23 June 2024 - 16:14 16:14

PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 6 Mei 2019

WartaPenaNews, Jakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah merilis tanggal 1 Ramadan 1440 Hijriah/2019 yang jatuh pada Senin, 6 Mei 2019. Sementara Nahdlatul Ulama (NU) pun memperkirakan tidak akan ada perbedaan dalam awal puasa tahun ini.

Begitu pula dengan Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan akan jatuh pada tanggal yang sama.

Keputusan PP Muhammadiyah tertuang dalam maklumat nomor 01/mlm/1.0/e/2019 tentang Penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1440 hijriah. Perhitungan berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal oleh Majelis Tarjih dan Tajdid.

Dalam keputusannya, tertera Ijtima menjelang Ramadan jatuh pada hari minggu 5 Mei 2019 sehingga puasa dimulai esok harinya. Sementara untuk 1 Syawal 1440 hijriyah, PP Muhammadiyah menetapkan jatuh pada hari Rabu tanggal 5 Juni 2019.

Keputusan tersebut juga memuat perhitungan jatuhnya tanggal-tanggal penting dalam hari besar agama islam. Diantaranya 1 Dzulhijjah yang jatuh pada Jumat, 2 Agustus 2019, hari Arafah yang jatuh pada hari Sabtu, 10 Agustus 2019 yang kemudian disusul hari raya Idul Adha yang jatuh pada Minggu, 11 Agustus 2019.

“Maklumat ini disampaikan untuk dilaksanakan dan agar menjadi panduan bagi warga Muhammadiyah,” tulis Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam maklumat tersebut.

Sudah lazim bagi warga Muhammadiyah untuk menetapkan awal puasa dan akhir puasa dengan metode hisab (perhitungan, red). Hal ini kerap menimbulkan terjadinya perbedaan awal dan akhir waktu puasa.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti berharap jikalaupun ada perbedaan, maka antar-masyarakat haru saling menghormati. “Apalagi Ramadhan hendaknya jadi momentum meningkatkan kualitas Ibadah dan Solidaritas Sosial,” jelasnya.

Meski demikian, Wakil Ketua Lajnah Falakiyah NU (LFNU) Hendro Setyanto mengungkapkan perhitungan falakiyah yang dilakukan oleh NU menunjukkan bahwa hampir tidak ada potensi terjadinya double event pada awal puasa dan hari raya ganda.

Meski demikian, Hendro menyebut bahwa NU akan tetap melakukan prosedur rutin melihat hilal (rukyat) pada masa ijtimak, yakni hari terakhir bulan Syakban. “Meskipun secara hisab tidak ada potensi perbedaan, tapi NU akan tetap melakukan rukyat. Hasil rukyat yang akan menentukan kapan akan mulai puasa,” terangnya. (*/dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
23 June 2024 - 09:25
Sharp Semarakan Jakarta Fair Kemayoran 2024 Hadirkan Promo Menarik

WARTAPENANEWS.COM – Sharp kembali ramaikan Jakarta Fair Kemayoran 2024 yang akan berlangsung selama satu bulan penuh dari tanggal 12 Juni – 14 Juli 2024 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Menempati area

01
|
22 June 2024 - 12:05
Kominfo Belum Bisa Pulihkan Usai 55 Jam Server PDN Eror

WARTAPENANEWS.COM –  Server Pusat Data Nasional (PDN) Kominfo masih mengalami gangguan hingga Sabtu (22/6) pukul 11.00 WIB. Gangguan server ini pertama kali diketahui pada Kamis (20/6) pukul 04.00 WIB yang

02
|
22 June 2024 - 11:16
Usai Pandemi, Bisnis Sepeda Lesu hingga Banting Harga

WARTAPENANEWS.COM – Bisnis sepeda usai era pandemi Covid-19 kini lesu. Seperti dialami toko-toko sepeda di berbagai penjuru AS yang menghadapi kesulitan setelah penjualan yang marak pada awal pandemi lalu. Menurut

03