29 Januari 2023 - 06:02 6:02
728x90

Makan Malam Sebelum Tidur Berdampak Buruk untuk Kesehatan?

WartaPenaNews, Jakarta – Sebuah studi ilmiah baru menyatakan, membiarkan jeda dua jam di antara waktu makan malam dan tidur tidak selalu berdampak buruk bagi kesehatan.

Dilansir dari The Insider, selama ini orang percaya bahwa makan sesaat sebelum tidur dapat berdampak buruk jangka panjang pada kesehatan, yang mengarah ke masalah seperti peningkatan resiko kanker.

Namun, para peneliti dari Sekolah Pascasarjana Ilmu Kesehatan di Universitas Okayama di Jepang tampaknya menolak pernyataan itu. Mereka menyatakan bahwa menyisakan jeda dua jam antara makan malam dan waktu tidur tidak akan mempengaruhi kadar glukosa darah.

Di Jepang, masyarakat dianjurkan untuk meninggalkan kebiasaan makan malam dan waktu tidur dua jam itu setidaknya tiga kali dalam seminggu.

Untuk penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Nutrition, Prevention and Health, para peneliti mengungkapkan data yang dikumpulkan antara 2012 dan 2014 dari 1.573 orang dewasa paruh baya dinyatakan sehat di Okayama, Jepang bagian barat.

Tidak ada orang dewasa yang memiliki riwayat penyakit diabetes. Dua pertiga dari hasil penelitian itu adalah perempuan, yang mayoritas berusia di atas 65 tahun.

Tim peneliti menilai pola makan kelompok itu juga berdasarkan faktor gaya hidup lain, seperti menjaga berat badan, seberapa tepat waktu untuk makan, seberapa besar aktivitas fisik yang dilakukan, dan merokok atau tidak.

Selama penelitian, para peneliti juga memantau kadar Hemoglobin (HbA1c) dari orang-orang itu guna mengetahui kadar glukosa darah individu selama periode dua hingga tiga bulan. Sebagian kecil orang secara teratur pergi tidur dalam waktu dua jam setelah makan malam.

Sementara tingkat rata-rata HbA1c dari kelompok naik sedikit di seluruh studi, meningkat dari 5,2 persen pada 2012 menjadi 5,58 persen pada 2013 dan 2014, para peneliti menyimpulkan bahwa meninggalkan setidaknya dua jam antara makan dan tidur memiliki pengaruh yang kecil pada kesehatan tubuh.

Mereka menemukan bahwa faktor gaya hidup lain seperti tekanan darah, aktivitas fisik, dan minum berlebihan memiliki dampak yang lebih besar pada kadar glukosa darah.

Sementara para peneliti mengakui bahwa penelitian ini hanya pengamatan. Peneliti percaya bahwa temuan tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak penekanan yang diperlukan pada mendorong orang untuk mengikuti gaya hidup yang seimbang dan bukan pada mendesak orang untuk meninggalkan jeda dua jam antara waktu tidur dan makan malam terakhir.

“Hasil kami bertentangan dengan kepercayaan di masyarakat, kami hanya memastikan interval pendek antara makan malam dan waktu tidur tidak secara signifikan mempengaruhi level HbA1c,” mereka menyatakan.

“Lebih banyak perhatian harus diberikan pada porsi sehat dan komponen makanan, tidur yang cukup, dan menghindari merokok, konsumsi alkohol, dan kelebihan berat badan, karena variabel-variabel ini memiliki pengaruh yang lebih mendalam pada proses metabolisme.” (dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Pelaku Pembunuhan Ojol di Tangerang Ternyata Bukan Ojol
garis polisi
Dibakar Hidup-hidup, Wanita Paruh Baya di Sorong Meregang Nyawa
film
Deretan Film Semi China Terbaik
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
ahy
Usung Anies Capres, AHY Ajak NasDem-PKS Segera Bentuk Sekretariat Perubahan
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
bharada e
Tuntutan Terhadap Richard Eliezer Dinilai Janggal
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
satu 1
Ketua Komite Yudisial Asprov PSSI Sulut Dorong Devanda Aditya Putra Jadi Sekjen PSSI

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
28 Januari 2023 - 21:36
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak

wartapenanews.com -  " Saat dunia krisis energi tak terbaharukan, sejumlah kebijakan dan upaya dilakukan pemerintah dan staken holder dengan menghadirkan alternatif energi alam yang ramah lingkungan. Energi alam terbaharukan ini

01
|
28 Januari 2023 - 21:31
Rayakan Hari jadi ke 110 Tahun Sharp Gaungkan Kampaye Pelestarian Lingkungan ke Siswa Sekolah

wartapenanews.com - Berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama tahun 2022 volume sampah di Indonesia mencapai 17.729.071 sampah per tahunnya. Sebesar 18,3%-nya adalah sampah plastik. Saat

02
|
28 Januari 2023 - 12:40
Biaya Haji Naik Jangan Panik, Arrum Haji Pegadaian Jadi Solusi Wujudkan Niat Baik

wartapenanews.com -  Usulan kenaikan biaya haji tengah menjadi perbincangan publik. Tak hanya memakan waktu tunggu keberangkatan yang semakin lama, melainkan biaya haji yang nyaris naik dua kali lipat dibandingkan tahun

03