Perayaan Mahakarya Kutus Kutus, Konser Cinta Maestro Seni Indonesia

Penampilan penutup seluruh musisi dan Servasius Bambang Pranoto di Konser Musik Mahakarya Kutus Kutus. Foto: Bud

WartaPenaNews, Jakarta – Berawal dari perjalanan kisah hidup anak manusia yang berdiam di negeri kahyangan Pulau Bali, alam indah nan kaya, dengan anugrah seni yang tak terhingga. Hingga muncul inspirasi melestarikan alam sambil merawat kesehatan penduduk bumi dari pengalaman hidup si empunya.

Spirit Untuk Kesehatan dan Kesejahteraan

Minggu, 8 Desember 2019, pukul 18.00 wib, langit Jakarta berselimutkan mendung, namun kemeriahan di dalam Plennary Hall, JCC Jakarta terlihat semarak dengan kehadiran ribuan tamu yang merupakan mitra Kutus Kutus Tamba Waras. Mereka datang dari berbagai pelosok Nusantara.
Agar mudah dikenal, mereka kompak menggunakan busana senada, tampil chic dengan mengeksplor wastra dari daerah mereka berasal.

Suasana dan dekorasi bagian depan gedung dikonsep layaknya sebuah perkampungan asri di Bali. Penuh tanaman dan juga pepohonan, dengan aksen anyaman gedek yang dibentuk menyerupai lorong. Sejumlah figurin seukuran manusia dihadirkan empunya hajat dan menjadi spot menarik.

Mereka menyatukan visi dan misi untuk membangun kesehatan masyarakat Indonesia, dan juga dunia dengan menghadirkan minyak balur Kutus Kutus, sebagai minyak balur dan pijat untuk menghalau beragam gangguan kesehatan. Sembari memperingati momen tahun ke enam keberadaan Kutus Kutus.

Perjalanan Terangkai Lewat Lagu, Aransemen dan Tata Panggung

Selain mitra Kutus Kutus, perayaan yang diberi tema Kolaborasi Para Maestro dalam Konser Musik Mahakarya Kutus Kutus, disemarakkan dengan penampilan musisi senior Iwan Fals, Achmad Albar bersama band legendaris God Bless, Diva Pop Indonesia Rossa, Isyana Sarasvati yang mendendangkan lagu-lagu populer mereka, dengan iringan Erwin Gutawa Orchestra.

Mitra re – seller Kutus Kutus Tamba Waras, larut dalam bahagia serta spirit sehat dan sejahtera. Foto: Bud

Acara dibuka oleh kelompok seni terkenal dari Bali, Kompiang Raka. Prosesi sakral nan agung ini tersaji indah lewat nyanyian dan tarian, dengan iringan Erwin Gutawa Orchestra. Mampu menghanyutkan rasa, untuk sejenak merenungkan keindahan pulau Bali. Bertujuan memberi sentuhan khas Kutus Kutus Tamba Waras sebagai produk minyak balur berbahan herbal dari Bali.

“Konser Mahakarya Kutus Kutus didedikasikan untuk seluruh re – seller yang berperan membantu mempromosikan Kutus Kutus ke seluruh masyarakat Indonesia.

Spirit Kutus Kutus Diapresiasi Maestro Musik Indonesia

Bambang, selaku penemu dan peramu Kutus Kutus, menyampaikan kepada mitra, “Berawal dari sesuatu dan semua berawal dari satu. Kalau tidak dari sesuatu, kita tidak bisa menghasilkan sesuatu. Dengan semangat, kerja keras dan antusias kita bisa jadi besar, didukung dengan kebersamaan untuk terus berjuang selama 24 jam, menyebarkan kesehatan dan kesejahteraan ala Kutus Kutus ke masyarakat Indonesia dan dunia.

Baginya, musik adalah sebuah mahakarya, yang lahir dari inspirasi, perenungan serta kreatifitas. Demikian halnya dengan Kutus Kutus Tamba Waras. Konser menjadi sarana yang tepat untuk berbagi kebahagiaan bersama para mitra, yang telah membantu membawa kebaikan Kutus Kutus Tamba Waras, sekaligus menjadi penanda bahwa Kutus Kutus siap memberi dampak yang lebih besar lagi, dari Bali untuk Indonesia dan dunia, “kata Servasius Bambang Pranoto.

Para musisi tampil mendendangkan sejumlah lagu, diantaranya Serenade, Iwan Fals, Indonesia Pusaka, Isyana, medley Ayat-Ayat Cinta, Hati Yang Terpilih, Atas Nama Cinta oleh Rossa, Kehidupan, Achmad Albar dan God Bless dengan aransemen musik yang terangkai untuk merepresentasikan nilai-nilai ke Indonesian, sekaligus menggambarkan perjalanan Kutus Kutus Tamba Waras menuju kesuksesan.

“Semangat juang Kutus Kutus Tamba Waras, yang ingin saya gambarkan melalui orkestrasi nada, serta penampilan musisi. Selain terhibur, audiens akan semakin termotivasi untuk terus berkomitmen bersama Kutus Kutus Tamba Waras, “ujar Erwin Gutawa.

Panggung megah turut memvisualisasikan kekayaan alam Bali, tempat lahir dan berkembangnya Kutus Kutus Tamba Waras. “Saya menghadirkan konsep desain dan tata panggung yang terinspirasi pesona pulau Bali. Seperti latar vertikal dari Gunung Agung, dan panggung bertumpuk dari area persawahan terasering. Diperkuat oleh video mapping dan multimedia yang menyarikan kisah Kutus Kutus Tamba Waras, “tutur Jay Subyakto, selaku Art Director Konser Mahakarya Kutus Kutus.

Konser dibagi menjadi 5 sekmen utama, The History, The Turning Point, Happy Moment, The Hope, dan The Encouraging Moment. (bud)