Kemenangan 60 Persen Partai Golkar di Pilkada 2020 Sulit Terwujud Bila BAPPILU Salah Urus

oleh -

Oleh :
Kornas Barisan Muda Golkar ( BMG)
Lisman Hasibuan

Wujud penting suara Golkar Adalah Suara Rakyat, Kehebatan Golkar adanya Kader Kader yang punya idealisme PDLT (Prestasi,Dedikasi,Loyalitas dan Tidak Tercela) bukan hanya sekedar ada duit yg sumber nya juga belum dapat dipertanggung jawabkan karna sering kali kita jumpai ada nya UANG BERTUAH atau UANG TITIPAN bukan dari Uang atas kepemilikan si Calon nya langsung

Kader Kader yang Punya integritas dan Penuh PDLT GOLKAR pasti sudah teruji kapabilitas, kredibilitas, dan elektabilitas dimata Rakyat, bukan hanya semata mata di survey,karna banyak juga lembaga survey pesanan dan titipan

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Partai Golkar sangat besar di Kabupaten Kutai Kertanegara Selama Kepemimpinan Rita Widyasari mantan Ketua DPD Golkar Provinsi Kalimantan Timur yang merupakan kader terbaik dimiliki Partai Golkar saat itu

Barisan Muda Golkar Meminta Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto agar bisa memperhatikan suara kader Golkar di garda terdepan yang besarkan Partai Golkar seperti halnya Pasangan Calon Bupati Kutai Karta Negara Awang Yacoub dan Wakil Bupati Suko Buono.

Awang Yacoub merupakan kader Golkar dan selama ini bersama Rita Widyasari ikut besarkan suara Partai Golkar di Kabupaten Kutai Karta Negara sampai terjadinya 13 Kursi anggota DPRD di Kukar, Golkar bisa usung Kadernya sendiri tanpa harus mendukung kandidat partai lain yang jelas jelas sudah berkhianat terhadap Mantan Ketua DPD I Golkar Prov Kaltim Rita Widyasari yang selama ini besarkan Partai Golkar di Kukar.

Perlu di ketahui bersama bahwa Incumbent saat ini bukanlah kader Golkar dan yang besarkan beliau sendiri ketika Rita Widyasari maju sebagai Bupati Kukar Dua Periode menang di ambilah beliau sebagai pasangan sebagai Wakil Bupati Kukar pada saat itu hanya di tengah jalan ada insiden akhirnya Rita Widyasari dkk di tinggalkan begitu saja isitilah nya Air Susu di balas Air Tuba

Maka Barisan Muda Golkar Meminta Kepada Ketum Golkar Airlangga Hartarto agar pilihlah Kader Dan benar benar ingin besarkan Golkar di Daerah bahkan bukan hanya Kukar saja masih banyak catatan yang akan kami akan publikasikan terkait beberapa daerah yang menganggap suatu keanehan dan kejanggalan terkait beberapa keputusan yang di ambil di Bapilu Partai Golkar terkait Rekom Pilkada Tahun 2020 ini

Karna banyak juga lembaga survey pesanan dan titipan,kita harus bisa obyektif mendorong kader yg nyata dicintai dan dikehendaki oleh Rakyat.

Jika GOLKAR ingin menang 60%, maka saatnya kita sekarang bicara apa yang dimaui oleh rakyat. Bukan apa yang dimaui oleh persepsi BAPILU.

Maka carilah pemimpin pemimpin yang dikehendaki Rakyat, Rakyat Kutai Kartanegara butuh figur seperti Alm. Syaukani hasan Rais, Rita widyasari. Punya kredibilitas kepeminpinan, PDLT tidak menca mencle loncat sana sini, dan terakhir dicintai rakyatnya.

Golkar Kutai Kartanegara mencapai masa keemasannya pada saat dipimpin duet Rita Widyasari sebagai Ketua dan Awang Yacoub Luthman sebagai. Sekretaris. Pada pileg tahun 2009-2014 dengan meloloskan wakilnya sebanyak 12 orang/kursi ,2014 -2019 sebanyak 19 kursi dan 2019- 2024 sebanyak 13 kursi atau hampir 43% ,hampir pernah mencapai 99 persen kemenangan di bawah kepemimpinan Rita Widyasari dan Awang Yacoub dari jumlah kursi yang ada waktu itu. Selain berpengalaman sebagai anggota dan Ketua DPRD Kutai Kartanegara selama 2 periode, Awang Yacoub Luthman juga sempat menduduki jabatan eksekutif sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Mahakam selama 2 periode, dimana pada awal memimpin PDAM tingkat layanan air di Kutai Kartanegara hanya terpaku pada Kecamatan Tenggarong dan sekitarnya sampai pada saat beliau mengakhiri tugas sebagai Dirut PDAM seluruh kecamatan di Kutai Kartanegara mempunyai pipa jaringan air.

Menilik perjalanan karier calon wakil bupati Suko Buono, dimana sejak tahun 1985 sudah berkiprah sebagai PNS/ASN sepertinya pasangan inilah yang akan mengembalikan kejayaan Kutai Kartanegara dan khususnya Golkar pada masa yang akan datang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *