Selama Pandemi Covid-19, Transaksi BNI Syariah Hasanah Card Turun 20%

BNI Syariah Foto: TopBusiness.id

Jakarta, WartaPenaNews – PT Bank BNI Syariah mencatat selama terjadinya pandemi Covid- 19 di tanah air, terjadi penurunan pemakaian kartu pembiayaan BNI Syariah Hasanah Card hingga 90% di sektor travel dan pariwisata.

Pemimpin Divisi Kartu Pembiayaan BNI Syariah Rima Dwi Permatasari mengungkapkan dari sisi industri kartu kredit mengalami penurunan hingga 53%. Sementara kartu kredit Hasanah Card diperkirakan mengalami penurunan hingga 20%-25%, namun dari sisi outstanding kartu kredit berlandaskan syariah ini berada diposisi Rp 300 miliar sampai dengan Rp 350 miliar.

“Secara global yang namanya halal new bisnis di tahun 2019 itu ada sekitar Rp 2,2 triliun. Di tahun lalu sekitar 20-30% sizenya ada di travel perjalanan domestik dan internasional,” terang Rima dalam diskusi webinar bertema “Bijak Bertransaksi dengan Kartu Pembiayaan di Kala Pandemi” Rabu (20/5/2020).

Rima menerangkan di tahun lalu pengguna kartu kredit BNI Syariah Hasanah Card mencapai 350 ribu nasabah dengan total transaksi mencapai Rp 1 triliun. Mayoritas kartu syariah digunakan untuk traveling, kesehatan dan belanja online (e-commerce).

“Selama masa pandemi ini pengguna transaksi e-commerce justru angkanya naik,” kata Rima.

BNI Syarian tengah fokus melakukan restrukturisasi bagi debitur terimbas Covid-19. Hingga 21 April 2020, BNI Syariah teah merealisasikan restrukturisasi senilai Rp 384 miliar kepada 286 debitur.

Sementara Wakil Ketua Harian DSN-MUI, Pendiri Karim Consulting Indonesia, Adiwarman A. Karim memprediksi penggunaan kartu kredit akan mulai meningkat pada bulan Juni-Juli tahun ini.

“Pada bulan Juni-Juli akan terjadi peningkatan penggunaan kartu kredit karena masyarakat membutuhkan bringing money,” katanya.

Namun ia mengingatkan agar masyarakat bisa lebih bijak dan hati-hati dalam penggunaan kartu kredit guna memenuhi kebutuhan hidup.

Selain itu perbankan juga harus memberikan edukasi kepada pengguna kartu kredit agar tidak menjadi beban dikemudian hari. “Jangan sampai penggunaannya lebih besar pasak daripada tiang,” pungkas Adiwarman. (rob)