2 Februari 2023 - 17:42 17:42
728x90

KPU Segera Umumkan Caleg Eks Koruptor

WartaPenaNews, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana memasang nama calon legislatif eks narapidana korupsi. Selain mengumumkan nama, KPU juga akan memberikan informasi tambahan. Termasuk informasi daerah pemilihan (Dapil) sampai kasus korupsi yang menjerat calon legislatif tersebut.

Pengamat Politik Emrus Sihombing menilai langkah KPU tidak tepat. Bukan hanya terlambat, tetapi dinilai tidak adil. Karena jika KPU memasang dan mengumumkan nama caleg eks napi korupsi, itu bukan hanya terlambat. Tetapi meruntuhkan azas ketidakadilan.

Menurutnya, mengumumkan napi eks korupsi harus dilakukan pada pemilihan eksekutif kepada daerah pemilu sebelumnya. Jika KPU tidak mengumumkan calon kepala daerah yang pernah terjerat korupsi ini jelas jauh dari azas keadilan. KPU dinilai lebih tepat untuk fokus kepada penyelenggaraan tahapan pemilu selanjutnya.

“Saya fikir begini. Jika KPU telah menetapkan dan akan mengumumkan pada pileg kali ini. Ini justru terkesan terburu-buru. Seharusnya diumumkan sejak pencalonan eksekutif kepala daerah. Dan jika belum ada undang-undang ataupun keputusan yang mengatur dahulu, seharusnya juga diberlakukan pada pemilu mendatang. Untuk menjunjung azas keadilan,” papar Emrus, Senin (28/1).

Lebih lanjut akademisi Universitas Pelita Harapan ini juga menambahkan, jika nantinya nama caleg eks korupsi diumumkan, ada dua kemungkinan yang akan terjadi.

“Pertama, secara hipotetik kesan negative akan melekat di caleg tersebut. Karena begini. Karena kasus korupsi adalah perilaku negative, maka akan menjadikan caleg tersebut negative,” terangnya.

Kedua lanjut Emrus menjelaskan, tidak akan berimbas apapun kepada caleg. Alasannya, masyarakat Indonesia dikenal pemaaf. Bahkan dalam beberapa kasus, dengan meminta maaf urusan bisa langsung selesai.

“Elektabilitas agak sulit dilihat, kalau dilihat instan pasti akan menurun. Tetapi jika dilihat lebih lama, bisa jadi menanjak, karena ada banyak variabel, mulai dari program, kredibilitas bahkan pendekatan caleg ke masyarakat,” bebernya.

Di tempat terpisah, Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mempublish nama-nama calon legislatif mantan terpidana korupsi.

Saat ini, lanjut Wahyu menuturkan pihaknya yakni KPU tengah menunggu informasi lengkap dari KPU, terutama kasus korupsi yang menjerat caleg.

“Kita lagi finalisasi. Data sudah kita dapat. Dan cari waktu yang tepat untuk mengumumkan. Kita harus punya data detail. Karena ini merilis nama orang. Harus hati-hati dan dasar hukum yang benar,” kata Wahyu.

Wahyu menambahkan, pengumuman caleg eks napi korupsi tersebut bisa dilakukan dua cara. Menggelar konferensi pers dengan mengundang media. Dan memasangnya di website KPU.

Ditanya untuk publikasi di sejumlah media massa. Wahyu mengatakan jika hal tersebut merupakan iklan dan ada biaya. “Tahapan pemilu masih banyak yang belum selesai. Jadi langkah pada media massa nanti akan dibahas nanti mekanismenya,” terangnya.

Wahyu juga menganggap jika langlah KPU tidak terlambat. Alasannya, masih ada 30 hari sebelum pemilu 2019 dilaksanakan. “Kemungkinan besar, masyarakat masih bisa mencerna dan menerima informasi tersebut secara faktual,” tutupnya. (dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
film
Deretan Film Semi China Terbaik
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
satu 1
Harry Tanoe Mundur dari Dirut MNC Digital (MSIN)
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
sidang ferdy sambo
Hari Ini, Enam Eks Anak Buah Sambo Jalani Sidang Tuntutan
tni
Sedihnya, 30 Calon Taruna Akmil Positif Corona
Sarah Viloid
5 Gamer Paling Cantik dan Seksi di Indonesia

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
2 Februari 2023 - 12:03
Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI Dijaga Ketat Polisi

wartapenanews.com - Puluhan polisi tampak berbaris, menjaga ketat tempat kejadian perkara (TKP) rekonstruksi ulang kecelakaan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Muhammad Hasya Attalah Syaputra di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Puluhan polisi

01
|
2 Februari 2023 - 11:08
Nunung Divonis Idap Kanker Payudara

wartapenanews.com -  Kabar kurang menyenangkan datang dari pelawak Nunung Srimulat. Belum lama ini, ia divonis dokter mengidap penyakit kanker payudara. Awalnya, Nunung merasakan ada benjolan di sekitar payudaranya. Namun, ia

02
|
2 Februari 2023 - 10:06
Hari Ini, Polda Metro Gelar Rekonstruksi Ulang Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI

wartapenanews.com - Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi ulang kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI, Muhammad Hasya Atallah (18), di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, hari ini, Kamis (2/2). Polisi

03