23 June 2024 - 14:38 14:38

Penyebab 50 Hektar Bukit Teletubbies di Bromo Terbakar

WARTAPENANEWS.COM – Apa yang seharusnya menjadi momen romantis berubah menjadi tragedi. Sebuah sesi pemotretan prewedding dengan menggunakan flare atau suar, berujung pada kebakaran lahan di Bukit Teletubbies, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kejadian ini memicu tindakan cepat dari pihak berwenang, yang akhirnya menetapkan satu orang sebagai tersangka.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Probolinggo, Ajun Komisaris Besar Wisnu Wardhana, enam orang telah diamankan terkait kejadian ini. Satu di antaranya, berinisial AWEW (41), warga Lumajang, ditetapkan sebagai tersangka. AWEW adalah penanggung jawab wedding organizer yang mengorganisir sesi pemotretan tersebut.

“Permasalahannya, AWEW tidak memiliki surat izin masuk kawasan konservasi,” kata Wisnu. Tersangka dijerat dengan Pasal 50 Ayat 3 Huruf D juncto Pasal 78 Ayat 4 UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, dan beberapa pasal lainnya. Ancaman hukumannya adalah penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp 1,5 miliar.

Kejadian ini berawal dari sesi pemotretan pada Rabu (6/9/2023) siang, dengan penggunaan total lima buah flare. Hanya empat flare yang berhasil dinyalakan, sedangkan satu lainnya gagal dan menimbulkan letupan yang memicu kebakaran. Akibatnya, lahan seluas sekitar 50 hektar terbakar.

Kepala Bagian Tata Usaha TNBTS, Septi Eka Wardhani, menyebutkan bahwa seluruh area wisata Gunung Bromo ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. “Ini dilakukan untuk memperlancar proses pemadaman dan menjaga keamanan pengunjung,” kata Septi.

Bagi pengunjung yang telah membeli tiket secara daring, Septi menyatakan akan segera memberikan informasi mengenai penjadwalan ulang.

Foto dari sesi pemotretan tersebut kini telah beredar luas di media sosial, dan mendapatkan banyak kritik. Netizen meragukan nilai estetik dari foto tersebut, terutama mengingat dampak yang telah ditimbulkannya.

Kebakaran ini menimbulkan dampak yang signifikan, tidak hanya pada ekosistem tetapi juga pada industri pariwisata setempat. Ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya mematuhi peraturan dan berpikir panjang sebelum melakukan aksi yang bisa berdampak merugikan banyak pihak. (mus)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
23 June 2024 - 09:25
Sharp Semarakan Jakarta Fair Kemayoran 2024 Hadirkan Promo Menarik

WARTAPENANEWS.COM – Sharp kembali ramaikan Jakarta Fair Kemayoran 2024 yang akan berlangsung selama satu bulan penuh dari tanggal 12 Juni – 14 Juli 2024 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Menempati area

01
|
22 June 2024 - 12:05
Kominfo Belum Bisa Pulihkan Usai 55 Jam Server PDN Eror

WARTAPENANEWS.COM –  Server Pusat Data Nasional (PDN) Kominfo masih mengalami gangguan hingga Sabtu (22/6) pukul 11.00 WIB. Gangguan server ini pertama kali diketahui pada Kamis (20/6) pukul 04.00 WIB yang

02
|
22 June 2024 - 11:16
Usai Pandemi, Bisnis Sepeda Lesu hingga Banting Harga

WARTAPENANEWS.COM – Bisnis sepeda usai era pandemi Covid-19 kini lesu. Seperti dialami toko-toko sepeda di berbagai penjuru AS yang menghadapi kesulitan setelah penjualan yang marak pada awal pandemi lalu. Menurut

03