Lieus Sungkharisma Minta Presiden Jokowi Pecat Kepala BPIP

Lieus Sungkharisma | Dok. Net

Jakarta, WartaPenaNews – Tak lebih dari seminggu pasca dilantik Presiden Jokowi sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof. Yudian Wahyudi sudah mengeluarkan pernyataan yang membuat heboh. Statemennya dalam wawancara dengan detik.com yang menyebut agama menjadi musuh terbesar Pancasila, mendapat reaksi keras dari berbagai pihak.

Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma bahkan tak hanya meminta Presiden Jokowi untuk meninjau ulang penetapan Yudian sebagai Kepala BPIP, tapi juga memecatnya. “Pernyataan Yudian tidak hanya telah membuat gaduh, tapi juga sesat,” kata Lieus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Yudian, kata Lieus, sepertinya tidak paham darimana Pancasila itu berasal. “Dari rahim pemikiran tokoh-tokoh agamalah Pancasila itu lahir. Sebab itulah bunyi Sila Pertama Pancasila adalah ketuhanan Yang Maha Esa,” tegas Lieus.

Sebagai akibat pernyataan Kepalas BPIP itu, tambah Lieus, saat ini muncul kesan di masyarakat bahwa presiden Jokowi sengaja menunjuk Yudian dan memintanya mengeluarkan pernyataan kontroversial seperti itu demi untuk mengalihkan isu. “Terus terang, statemen Yudian itu telah merugikan pak Jokowi,” ujarnya.

Padahal, kata Lieus lagi, saat ini yang dibutuhkan rakyat adalah kepala BPIP yang memiliki pandangan tang teduh dan konsep yang jelas demi membumikan Pancasila di tengah-tengah masyarakat. “Bukan malah melontarkan pernyataan kontroversial yang justru membuat gaduh di masyarakat,” ujar Lieus.

Sebagai akibat pernyataan Yudian itu, kata Lieus lagi, “muncul kesan pemerintahaan presiden Jokowi menjadi anti agama, khususnya Islam,” katanya.

Seperti diketahui, tak lama setelah dilantik Presiden Jokowi, Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi, dalam wawancara dengan media melontarkan pernyataannya yang menyinggung pemeluk agama dengan menyebutnya sebagai kelompok minoritas yang ingin melawan Pancasila.

“Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan,” papar Yudian.

Pernyataan Yudian itu, jelas Lieus lagi, tidak saja mengingkari sejarah lahirnya Pancasila, tapi juga berpotensi memecah belah persatuan bangsa. “Sejak dulu kita sudah diajari untuk tidak membenturkan Agama dengan Pancasila. Sebab Pancasila itu lahir dari rahim dan atas kesepakatan para pemeluk agama-agama di Indonesia,” tegasnya.

Lieus sepakat dengan Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas yang menyebut pernyataan Yudian Wahyudi itu telah mengancam eksistensi negara dan mendesak Presiden Jokowi untuk mencopot Yudian selaku Kepala BPIP. (rob)