19 May 2024 - 23:52 23:52

Sekolah Palestina di Tepi Barat Dihancurkan Israel 

wartapenanews.com – Uni Eropa berang terhadap Israel yang menggusur sebuah sekolah dasar (SD) Palestina di Tepi Barat pada Minggu (7/5). Alasan keamanan jadi dasar Israel merobohkan sekolah itu.

Bukan tanpa sebab Uni Eropa murka, merekalah yang mendanai pembangunan sekolah tersebut. Mereka mendesak Israel agar menghentikan semua penghancuran yang menambah penderitaan pada rakyat Palestina.

“Penghancuran dianggap ilegal di bawah hukum internasional dan hak edukasi anak harus dihormati,” kata pernyataan kantor perwakilan UE di Palestina dilansir AFP, Senin (8/5).

Saat penghancuran dilakukan, warga Palestina melawan. Mereka melempari tentara Israel dengan bantu. Israel membalas dengan tembakan gas air mata dan memerintahkan buldoser segera merobohkan gedung.

Menurut keterangan, badan Israel di wilayah pendudukan Palestina COGAT, pembongkaran dilakukan atas perintah pengadilan Yerusalem dua bulan lalu.

Putusan pengadilan menyatakan, sekolah harus dikosongkan. Sebab, keberadaan sekolah dianggap berbahaya.(mus)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
18 May 2024 - 12:19
Sosok Ayah Pacar Vina Cirebon Ternyata Seorang Perwira Polisi

WARTAPENANEWS.COM –  Ternyata sosok ayah pacar Vina Cirebon yang tewas dibunuh seorang Perwira Polisi. Diketahui, kasus Vina kembali jadi perhatian masyarakat setelah diangkat ke layar lebar pada 2024 dengan judul

01
|
18 May 2024 - 11:17
Gegara Perang Gaza, Ada Perpecahan Dalam Kabinet Israel

WARTAPENANEWS.COM –  Satu demi satu perpecahan dalam kabinet Israel terkait perang di Gaza mulai terungkap. Menteri Pertahanan Yoav Gallant secara terbuka menuntut strategi yang jelas dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu,

02
|
18 May 2024 - 10:15
Pejabat Kemenhub yang Buat Sumpah Sambil Injak Al-Quran, Dilaporkan ke Polisi

WARTAPENANEWS.COM – Pejabat Kementerian Perhubungan bernama Asep Kosasih dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. Laporan itu dibuat berdasarkan sebuah video viral yang menampilkan Asep sedang melakukan sumpah

03