29 Januari 2023 - 06:51 6:51
728x90

Timbul Kecurigaan Ada yang Bermain di Harga Jagung

WartaPenaNews, Jakarta – Pemerintah berencana menambah impor jagung sebesar 30.000 ton pada Februari 2019. Jumlah ini untuk menambah stok jagung impor yang sebelumnya ditargetkan sebesar 100.000 ton di 2018.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, kebijakan impor jagung diambil oleh pemerintah saat ini, dikarenkan harga jagung dalam negeri di pasaran mencapai Rp 6.700 per kilogram. Jika tidak dilakukan impor, maka harga jagung bisa mencapai Rp 8.000 per kilogramnya.

“Syukur ada impor, kalau nggak, harganya bisa sampai Rp8.000 perkilogramnya,” kata Darmin di Jakarta, Rabu (23/1).

Menurut Darmin, jagung merupakan salah satu komoditas penting yang bisa mempengaruhi harga telur dan daging ayam. Pasalnya, jagung merupakan salah bahan utama untuk pakan ternak. “Oleh karena itu, telur itu penyebabnya apa? ya dari makanannya. untuk itu harga jagung harus dijaga,” ujarnya.

Darmin menambahkan, untuk impor jagung sebanyak 30 ribu ton tersebut, seperti biasa pemerintah bakal menunjuk Bulog sebagai pelaksananya. Bulog sebelumnya juga mengimpor 100 ribu ton jagung untuk pakan ternak dari Brazil dan Argentina.

“Itu nantinya akan dilaksanakan Bulog. Kementerian Perdagangan akan menerbitkan surat persetujuan impor dalam waktu dekat,” terangnya.

Menanggapi penugasan impor jagung sebanyak 30 ribu ton tersebut, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, bahwa izin impor jagung tersebut tidak wajib dijalankan, jika kebutuhan tersebut bisa dipenuhi oleh jagung produksi dalam negeri.

Dapat diketahui, sebelumnya Bulog mendapat impor jagung 99.000 ton dari total yang dipesan 100.000 ton, yakni sesuai izin impor jagung yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan pada Desember 2018.

“Belum pasti harus dilaksanakan. Kalau ternyata bisa dipenuhi dalam negeri, kenapa harus impor. Yang pasti, Bulog belum membuka lelang untuk impor jagung tambahan sebesar 30.000 ton,” kata Buwas.

Menurut Buwas, dengan kondisi lahan jagung Indonesia yang memasuki panen raya mulai Februari, Maret hingga April mendatang, kebutuhan jagung pakan ternak bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri.

“Kita lihat perkembangannya, ini kan harus dilihat soal panen, kita akan hitung ulang. Kalau nanti ternyata bisa dipenuhi dalam negeri, kita tidak perlu (impor),” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI), Sholahuddin menyayangkan langkah cepat pemerintah dalam menegambil keputusan menambah impor jagung pada Februari ini. Dia khawatir, jika masuknya impor jagung tersebut tidak sesuai yang dijadwalkan, bisa berdampak tergganggunya harga dan merugikan petani.

“Saya atas nama Ketua APJI, sangat menyayangkan untuk impor jagung terakhir ini sebanyak 30 ribu ton. Karena, hari ini petani mulai melakukan panen raya, dipastikan di bulan Februari nanti lebih dari 10 juta ton jagung akan dipanen. Ketika impor akan dipastikan masuk dibulan febuari, itu secara tidak langsung akan membuat harga jagung akan turun,” kata Sholahuddin.

Menurutnya, jika harga anjlok hingga di bawah Rp3 ribu per kilogramnya, maka kerugian bagi petani bisa mencapai Rp1.000 per kilogramnya kg. Terlebih, dia tidak sepenuhnya yakin Bulog bisa menyerap hasil panen jagung petani dalam jumlah besar. Belum lagi, Bulog tak punya infrastruktur yang memadai, seperti pengeringan (dryer) untuk jagung hasil panen yang masih dalam kondisi basah.

“Jadi begini, ketika petani memasuki masa panen serentak, maka jumlah itu melebihi dari kapasitas sumber daya petani maupun kapasitas perusahaan pakan. Saat ini yang paling banyak menyerap jagung, itu dipastikan akan langsung turun, karena apa? Karena panen dibulan febuari itu bersamaan dengan musim hujan, sehingga teknologi pengering itu yang pada saat ini hanya dimiliki industri pakan akan mengalami kwalahan menerima jagung dari para petani,” terangnya.

Atas keadaan ini, dia menyatakan curiga ada yang sengaja ‘bermain-main’, supaya harga jagung naik turun. Menurutnya, pemerintah harus mencari tahu atas ketidakstabilan harga jagung saat ini. Sebab, pihaknya juga mengakui bahwa, harga jagung menjelang panen raya terbilang masih tinggi.

“Saya tidak menuduh, tapi saya yakin sepertinya ada bermain-main atas harga jagung sekarang,” katanya.

“Kalo dari segi harga si memang, kami ini jujur yaa bingung, karena pada dasarnya baru kali ini ketika mulai panen harga jagung masih diatas 5000, bahkan kami dari petani juga tidak ingin harga terlalu tinggi. Karena kami berfikir jika harga terlau tinggi seperti ini, kedepan ketika peternak terus merugi dan tidak mau berternak lagi, terus siapa nanti yang akan membeli jagung kita?,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya tidak mempermasalahkan kebijakn impor, jika hal itu dilakukan pada waktu yang tepat, apakah itu diakhir Desember atau di Januari. Menurtnya, dibulan-bulan itu para petani masih proses tanam.

“Saya si pada dasarnya mendukung pemerintah dari sisi peningkatan produktifitas dan lain sebagainya, termasuk memberikan bantuan berupa benih jagung dan fasilitas lainnya. Tapi disisi lain kami menyayangkan juga kenapa pemerintah juga mengimpor jagung disaat para petani lagi panen,” tutupnya. (dbs)

Follow Google News Wartapenanews.com

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami.

Trending

satu 1
Pelaku Pembunuhan Ojol di Tangerang Ternyata Bukan Ojol
garis polisi
Dibakar Hidup-hidup, Wanita Paruh Baya di Sorong Meregang Nyawa
film
Deretan Film Semi China Terbaik
Kendra Lust
Demi Mejeng di UFC, Bintang Porno ini Rela Bayar Mahal
One Night Stand (2016)
7 Film Semi India Paling Sensual dan Adegan Panas
ahy
Usung Anies Capres, AHY Ajak NasDem-PKS Segera Bentuk Sekretariat Perubahan
Kaki direndam dalam garam kasar dan lada hitam
Khasiat Luar Biasa Rendam Kaki dalam Garam Kasar dan Lada Hitam
bharada e
Tuntutan Terhadap Richard Eliezer Dinilai Janggal
vaksin
Ampuhkah Vaksin Saat Ini Atasi Virus Corona Baru?
satu 1
Ketua Komite Yudisial Asprov PSSI Sulut Dorong Devanda Aditya Putra Jadi Sekjen PSSI

Pilihan Redaksi

Berita Terkait

|
28 Januari 2023 - 21:36
Cara Cerdas Memperkenalkan Energi Masa Depan ke Anak

wartapenanews.com -  " Saat dunia krisis energi tak terbaharukan, sejumlah kebijakan dan upaya dilakukan pemerintah dan staken holder dengan menghadirkan alternatif energi alam yang ramah lingkungan. Energi alam terbaharukan ini

01
|
28 Januari 2023 - 21:31
Rayakan Hari jadi ke 110 Tahun Sharp Gaungkan Kampaye Pelestarian Lingkungan ke Siswa Sekolah

wartapenanews.com - Berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, selama tahun 2022 volume sampah di Indonesia mencapai 17.729.071 sampah per tahunnya. Sebesar 18,3%-nya adalah sampah plastik. Saat

02
|
28 Januari 2023 - 12:40
Biaya Haji Naik Jangan Panik, Arrum Haji Pegadaian Jadi Solusi Wujudkan Niat Baik

wartapenanews.com -  Usulan kenaikan biaya haji tengah menjadi perbincangan publik. Tak hanya memakan waktu tunggu keberangkatan yang semakin lama, melainkan biaya haji yang nyaris naik dua kali lipat dibandingkan tahun

03