Ketua SMSI Kalteng: Berita Virus Corona Harus Sejukkan Suasana

Ketua SMSI Kalteng H Sutransyah

WartaPenaNews, Palangka Raya – Hingga saat ini, pasien positif Corona di Kalimantan Tengah (Kalteng) terdata 5 orang, sesuai pernyataan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Kondisi ini terus memunculkan kekhawatiran warga. Agar warga tidak dihantui ketakutan, media massa diharap berperan menyejukkan suasana lewat pemberitaan.

“Hari ini sudah ada arahan dari Dewan Pers dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat sebagai tanggapan suasana penanganan Covid-19 di Tanah Air, terutama dari aspek pemberitaan media massa,” kata Ketua SMSI Kalteng H Sutransyah, di Palangka Raya, Kamis (26/3/2020).

Sutransyah menyimpulkan, terkait pemberitaan media massa, Dewan Pers dan SMSI Pusat meminta dua hal. “Pertama, insan pers diminta mengikuti prosedur keamanan dalam peliputan masalah Covid-19. Ini perlu dilakukan agar peliput tidak justru terjangkit virus Corona dan menyebarkannya ke masyarakat yang lain,” kata Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng itu.

Kedua, lanjut Sutransyah, Dewan Pers dan SMSI Pusat meminta pemberitaan wartawan melalui media massa masing-masing dapat menjadi pemberitaan yang informatif, faktual, mengedukasi, dan memberikan kesejukan.

Baca Juga: Keputusan Menteri Kominfo Nomor 159 Tahun 2020 Tentang Upaya Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) Melalui Dukungan Sektor Pos dan Informatika

“Temuan Dewan Pers hari ini, ada media massa online di Sumatra yang pemberitaannya, walaupun benar, tetapi berdampak memunculkan ketakutan di masyarakat. Kemungkinan Dewan Pers akan memberikan teguran kepada media bersangkutan,” terangnya.

Ditambahkan Ketua PWI Kalteng 3 periode tersebut, dari pengamatannya sejauh ini, pemberitaan media massa di Kalteng terkait Covid-19 sudah cukup baik dan sesuai aturan undang-undang serta kode etik, serta mempertimbangkan dampak psikologis masyarakat.

“Kami mengapresiasi kinerja kawan-kawan wartawan dan media massa di Kalteng ini. Mudah-mudahan itu terus bisa kita pertahankan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah daerah, petugas medis, dan masyarakat luas,” ujar mantan Ketua Umum HMI dan KAHMI Wilayah Kalteng ini.

Hal senada juga disampaikan Barthel B Usin, Ketua Dewan Pembina SMSI Kalteng yang juga pemimpin salah satu media online lokal. Menurut Barthel, wartawan yang profesinya menyampaikan berita ke publik sudah pasti memiliki banyak informasi, khususnya terkait flu Corona ini.

Bahan informasi tersebut bisa berasal dari sumber resmi yang pernyataannya bisa dipertanggung jawabkan seperti dari tim Gugus Tugas, maupun dari sumber tidak resmi.

Barthel berharap, insan pers tetap selektif dalam memberitakan informasi-informasi tersebut ke publik untuk menghindari dampak psikologis masyarakat.

“Ada informasi yang kita terima sifatnya hanya untuk ‘ke dalam’ saja. Tidak semua (informasi) bisa jadi berita bagi kita orang pers,” imbaunya. (Azk)