28 February 2024 - 17:26 17:26

PSI: Prabowo Pakai Data Lama, Kapasitas BUMN Malah Meningkat Pesat

WartaPenaNews, Jakarta – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menyinggung soal kondisi BUMN-BUMN saat ini yang sedang dalam keadaan tidak sehat. Menurutnya, pemerintah telah salah sekolah hingga membuat BUMN (Badan Usaha Milik Negara) besar seperti Pertamina, PLN, hingga Garuda Indonesia bangkrut.

Juru Bicara Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rizal Calvary Marimbo mengatakan, Prabowo menyajikan data lama. “Itu data hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan BPK tahun 2014 yang kemudian direlease tahun 2015, “ ujar Rizal di Jakarta menanggapi Pidato Kebangsaan Prabowo-Sandi tadi malam.

Rizal mengatakan saat itu terdapat 146 BUMN yang menderita kerugian. Sejumlah BUMN besar mengalami kerugian yakni Perusahaan Gas Negara, PLN, PAL, Garuda Indonesia, Pertamina, termasuk Bulog. Bahkan PT Pertamina menempati urutan teratas dalam daftar kerugian BUMN bila potensi kerugian dihitung dengan dampak dari PT.Petral. PT Petral kemudian dibubarkan oleh Jokowi sebab terindikasi permainan mafia minyak.

Setahun kemudian, pada 2015, tercatat sebanyak 27 BUMN yang mengalami kerugian. Namun di era Jokowi-JK, dalam empat tahun terakhir, hanya tersisa sebanyak 24 BUMN yang merugi. Tak hanya itu, keuangan PT PLN, PT PGN dan Pertamina membaik. “Perbaikan ketiga BUMN ini berdampak besar bagi perbaikan BUMN yang merugi sebab aset mereka mencapai 60 persen dari total aset BUMN. Jadi data data Prabowo itu data era pemerintahan sebelumnya,” ucap Rizal.

Rizal menambahkan, peningkatan kapasitas dan kemampuan BUMN dapat dilihat dari kepercayaan investor maupun lembaga keuangan dalam menopang pembiayaan baik operasional maupun investasi perusahaan. “Capex dan Opex BUMN melonjak jauh dibandingkan era sebelumnya,” ucap dia.

Peningkatkatan kinerja BUMN tersebut aset BUMN tumbuh signifikan menjadi saat ini sekitar Rp7.500 triliun. “Perhitungan kami aset BUMN saat ini mencapai sekitar Rp 7.500 triliun. Bisa jadi diatas Rp8.000 triliun akhir tahun ini. Hampir separuh dari PDB (Product Domestic Bruto),” ujar Rizal.

Dia mengatakan, saat Jokowi-JK “mengambil alih” kekuasaan, pemerintahan diwarisi aset BUMN sekitar Rp 4.500 triliun pada akhir 2014. Pertumbuhannya pun sangat lamban. Namun, kini, aset BUMN tersebut tumbuh hingga 60 persen, menjadi Rp7.200 triliun pada akhir tahun 2017.

Tak hanya itu, kinerja BUMN relatif membaik juga sebab ditopang oleh 20 perseroan yang melantai di pasar modal tahun lalu. Dampaknya, Rasio Return on Asset (RoA) BUMN di Indonesia kini lebih baik daripada Khazanah, meskipun masih dibawah Temasek, punya Singapura. “Kita punya pasar yang besar. Tak mustahil secepatnya bisa lampaui Singapura,” ucap Rizal.

Bagi pemerintah, lonjakan aset tersebut menambah perbendaharaan aset produktif negara dengan nilainya tiga kali Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). “Bila dibandingkan dengan total utang negara atau utang BUMN itu sendiri, DER-nya masih lapang sekitar 55%,” ucap dia. (rob)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
28 February 2024 - 12:16
Mantan Suami Artis yang Lepas Tembakan di Jaktim Dibekuk Polisi

WARTAPENANEWS.COM  -  Polisi menangkap Gathan Saleh Hilabi, mantan suami artis yang melakukan penembakan di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. "Sudah ditangkap," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly saat

01
|
28 February 2024 - 11:17
Wacana KUA Jadi Tempat Nikah Semua Agama, MUI Minta Kemenag Kaji Ulang

WARTAPENANEWS.COM  -  Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Kementerian Agama (Kemenag) mengkaji ulang wacana penggunaan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk menjadi tempat nikah semua agama. Sebab,

02
|
28 February 2024 - 10:14
Hujan di Jabodetabek Awet, Diperkirakan hingga Siang Hari

WARTAPENANEWS.COM  -  Hujan mengguyur Jabodetabek sejak Rabu (28/2) dini hari hingga berita ini diunggah. Hujan awet ini dan diperkirakan turun hingga pukul 11.00 WIB. BMKG dalam peringatan dini terbaru menginformasikan

03