Syarat dan Rukun Agar Sholat Idul Fitri di Rumah Sah

Ilustrasi salat Idul Fitri. Foto: Tribunnews.com

WartaPenaNews, Jakarta – Masih banyak masyarakat yang bingung dan was-was, ketika dihimbau untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah. Apakah sholat Idul Fitri yang dilakukan sendirian atau berjamaah dengan keluarga sah atau tidak.

Meskipun sudah ada paduan dan tata cara yang disebarkan oleh kementerian agama, masih ada yang kebingungan. Bagi kamu yang masih khawatir apakah sholatnya sah atau tidak, lebih baik mengetahui syarat dan rukun sholat Idul Fitri.

Bahkan tanpa khutbah yang bertele-tele pun sholat yang kita lakukan akan tetap sah. Berikut dari Al-Bahjah TV, penjelasan Buya Yahya yang sangat sederhana mengenai sholat Ied di rumah sendirian dan berjamaah.

Buya Yahya menjelaskan, setidaknya ada tiga peringkat sholat Idul Fitri di rumah agar menjadi sah dan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan Anda bisa memilih mana yang terbaik yang bisa Anda lakukan. Tetapi perlu diingat, sholat Idul Fitri yang dilakukan di rumah jika memang sebuah wilayah masih rentan terhadap penyebaran virus corona.

Pertama adalah Anda sholat dua rakaat dan dengan khotbah 2 kali. Ini tingkat pertama dan terbagus. Sholatnya dua rakaat, setelah takbiratul ihram pertama, dilanjutkan dengan takbir 7 kali.

Pada rakaat kedua setelah bangun dari sujud dan takbir, membaca takbir 5 kali dan dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat sesuai dengan kemampuan.

Setelah salam, lalu berdiri untuk khutbah, baik imam maupun salah satu dari makmum. Khutbahnya pun sangat sederhana. Pada khutbah pertama harus ada membaca Alhamdulillah, kemudian dilanjutkan sholawat atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dilanjutkan dengan pesan untuk bertakwa, bisa membaca “ittaqullah haqqa tuqatih.” Dilanjutkan dengan membaca salah satu surat dalam Al Quran, cukup dengan membaca “Qul huwallahu Ahad”.

Kemudian duduk sebentar dan brdiri kembali. Di khutbah kedua, baca lagi Alhamdulillah, dilanjutkan sholawat atas Nabi: “Allahumma sholli ala sayyidina muhammad”, dan terakhir pesar bertakwa kepada Allah.

Lalu ditutup dengan membaca doa sederhana: “Allahumma Fir Lil muslimin, artinya: “Ya Allah ampunilah kaum muslimin.” Duduk, dan selesai.

Ini adalah melakukan sholat Idul Fitri peringkat pertama, yang paling bagus.

Peringkat kedua adalah untuk Anda yang mungkin tidak bisa khutbah. Cukup sholat dengan cara pertama. Baik dengan niat sendirian atau berjamaah. Niat bisa diucapkan dengan bahasa kita, contoh: “Aku niat sholat Idul Fitri sendirian/berjamaah.”Untuk peringkat ketiga adalah bagi Anda yang sama sekali tidak tahu harus melakukan sholat Ied seperti apa. Tetapi cukup diganti seperti layaknya sholat Dhuha.

Cukup lakukan sholat 2 rakaat dengan niat sholat Hari Raya Idul Fitri. Tidak ada bacaan khusus, cukup membaca seperi sholat pada umumnya, yaitu iftitah, fatihah dan surat pendek. Tidak perlu melakukan takbir 7 di rakaat pertama dan 5 di rakaat kedua.

Nah bagi Anda tidak ada alasan untuk tidak sholat Idul Fitri. Kecuali bagi wanita yang memang sedang berhalangan untuk melaksanakan sholat.

Jangan ketinggalan sholat Hari Raya Idul Fitri, karena pahalanya besar sekali, karena itu sunnah yang dilakukan Nabi Muhammad untuk menyeru kepada Allah. (mus)