Pemerintah Diminta Selamatkan UMKM yang Terpukul karena Corona

Ilustrasi produk UMKM.

WartaPenaNews, Jakarta – Pemerintahan Jokowi dinilai masih belum menyentuh jutaan kelompok Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di masa pandemi virus corona seperti sekarang ini. Padahal, UMKM adalah tulang punggung ekonomi negara.

Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, Athor Subroto, mengatakan selama ini UMKM sangat berkontribusi terhadap produk domestik bruto, bahkan data kontribusi yang ia ketahui berkisar di angka 7 hingga 80 persen.

Berdasarkan fakta itu, Athor meminta semua pihak untuk mendorong pemerintah agar benar-benar memperhatikan eksistensi UMKM, terlebih di masa pandemik seperti saat ini.

“UMKM biasanya kebal krisis, pada tahun 1998, 2000, 2008 yang terhebat 98, tetapi saat wabah covid saat ini UMKM benar-benar terpukul. Tidak ada yang menyangka ada Covid-19 seluruh sektor ekonomi lumpuh,” kata dia dalam diskusi yang digelar Santri Milenal Centre (Simac), Jumat, 22 Mei 2020.

Menurut Pengajar Universitas Indonesia tersebut, pemerintah perlu segera mengangkat ekonomi pelaku UMKM yang berada di basis masyarakat. Apalagi di Indonesia memiliki masalah dalam keterbatasan data pelaku UMKM. Dampaknya berbagai program relaksasi yang digelontorkan pemerintah tidak menyentuh akar rumput.

Pandemik Covid-19 ini, kata Athor, harus disikapi dengan menciptakan keberlangsungan ekonomi yang inklusif. Seluruh program yang dikucurkan pemerintah juga harus menyentuh hingga ke bawah.

“UMKM yang bisa bergerak ini harus dijaga pemerintah. Perlu adanya sentuhan dari perspektif, pajak, bantuan langsung. Dari sisi makro, pemerintah harus memperbesar distribusi utangnya ke pelaku UMKM, untuk tetap menjaga konsumsi masyarakat,” kata Athor.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Simac, Syauqi Ma’ruf Amin, mengatakan pandemik Covid-19 ini adalah momentum untuk melakukan perbaikan tata kelola UMKM di Indonesia, baik pemerintah maupun pelaku usaha harus menjadi mitra strategis.

“Kita harus selalu siap adaptasi, untuk mengokohkan basis ekonomi bangsa ya dengan UMKM,” kata Syauqi.

Secara makro, lanjut dia, UMKM bisa sinergi secara utuh. Menurutnya, membangun kedaulatan ekonomi tidak akan terwujud kalau dibasis ekonomi daerah tidak kuat.

“Bagaimana roda-roda kecil ekonomi ini bergerak. Kita lakukan bersama dengan prinsip gotong-royong,” kata Putra Wapres RI tersebut. (mus)