Pemerintah Tempatkan Duit Rp 30 Triliun di Empat Bank Guna Pulihkan Ekonomi

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. Foto: Ist

WartaPenaNews, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, dana sebesar Rp 30 triliun yang ditempatkan di Bank BRI, Mandiri, BNI, dan BTN adalah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Keempat bank tersebut, katanya, adalah bank mitra pemerintah.

“Sekarang bank Himbara telah menginformasikan penggunaan uang tersebut untuk percepatan pemulihan ekonomi,” katanya dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI sebagaimana dilansir kantor berita Antara di Jakarta, Senin.

Dia menyebutkan, nantinya Bank Mandiri akan mengelola dana ini dengan memberikan kredit untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif atau sektor riil, padat karya, dan ketahanan pangan.

Selain itu, Bank Mandiri juga akan menggunakannya untuk mendukung sistem logistik nasional dengan total penyaluran mencapai Rp21 triliun selama tiga bulan.

Untuk segmen mikro, KUM, dan KUR senilai Rp 6 triliun dengan target sekitar 72 ribu debitur akan fokus di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, jasa produksi, industri pengolahan, perdagangan, pariwisata dan sektor lain yang mendukung ketahanan pangan.

Untuk segmen mikro dan KSM dengan target 15 ribu debitur senilai Rp 1 triliun akan fokus di sektor pertanian, peternakan, pengolahan, jasa, dan perdagangan.

Untuk segmen SME senilai Rp 6 triliun dengan target seribu debitur akan fokus di sektor konstruksi, kesehatan, perkebunan, pertanian, perdagangan, pariwisata, dan koperasi.

Untuk segmen komersial senilai Rp4 triliun dengan target 90 debitur akan fokus di sektor pertambangan, energi, FMCG, pariwisata, kontraktor, pertanian, dan perkebunan.

Untuk segmen korporasi senilai Rp 4 triliun dengan target 10 debitur akan fokus di sektor BUMN pupuk, transportasi, dan logistik.

Kemudian Bank BRI akan menggunakan dana pemerintah untuk mendukung rencana ekspansi kredit UMKM dalam enam bulan ke depan senilai Rp 122,5 triliun dengan komposisi segmen mikro sebesar 88,87 persen atau Rp 108,8 triliun.

Ekspansi kredit oleh Bank BRI akan dilakukan untuk sektor pertanian Rp 25,95 triliun atau 21,18 persen, perikanan Rp 1,68 triliun atau 1,38 persen, industri pengolahan Rp 12,61 triliun atau 10,3 persen, dan perdagangan Rp 51,18 triliun atau 41,78 persen.

Kemudian, rencana penyaluran kredit oleh BRI berdasarkan area adalah Rp 33,46 triliun atau 27,33 persen untuk daerah urban, Rp 69,03 triliun atau 56,35 persen untuk daerah rural, dan Rp 19,99 triliun atau 16,32 persen untuk daerah sub urban.

“Ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan,” ujarnya.

Selanjutnya, Bank BNI juga akan menggunakan untuk ekspansi kredit pada segmen kecil, menengah, dan korporasi sebesar Rp 15,04 triliun selama tiga bulan dengan sektor yang menjadi tujuan adalah perdagangan, pertanian, jasa-jasa, industri pengolahan, konstruksi, pengangkutan, listrik, air, gas, dan pertambangan.

“Khusus korporasi ekspansi kredit fokus pada industri yang berorientasi ekspor dan padat karya,” katanya.

Terakhir, Bank BTN akan menggunakan dana pemerintah untuk rencana penyaluran kredit pada Juli sampai Desember 2020 sebesar Rp 30,03 triliun dengan komposisi komposisi kredit perumahan mencapai lebih dari 70 persen.

“Ekspansi kredit tersebut difokuskan pada KPR sebesar Rp5,4 triliun atau 51,6 persen,” katanya. (wsa)