17 June 2024 - 02:06 2:06

Serukan Pemusnahan di Wilayah Tepi Barat, PBB Kecam Keras Menteri Israel

wartapenanews.com – Kepala hak asasi manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Volker Turk mengecam keras ucapan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich yang menyerukan pemusnahan Desa Huwara, Tepi Barat, Palestina.

Turk mengatakan seruan itu merupakan ‘pernyataan hasutan yang tak terduga untuk memicu kekerasan dan permusuhan’. Menurutnya, situasi di daerah konflik tersebut sudah menjadi tragedi sehingga tak perlu ditambah lagi.

“Situasi di wilayah Palestina yang diduduki adalah tragedi, tragedi di atas segalanya bagi rakyat Palestina,” kata Turk di Al Jazeera, Minggu (5/3/2023).

Ia mengatakan, berdasarkan laporan PBB, pasukan keamanan Israel (ISF) kerap menggunakan ‘kekuatan mematikan’ terhadap warga Palestina. Pengerahan kekuatan itu bahkan dilakukan guna memancing konflik yang memang sudah panas.

“PBB juga telah mendokumentasikan beberapa kasus pembunuhan yang disengaja dan melanggar hukum internasional oleh anggota ISF,” ucap Turk.

Laporan tersebut, lanjut dia, menunjukkan bahwa 131 warga Palestina dibunuh oleh personel ISF selama setahun terakhir dalam konteks penegakan hukum.

Turk menyebut, pendudukan kawasan Palestina saat ini sudah menggerogoti kesejahteraan, baik bagi masyarakat Palestina maupun Israel. Konflik kedua negara itu, menurutnya, bakal meninggalkan ‘luka serius’ sepanjang hidup mereka.

Turk pun menegaskan pendudukan harus segera diakhiri demi menyetop kekerasan yang berlarut-larut itu.

“Agar kekerasan ini berakhir, pendudukan harus diakhiri. Tentu ada orang di kedua pihak yang paham betul tentang hal ini,” ujarnya.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich sebelumnya menyatakan seruan agar Desa Huwara di Palestina dimusnahkan. Seruan itu dilontarkan pada Rabu (1/3/2023), usai serangkaian serangan mematikan terjadi di Tepi Barat.

“Saya pikir Desa Huwara perlu dimusnahkan. Saya pikir Israel harus melakukannya,” kata Smotrich.

Sementara itu, menanggapi serangan ini, Duta Besar Sven Kuhn von Burgsdorff selaku utusan Uni Eropa untuk Palestina pun menyerukan pertanggungjawaban atas serangan yang menewaskan satu warga Palestina itu.

Dia juga mengatakan para pelaku kekerasan harus segera diadili.

“Sangat penting bagi kami memastikan akuntabilitas sepenuhnya, bahwa para pelaku dibawa ke pengadilan dan mereka yang kehilangan harta benda diberi kompensasi,” kata Von Burgsdorff.

Kekerasan di Tepi Barat belakangan memang memanas usai militer Israel mengintensifkan serangan dan menewaskan lebih dari 60 warga Palestina sejak Januari lalu.

Sejumlah negara seperti AS, Yordania, dan Mesir pun ramai-ramai meminta agar konflik Israel-Palestina tak meningkat. Sebab dalam waktu dekat bulan suci Ramadan dan festival Paskah Yahudi akan segera tiba. (mus)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Berita Terkait

|
15 June 2024 - 13:16
Libur Iduladha, Penumpang Kereta di Yogyakarta Meningkat

WARTAPENANEWS.COM – Jelang Idul Adha 2024, penjualan tiket kereta api jarak jauh keberangkatan awal stasiun di Daop 6 mengalami peningkatan. Total ada 88.401 tiket yang terjual untuk tanggal 13 Juni

01
|
15 June 2024 - 12:37
Sepanjang 2024, 1.008 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Bantul

WARTAPENANEWS.COM – Polres Bantul mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2024 ini ada 1.008 kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bantul. Dari jumlah itu, 1.258 orang luka ringan dan 71 orang meninggal

02
|
15 June 2024 - 12:14
Jalanan di Jakarta Lengang saat Libur Panjang Idul Adha

WARTAPENANEWS.COM – Long weekend Hari Raya Idul Adha membuat sejumlah ruas jalan di Jakarta tampak lengang dari padatnya kendaraan. Idul Adha akan dirayakan pada Senin (17/6) mendatang. Libur panjang digunakan

03