3 Februari 2023 - 14:58 14:58

Penting! Kampanye di Sosial Media Harus Diatur

WartaPenaNews, Jakarta – Komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan mengatakan, pihaknya membolehkan peserta Pemilu untuk beriklan di medsos meski belum mengatur secara rinci cara dan aturan yang ada.

Lanjut Wahyu menjelaskan langkah tersebut diambil karena pihaknya, KPU menilai media sosial dan media massa adalah sesuatu yang berbeda.

“Yang kita rembuk hari ini adalah iklan kampanye di media massa, tetapi kalo kampanye di media sosial itu memang diperbolehkan. (Medsos-red) Tidak diatur, yang diatur adalah di media televisi radio, koran dan media daring,” kata Wahyu usai rapat pleno di Gedung KPU, Jakarta, Rabu (27/2).

Wahyu menuturkan, kedua tim paslon telah sepakat tentang cara beriklan di media massa di mana mempergunakan 10 spot di masing-masing media, baik online, cetak maupun elektronik.

“Karena memang 10 Spot paling banyak itu, itu aturan perundang-undangan. Jadi sepakat atau tidak sepakat begitulah aturannya,” tegasnya.

Dirinya pun menyampaikan, mulai 24 Maret sampai dengan 13 April 2019 dimulai kampanye, rapat umum juga kampanye melalui iklan di media massa baik cetak maupun elektronik.

“Jadwal kampanye rapat umum yang disusun oleh KPU sudah memenuhi prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan dan rapat terkait jadwal kampanye rapat umum akan dilanjutkan Selasa pekan depan dengan cara pengundian,” terangnya,

Terkait mekanisme kampanye, rapat umum KPU akan membagi dua zona dimana masing-masing zona terdiri dari 17 provinsi. “KPU memastikan bahwa setiap peserta pemilu akan mendapatkan jadwal kampanye rapat umum yang adil dan setara,” tandasnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Ujang Komarudin mengatakan, KPU harus mengatur iklan di media sosial. Justru, Ujang menilai aturan beriklan di media sosial menjadi sangat penting. Hal tersebut dikarenakan arena media sosial sering dijadikan alat kampanye dan propaganda politik.

“Karena jika di medsos tidak diatur, maka iklannya bisa liar. Dan bisa seenaknya. Jika di media massa beriklan diatur. Kenapa di media sosial tidak atau belum. Kan baik media massa maupun media sosial sama-sama bisa dijadikan alat untuk kampanye,” terangnya. (*/dbs)

 

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
film
Deretan Film Semi China Terbaik
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
satu 1
Harry Tanoe Mundur dari Dirut MNC Digital (MSIN)
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
Sarah Viloid
5 Gamer Paling Cantik dan Seksi di Indonesia
tni
Sedihnya, 30 Calon Taruna Akmil Positif Corona
satu 1
Wowon Erawan Tega Membunuh Anaknya, Ini Alasannya

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
3 Februari 2023 - 12:13
Viral, Siswa Teladan di SMA Kotamobagu Dianiaya hingga Babak Belur

wartapenanews.com  -  Seorang siswa teladan dari SMA Negeri 1 Kota Kotamobagu di Sulawesi Utara (Sulut) bernama Aldi, dianiaya atau dikeroyok oleh belasan siswa lainnya hingga babak belur dan harus dibawa

01
|
3 Februari 2023 - 11:07
Hujan Deras di Gunungkidul Menyebabkan Tanah Longsor

wartapenanews.com  - Hujan deras yang mengguyur Gunungkidul, Kamis (2/2/2023) malam memicu beberapa bencana tanah longsor. Hujan yang mulai pukul 19.00 WIB mengakibatkan tanah longsor di beberapa titik. Tak hanya itu,

02
|
3 Februari 2023 - 10:06
Anggota DPRD Pekalongan Ditangkap saat Pesan Sabu

wartapenanews.com  -  Seorang anggota DPRD Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berinisial JZ (53) ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. JZ ditangkap di rumah rekannya pada Minggu 29 Januari 2023 kemarin.

03