2 Februari 2023 - 14:27 14:27
728x90

Sosialisasi Fintech Dinilai Belum Maksimal

WartaPenaNews, Jakarta – Peran pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejauh ini belum maksimal melakukan sosialisasi terhadap financial technology (fintech). Alhasil masih banyak masyarakat yang belum mengenal inovasi dalam bidang keuangan itu. Dampaknya pun tidak sedikit masyarakat tertipu pinjam meminjam uang berbasis digital.

Tercatat, berdasarkan data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sepanjang tahun 2018 telah mendapatkan 200 aduan dari masyarakat atas layanan pinjam memintam fintech.

Agar fintech tetap sesuai dengan regulasi yang dibuat menteri, maka OJK menegaskan bahwa ada beberapa prinsip-prinsip yang diterapkan dalam pengaturan fintech, yaitu fintech risikonya ada di investor.

“Kalau bank risikonya ada di bank, dia menghimpun dana, menyalurkan dana, banyak risiko, risiko kredit, risiko likuiditas, termasuk risiko operasional. Sementara fintech risiko ada di investor,” ujar Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Institute, Sukarela Batunanggar di Jakarta, Rabu (23/1).

Selain itu, lanjut dia, prinsip lainnya market conduct. Yang dimaksud market conduct di sini adalah OJK juga bertanggung jawab atas keberlangsungan bisnis fintech ke depan. “Caranya dengan transparasi dan edukasi terhadap konsumen,” katanya.

Tak hanya itu, OJK juga akan berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti industri, asosiasi hingga akademi. Harapan sinergitas ini dapat mendorong inovasi ke depan yang lebih baik lagi. Dan juga, fintech akan menerapkan prinsip regulatory sandbox. Regulatory sandbox merupakan semacam laboratorium bagi perusahaan fintech sebelum memasarkan produksinya ke pasaran.

“Kita observasi, kita amati perilakunya, kita latih sehingga mereka jinak, terarah sesuai harapan kita. Jadi bisa observasi langsung terhadap bisnis model startup,” jelas dia.

Ketua YLKI, Tulus Abadi sebelumnya meminta OJK untuk mengatur dan sosialisasi fintech lebih gencar lagi. Hal ini karena masih banyak masyarakat yang belum paham dengan teknologi.

Lanjut dia, jika regulasi ini berpihak kepada masyarakat serta sosialisasi dilakukan secara masif, maka masyarakat yang pinjam meminjam uang melalui fintech dapat memahami aturan fintech dengan benar. Alhasil tidak ada lagi masyarakat yang tertipu.

“OJK baiknya atur karena di tengah literasi yang rendah, banyak masyarakat terkena eksploitasi bunga dan denda yang tak masuk akal,” terangnya. (dbs)

 

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak
film
Deretan Film Semi China Terbaik
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
satu 1
Harry Tanoe Mundur dari Dirut MNC Digital (MSIN)
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
sidang ferdy sambo
Hari Ini, Enam Eks Anak Buah Sambo Jalani Sidang Tuntutan
tni
Sedihnya, 30 Calon Taruna Akmil Positif Corona
Sarah Viloid
5 Gamer Paling Cantik dan Seksi di Indonesia

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
2 Februari 2023 - 12:03
Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI Dijaga Ketat Polisi

wartapenanews.com - Puluhan polisi tampak berbaris, menjaga ketat tempat kejadian perkara (TKP) rekonstruksi ulang kecelakaan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Muhammad Hasya Attalah Syaputra di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Puluhan polisi

01
|
2 Februari 2023 - 11:08
Nunung Divonis Idap Kanker Payudara

wartapenanews.com -  Kabar kurang menyenangkan datang dari pelawak Nunung Srimulat. Belum lama ini, ia divonis dokter mengidap penyakit kanker payudara. Awalnya, Nunung merasakan ada benjolan di sekitar payudaranya. Namun, ia

02
|
2 Februari 2023 - 10:06
Hari Ini, Polda Metro Gelar Rekonstruksi Ulang Kasus Kecelakaan Mahasiswa UI

wartapenanews.com - Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi ulang kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI, Muhammad Hasya Atallah (18), di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, hari ini, Kamis (2/2). Polisi

03