WartaPenaNews, Jakarta – Jumlah kasus Covid-19 di Amerika Serikat telah melampaui enam juta – atau hampir seperempat dari total kasus dunia, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins.
Menurut data universitas tersebut, AS mencatat satu juta kasus baru dalam waktu kurang dari sebulan. Adapun lebih dari 183.000 orang telah meninggal dunia.
Di Inggris, Prancis, dan Spanyol, tingkat infeksi turun dibandingkan dengan angka hari Minggu (30/08) – tetapi penghitungan kemungkinan masih akan disesuaikan kembali.
Hal tersebut terjadi seiring dengan anak-anak di seluruh Eropa sedang bersiap untuk kembali ke sekolah pekan ini.
Jumlah kasus secara global melampaui 25 juta, dengan lebih dari 846.000 kematian terkait Covid-19. Jumlah kasus yang sesungguhnya kemungkinan jauh lebih besar karena banyak orang yang pernah mengalami infeksi dan tidak menunjukkan gejala belum dites.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa otorisasi darurat vaksin membutuhkan “keseriusan dan refleksi yang besar”.
Kepala ilmuwan badan PBB itu, Soumya Swaminathan, mengatakan setiap negara memiliki hak untuk menyetujui obat tanpa uji coba penuh, tetapi itu “bukan sesuatu yang Anda lakukan dengan mudah”.
WHO mengatakan bahwa 33 vaksin potensial saat ini siap untuk memasuki tahap uji klinis, dan 143 lainnya berada dalam tahap evaluasi pra-klinis.
Apa yang terbaru dari AS?
Universitas tersebut – yang mengumpulkan data virus corona di AS dan secara global sejak wabah dimulai akhir tahun lalu di China – melaporkan infeksi pertama di Amerika pada 21 Januari.
Sebanyak tiga juta kasus dikonfirmasi dalam 28 hari berikutnya. Lantas meningkat menjadi empat juta pada 23 Juli, hanya 15 hari kemudian.
Lima juta kasus terlampaui dalam 17 hari berikutnya dan, dalam 22 hari berikutnya, AS melewati enam juta kasus infeksi.
Meskipun jumlah kasus harian telah menurun dalam beberapa pekan terakhir, AS masih menjadi negara yang paling terdampak di dunia dalam hal jumlah total kasus dan kematian.
Pemerintahan Presiden Donald Trump telah berulang kali dikritik atas penanganan wabah tersebut.
Namun, juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany mengatakan bahwa AS sedang mengatasi pandemi itu dengan baik.
“Kami semangat ketika melihat penurunan kasus, kematian, rawat inap,” katanya kepada wartawan dalam jumpa pers, Senin (31/08).
McEnany mengatakan AS memiliki “salah satu tingkat kematian terendah di dunia”, dan menambahkan bahwa “pengobatan kami bekerja dan menyelamatkan nyawa”. (mus)