30 Mei 2023 - 12:38 12:38

PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 6 Mei 2019

WartaPenaNews, Jakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah merilis tanggal 1 Ramadan 1440 Hijriah/2019 yang jatuh pada Senin, 6 Mei 2019. Sementara Nahdlatul Ulama (NU) pun memperkirakan tidak akan ada perbedaan dalam awal puasa tahun ini.

Begitu pula dengan Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan akan jatuh pada tanggal yang sama.

Keputusan PP Muhammadiyah tertuang dalam maklumat nomor 01/mlm/1.0/e/2019 tentang Penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1440 hijriah. Perhitungan berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal oleh Majelis Tarjih dan Tajdid.

Dalam keputusannya, tertera Ijtima menjelang Ramadan jatuh pada hari minggu 5 Mei 2019 sehingga puasa dimulai esok harinya. Sementara untuk 1 Syawal 1440 hijriyah, PP Muhammadiyah menetapkan jatuh pada hari Rabu tanggal 5 Juni 2019.

Keputusan tersebut juga memuat perhitungan jatuhnya tanggal-tanggal penting dalam hari besar agama islam. Diantaranya 1 Dzulhijjah yang jatuh pada Jumat, 2 Agustus 2019, hari Arafah yang jatuh pada hari Sabtu, 10 Agustus 2019 yang kemudian disusul hari raya Idul Adha yang jatuh pada Minggu, 11 Agustus 2019.

“Maklumat ini disampaikan untuk dilaksanakan dan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah,” tulis Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam maklumat tersebut.

Sudah lazim bagi warga Muhammadiyah untuk menetapkan awal puasa dan akhir puasa dengan metode hisab (perhitungan, red). Hal ini kerap menimbulkan terjadinya perbedaan awal dan akhir waktu puasa.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti berharap jikalaupun ada perbedaan, maka antar-masyarakat haru saling menghormati. “Apalagi Ramadhan hendaknya jadi momentum meningkatkan kualitas Ibadah dan Solidaritas Sosial,” jelasnya.

Meski demikian, Wakil Ketua Lajnah Falakiyah NU (LFNU) Hendro Setyanto mengungkapkan perhitungan falakiyah yang dilakukan oleh NU menunjukkan bahwa hampir tidak ada potensi terjadinya double event pada awal puasa dan hari raya ganda.

Meski demikian, Hendro menyebut bahwa NU akan tetap melakukan prosedur rutin melihat hilal (rukyat) pada masa ijtimak, yakni hari terakhir bulan Syakban. “Meskipun secara hisab tidak ada potensi perbedaan, tapi NU akan tetap melakukan rukyat. Hasil rukyat yang akan menentukan kapan akan mulai puasa,” terangnya. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

penemuan mayat
Mayat Tanpa Busana di Depok Sulit Diidentifikasi karena Kondisi Tak Utuh
000_99B6ZA
Duel Manchester City Vs Arsenal: Laga Berburu Gelar
Leunca
Khasiat Menakjubkan Konsumsi Leunca untuk Obati Asam Urat
Jalan Tol Serbaraja bakal mendongkrak jalur distribusi daerah penyangga ibu kota Jakarta. (Foto: Kementerian PUPR)
Tol Anak Usaha Sinar Mas Land, Koneksikan Jakarta-Tangerang-Banten
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
satu 1
Cinta Laura-Putri Marino Gaungkan Kreativitas dan Kekuatan Wanita Indonesia di Festival Film Cannes
tulang
Kenali dan Rawat Tulang Belakang Anda dengan Kasur yang Tepat
Rossarin Klinhom Foto: BabeOfTheDay
Model Seksi Asal Thailand Ini Gunakan Pakaian Dalam saat Main Kayak
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
KDRT
Istri di Depok jadi Korban KDRT Malah Ditahan

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
30 Mei 2023 - 05:13
Sharp Perkenalkan Purefit Plasmacluster Air Purifier untuk Kualitas Hidup Lebih Sehat

wartapenanews.com - Sebuah studi baru tentang tingkat polusi udara harian global menunjukkan bahwa hampir tidak ada tempat di bumi yang aman dari udara tidak sehat. Sekitar 99,82% dari luas daratan

01
|
29 Mei 2023 - 12:09
Luhut Batal Jadi Saksi Sidang Haris Azhar & Fatiah karena Masih di Luar Negeri

wartapenanews.com - Sidang Haris Azhar dan Koordinator KontraS, Fatiah Maulidiyanty, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur sudah masuk tahap pemeriksaan saksi. Luhut Binsar Pandjaitan dijadwalkan menjadi saksi yang pertama didengar keterangannya

02
|
29 Mei 2023 - 11:07
3 Bulan Disandera KKB, Begini Kondisi Pilot Susi Air

wartapenanews.com - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono kembali berbicara soal upaya penyelamatan pilot Susi Air Philips Mehrtern dari tangan KKB Papua. Intinya proses masih berjalan, lobi juga demikian. "Tadi sudah

03