Komisi VII DPR: RUU Energi Baru dan Terbarukan Solusi Hadapi Krisis Energi

oleh -
Ilustrasi Gedung DPR RI Foto: Kompas

WartaPenaNews, Jakarta – Indonesia menargetkan peningkatan bauran Energi terbarukan sebesar 23 persen di tahun 2025 dan sebesar 31 persen di Tahun 2050, sementara cadangan Minyak Bumi akan turun hanya 20 persen dan Batu Bara turun hanya 25 persen.

Dalam pandangan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno, solusi terbaik mengantisipasi krisis energi di Indonesia adalah dengan mengoptimalkan potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

“Energi baru dan terbarukan akan menjadi substitusi penggunaan energi fosil yang saat ini menjadi penyumbang terbesar dari defisit transaksi berjalan. Kita di Indonesia punya potensi besar EBT khususnya Tenaga Hydro, Surya, Geothermal dan Bio Energy,”

BACA JUGA:   Setahun Kemimpinan Jokowi-Ma'ruf Masih Belum Maksimal

Hal ini disampaikan Eddy Soeparno dalam Webinar Optimalisasi Masa Depan Energi Terbarukan di Indonesia yang diselenggarakan Uni Eropa bersama DPR RI, Kamis (15/10)

Selain Eddy, Hadir secara virtual dalam diskusi tersebut perwakilan dari Uni Eropa dan Bank Investasi Eropa serta Working Group NGO bidang Energi Baru dan Terbarukan.

Menurut Eddy yang juga Sekjen PAN ini, prioritas utama dalam optimalisasi Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia adalah payung hukum yang kuat dan mampu menjawab tantangan zaman kedepannya.

“EBT sudah menjadi prioritas nasional dan karena itu butuh dasar hukum yang kuat. Kami di Komisi VII DPR RI mohon dukungan berbagai pihak untuk menyelesaikan RUU EBT yang saat ini sudah masuk dalam Prolegnas prioritas 2020,” lanjutnya

BACA JUGA:   Ratusan UMKM Binaan Instansi Pemerintahan Berhasil Ekspor melalui Shopee

Namun begitu, Eddy melihat masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam optimalisasi EBT diantaranya adalah butuhnya _political wil_l yang kuat, investasi yang besar dan keterbatasan infrastruktur

Ia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia membutuhkan tambahan 14,087 MW untuk mencapai target 23 persen EBT di Tahun 2025. Untuk mencapai target ini, dibutuhkan investasi sebesar 34 Milyar US Dollar dan rata rata 6,8 Milyar US Dollar per tahun.

“Karena itu melalui forum Webinar Uni Eropa ini kami berharap adanya dukungan, masukan serta informasi lainnya untuk melengkapi RUU EBT ini. Termasuk juga kami berharap dapat mengundang investor potensial dari Uni Eropa yang berminat untuk mendukung penuh Investasi Energi terbarukan di Indonesia,” tutup Eddy. (cim)

BACA JUGA:   Dukung OJK Tingkatkan Governance Industri Reksadana untuk Melindungi Nasabah Ritel yang Tumbuh Pesat di Era New Normal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *