30 Januari 2023 - 16:01 16:01
728x90

Kasus Novel Dikaitkan dengan Politik, Ini Tanggapan Polri

WartaPenaNews, Jakarta – Pandangan miring terhadap institusi Polri dan Pemerintah terkait, pembentukan tim gabungan pencari fakta kasus penyiram air keras ke penyidik senior KPK Novel Baswedan cukup ramai akhir-akhir ini karena, ada kaitannya dengan politik.

Menanggapi pandangan tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal selaku juru bicara Polri menegaskan, pembentukan tim gabungan guna mencari fakta dan mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan tidak ada kaitannya dengan politik.

Menurut dia, dalam hal ini Polri hanya menindaklanjuti rekomendasi dari Komnas HAM untuk membentuk tim sekurang-kurangnya 6 bulan setelah surat rekomendasi ini keluar, pada 21 Desember 2018 lalu.

“Kalaupun kami sudah menindaklanjuti surat rekomendasi sebelum 30 hari, ini bagian dari akselerasi polri. Jadi, sama sekali tidak ada hubungannya dengan politik. Kami terus usaha, kerja bikin terang benderang kasus ini,” ujar Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/1) lalu.

“Dan soal waktu 6 bulan dari surat perintah kapolri itu lumrah. Dan perlu kami sampaikan TGPF yang sebelumnya ada itu tidak teknis. Dan tim yang teknis yang ini karena, semua pihak ada dan ikut, isinya pun orang-orang kompeten. Tentu, Komnas HAM sudah punya pertimbangan secara profesional,” tandas Iqbal meyakinkan lagi.

Adapun berkaitan soal lambannya polisi dalam mengungkap kasus tersebut, Iqbal mengakui, setiap kasus yang ditangani Polri itu memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda dalam pengungkapkannya. Hal itu termasuk kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Dia mengatakan, Polri telah terus bekerja untuk mengumpulkan beberapa bukti dan keterangan para saksi mengungkap kasus Novel Baswedan. “Sama sekali tidak ada kepentingan apapun, kepentingan cuma satu yaitu untuk mengungkap kasus ini. Jadi, jangan dibuat-buat framing mengkait-kaitkan dengan politik,” jelas Iqbal.

Terpisah, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN), Zaki Mubarok mengatakan, asumsi-asumsi atau dugaan publik yang muncul terkait kinerja polisi dalam mengungkap kasus teror bom kepada elite KPK khususnya, kasus Novel Baswedan tak perlu disoal yang penting saat ini Polri segera dapat mengungkap kasus tersebut.

“Jadi saat ini yang terpenting jangan sampai ada pandangan kritis kalau Polri itu tidak serius mengungkap kasus Novel. Sebab, sudah hampir dua tahun kasus ini, tapi tidak ada perkembangan sama sekali,” kata Zaki..

“Jangan salahkan publik jika akhirnya, mereka pun menduga-duga atau membuat Framing untuk mengkait-kaitkan kasus tersebut bahkan hingga, sampai beranggapan bahwa aktor dalam kasus ini ‘orang kuat’ sehingga tidak terjangkau,” ungkap Zaki.

Zaki menegaskan, Polri saat ini dalam kondisi krisis kepercayaan publik sehingga, sangat diharapkan mereka dengan cepat mampu mengungkap kasus-kasus teror yang dialami elite atau petinggi KPK secara profesionalitas, dan integritas polisi pun tengah diuji saat ini. (dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

garis polisi
Dibakar Hidup-hidup, Wanita Paruh Baya di Sorong Meregang Nyawa
satu 1
Pelaku Pembunuhan Ojol di Tangerang Ternyata Bukan Ojol
film
Deretan Film Semi China Terbaik
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
ahy
Usung Anies Capres, AHY Ajak NasDem-PKS Segera Bentuk Sekretariat Perubahan
satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
bharada e
Tuntutan Terhadap Richard Eliezer Dinilai Janggal
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
30 Januari 2023 - 12:09
Netanyahu Permudah Israel untuk Tembak Orang Palestina

wartapenanews.com - Rencana Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mempermudah warganya memperoleh senjata api mengingatkan kekhawatiran akan kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur sejak

01
|
30 Januari 2023 - 11:06
Mobil Sebar Duit, Warga Jombang Berebut Ambil Uang

wartapenanews.com - Jalan yang ada di Dusun Watudakon, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, mendadak heboh. Tampak sejumlah warga berdiri di pinggir jalan kampung, seperti menunggu kedatangan seseorang. Tidak menunggu

02
|
30 Januari 2023 - 10:06
Arema FC Pertimbangkan Bubarkan Diri karena Tak Diterima Pendukungnya Sendiri

wartapenanews.com -  Klub Arema FC nampak sudah gerah dengan beberapa penolakan dan aksi ricuh dari pendukungnya sendiri di Tanah Air. Akibatnya manajemen mempertimbangkan untuk membubarkan tim menyusul situasi yang tak

03