30 Januari 2023 - 15:07 15:07
728x90

SAS Bantu Bank di ASEAN Patuhi Standar Regulasi

WartaPenaNews, Jakarta – Hanya dalam jangka waktu satu tahun, adaptasi Indonesia terhadap Standar Pelaporan Keuangan Internasional 9 (International Financial Reporting Standard/IFRS 9), yang dikenal dengan sebutan PSAK 71: Instrumen Keuangan.

Standar pelaporan itu akan secara resmi diberlakukan sehingga memerlukan perubahan akuntansi yang signifikan yang akan mempengaruhi operasional, perencanaan keuangan dan strategi portofolio bank-bank di seluruh Tanah Air.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) bank terbesar di Indonesia yang termasuk dalam 10 bank Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) teratas dengan modal kelas 1 (tier1), menggunakan SASExpected Credit Loss untuk mematuhi tenggat waktu tersebut.

Bekerja sama dengan mitra layanan teknologi SAS, Nexia Indonesia, SAS membantu BRI dalam mengurangi risiko penerapan IFRS 9/PSAK 71 dan memastikan fleksibilitas jangka panjang guna memenuhi regulasi yang terus berkembang.

“IFRS 9 menghadirkan tantangan komputasi yang kompleks dan bank-bank membutuhkan mitra yang dapat membantu mereka dalam menyesuaikan dan memenuhi tuntutan tersebut secara efisien,” tutur Sheldon Goh, Regional Head of Risk Solutions, SAS untuk pasar ASEAN dalam keterangan tertulisnya Rabu (16/1/2019).

Dengan semakin dekatnya tenggat waktu penerapan IFRS 9/PSAK 71 di Indonesia, yaitu pada bulan Januari 2020, lembaga keuangan perlu bertindak cepat dalam melakukan konvergensi fungsi, teknologi, dan model yang digunakan.

Standar terbaru dalam pengukuran kerugian kredit telah mengubah secara drastis cara lembaga keuangan memperkirakan, menyimpan, dan melaporkan setiap kerugian yang terjadi.

Agar dapat mematuhi persyaratan kepatuhan yang berlaku, bank harus menganalisis sejumlah besar data secara efisien dan menyesuaikan pendekatan dalam menerapkan solusi manajemen risiko di seluruh organisasi mereka.

Setelah melalui proses seleksi yang sangat ketat, BRI memilih SAS untuk membantu mengikuti perubahan regulasi di seluruh 12 segmen bisnis Bank Rakyat Indonesia.

Solusi SAS memiliki kemampuan menyeluruh untuk memenuhi persyaratan yang berubah tersebut, sekaligus membantu BRI dalam konvergensi fungsi risiko dan keuangan.

BRI akan memanfaatkan SAS Expected Credit Loss untuk memastikan implementasi model risiko yang cepat dan efisien, serta untuk upaya pengujian dan pemeliharaan di luar tenggat waktu implementasi IFRS 9/PSAK 71 di Indonesia, yaitu pada tahun 2020.

SAS Expected Credit Loss telah menjadi platform pilihan untuk pemodelan kerugian kredit yang transparan, cepat, dan efisien demi kepatuhan terhadap standar IFRS 9 oleh bank-bank papan atas. (isu/rob)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

garis polisi
Dibakar Hidup-hidup, Wanita Paruh Baya di Sorong Meregang Nyawa
satu 1
Pelaku Pembunuhan Ojol di Tangerang Ternyata Bukan Ojol
film
Deretan Film Semi China Terbaik
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
ahy
Usung Anies Capres, AHY Ajak NasDem-PKS Segera Bentuk Sekretariat Perubahan
satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
bharada e
Tuntutan Terhadap Richard Eliezer Dinilai Janggal
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
30 Januari 2023 - 12:09
Netanyahu Permudah Israel untuk Tembak Orang Palestina

wartapenanews.com - Rencana Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mempermudah warganya memperoleh senjata api mengingatkan kekhawatiran akan kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur sejak

01
|
30 Januari 2023 - 11:06
Mobil Sebar Duit, Warga Jombang Berebut Ambil Uang

wartapenanews.com - Jalan yang ada di Dusun Watudakon, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, mendadak heboh. Tampak sejumlah warga berdiri di pinggir jalan kampung, seperti menunggu kedatangan seseorang. Tidak menunggu

02
|
30 Januari 2023 - 10:06
Arema FC Pertimbangkan Bubarkan Diri karena Tak Diterima Pendukungnya Sendiri

wartapenanews.com -  Klub Arema FC nampak sudah gerah dengan beberapa penolakan dan aksi ricuh dari pendukungnya sendiri di Tanah Air. Akibatnya manajemen mempertimbangkan untuk membubarkan tim menyusul situasi yang tak

03