih terlambat lagi,” lanjut Widjaya melalui keterangan tertulisnya.

Dia berharap bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada sisi hulu petrokimia namun juga harus mulai mengintegrasikan bisnis tersebut dari hulu sampai hilir, karena investasi petrokimia sangat besar, serta mempunyai pola industri jangka panjang.

“Selain itu, juga karena keuntungan atau profit kembali yang diperoleh adalah jangka panjang,” katanya.

Selama ini, menurut dia, pelaku usaha sektor petrokimia di tanah air sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk 265 juta jiwai. Industri petromikia yang ada misalnya Chandra Asri dan Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban dinilai belum cukup.

Oleh karena itu, Wijaya mengatakan, kesempatan Pertamina untuk mengintegrasikan industri petrokimia dari hulu sampai hilir, juga sangat terbuka. Sebab, memang hanya korporasi-korporasi besar yang bisa masuk ke dalam industri tersebut.

“Kalau korporasi yang tanggung tidak mungkin masuk ke bisnis seperti itu. Nah itu yang kita harus kaji lebih dalam lagi agar bisa masuk dan pintu-pintu Pertamina harus dibuka,” ujarnya.

Saat ini, melalui tiga kilangnya, yaitu Plaju, Dumai, dai Cilacap, Pertamina memang tengah konsen memproduksi bahan baku petrokimia, yaitu Polypropylene. Bahan baku tersebut sangat dibutuhkan dalam berbagai industri, misalnya bijih plastik.

Keseriusan Pertamina menggeluti industri ini juga ditandai dengan peresmian Operator Training Simulator (OTS) Polypropylene di Pertamina RU III pekan ini.

Peresmian OTS merupakan salah satu terobosan untuk mempercepat peningkatan kompetensi para pekerja serta sebagai sarana improvement process sebelum diaplikasikan di Kilang Petrokimia.

OTS merupakan perangkat simulator yang mensimulasikan seluruh kegiatan operasional kilang baik dari dalam Distributed Control System (DCS) maupun langsung dari lapangan.(rob)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
24 May 2024 - 14:25
Libur Panjang, 292 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

WARTAPENANEWS.COM – PT Jasa Marga mencatat sebanyak 292.820 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek sejak 22 hingga 23 Mei 2024, atau periode libur Hari Raya Waisak 2024. Marketing & Communication Department Head/Pgs

01
|
24 May 2024 - 14:09
100 Orang Diperkirakan Tewas akibat Tanah Longsor di Papua Nugini

WARTAPENANEWS.COM – Tanah longsor di sebuah desa terpencil di bagian utara Papua Nugini menewaskan sekitar 100 orang. Australian Broadcasting Corp (ABC) pada Jumat (24./5/2024) mengatakan jenazah sedang dievakuasi setelah tanah

02
|
24 May 2024 - 13:39
Sejak 2023, 22 Ribu Konten Judi Online Susupi Situs Pemerintah

WARTAPENANEWS.COM – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan sebanyak lebih 22 ribu konten judi online susupi situs pemerintah sejak tahun 2023 hingga 22 Mei 2024. Budi Arie

03